Home / beaches / Tanjung Tua, Surga di Ujung Selatan Pulau Sumatera

Tanjung Tua, Surga di Ujung Selatan Pulau Sumatera

Akhir pekan ini kamu mau liburan ke surga dunia yang mana guys? Pantai, gunung, danau, bukit, atau surga dunia lainnya yang ada di pelosok negeri ini. Indonesia memiliki banyak keindahan alam yang begitu memukau, dan sebulan yang lalu aku memilih Tanjung Tua sebagai destinasi di akhir pekan. Tanjung tua, salah satu surga dunia yang menenangkan fikiran, menyejukkan hati, dan memanjakan mata. Tanjung yang berada di bagian ujung paling selatan pulau Sumatera dan merupakan tanjung yang tertua. Yaps, itulah mengapa lokasi ini dinamakan Tanjung Tua. Tepatnya berada di Desa Bakauheni Dusun Sukaramai Bakauheni Lampung Selatan.

Perjalanan menuju Tanjung Tua

Rute dimulai dari Serang Banten pukul 07.00 WIB menuju Pelabuhan Merak dan memakan waktu 4 jam untuk tiba di Pelabuhan Bakauheni. Dari Pelabuhan Bakauheuni ke lokasi berjarak sekitar 9 km. Setelah keluar dari Pelabuhan Bakauheni menuju arah Jalan Lintas Sumatera lalu di sebelah kiri (sebelum SPBU) ada plang “Tanjung Tua” yang ga begitu besar tapi cukup membantu kok meski akupun sempet nyasar dulu hehe. Untuk memudahkan menuju lokasi disarankan mengggunakan sepeda motor karena kondisi lebar jalan terbatas. Tapi, jangan khawatir bagi kawan yang berkendara roda empat bisa di titipkan di rumah warga sekitar, lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar 2km atau menggunakan ojek dengan tarif Rp. 15.000,- sampai ke lokasi.  Dan kebetulan perjalanan ku waktu itu menggunakan sepeda motor. Ini merupakan kali pertamaku menuju pantai dengan melewati perbukitan. Kondisi jalan yang sempit juga naik turun memang cukup memacu adrenalin, disinilah nyali #beranitraveling dibuktikan. Akan tetapi aku tetap menikmati setiap putaran roda yang melaju membawaku semakin mendekat tujuan. Kanan kiri jalan disuguhkan dengan hamparan kebun jagung dan beberapa pohon coklat. Tanpa rasa menyesal akhirnya akupun sampai. Setiap  kita #beranitraveling harus siap dengan kondisi apapun yang akan kita lewati di perjalanan. Karena untuk mendapatkan sesuatu yang indah emang butuh perjuangan kan? Hehe

Spot di Tanjung Tua

Sesampainya di Tanjung Tua cukup membayar tiket parkir sebesar Rp.5.000 dan tiket masuk Rp.5.000/orang.   Para penduduk lokal juga pemandu wisata sangat ramah menerima setiap pengunjung. Fasilitas yang tersedia sudah ada warung kecil dan mck yang masih dalam tahap proses penyempurnaan.

Dari awal aku emang mau ke pantai yang masih alami gitu. Dan i can get it on Tanjung Tua beach. Suasananya asli bikin nyaman banget. Jumlah pengunjung yang pada saat itu ga begitu ramai benar – benar membuat aku menikmati penuh keindahan Pantai Tanjung Tua. Angin dengan lembut menyambutku, deburan ombak menyapa, butiran pasir putih halus nan lembut menuntun untuk ku tapaki. Aku mendekat ke bibir pantai merasakan sensasi luar biasa ciptaan Tuhan. Lalu, aku berjalan ke sudut utara pantai dan menatap batuan berlapis yang terbentuk dari lava sisa letusan Gunung Krakatau 1883. Dari batu lapis ini terlihat keberadaan Gunung Anak Krakatau dan pulau sebesi.

Batu lapis yang terbentuk akibat letusan Gunung Krakatau 1883
Pemandangan indah diiringi deburan ombak, serta semilir angin cukup menebus lelahnya perjalanan

Selain batu lapis masih ada spot indah yang wajib dikunjungi di Tanjung Tua yaitu Pemandangan yang dilihat dari atas mercusuar dengan ketinggian 130m. Untuk sampai ke mercusuar harus hiking terlebih dahulu menuju keatas bukit. Atas dasar #beranitraveling aku menaiki satu per satu anak tangga dengan penuh hati-hati meskipun tanpa pengaman mercusuar ini cukup aman ko tapi buat kawan yang phobia ketinggian jangan memaksakan diri ya dari bawah mercusuar juga udah cukup indah kok 🙂

Tempat yang pas melepas penat
Pemandangan dari atas mercusuar

Begitu sampai diatas mercusuar sungguh luarbiasa keindahan pelosok Indonesia ini. Berkali- kali aku menghirup nafas dengan dalam menikmati suasana yang begitu menenangkan. Hamparan kebun jagung, pepohonan, tersulap bak sabana yang dikelilingi lautan luas. Ini adalah perjalanan sempurna bagiku, menikmati satu destinasi  dengan banyak spot sekaligus sudah menjadi hadiah berlipat atas perjalanan.

Selain itu, Tanjung Tua juga merupakan Surga para pemancing karena di perairan ini menghasilkan banyak ikan besar. Tidak jarang Pantai Tanjung Tua dijadikan tempat mancing dalam berbagai event besar.  Ah, semua suguhannya membuatku betah berlama-lama disini dan ingin melupakan jam pulang hehe. Tapi senja pun tiba dan mengajarkan caranya berpamitan. Aku tidak pernah lupa, ada surga di ujung selatan pulau Sumatera yang akan selalu aku rindukan.

Senja dari atas bukit Tanjung tua

 

About dianita

Check Also

Berani Travelling ke Negeri Para Raja

Bagi saya, keindahan Indonesia itu nomor SATU. Dan jika harus memilih bagian Indonesia yang paling …

Leave a Reply

WordPress spam blocked by CleanTalk.