Banda Neira dengan Pemandangan Alam dan Kenangan Sejarah

0
460

Mencoba berbagi mengenai pengalaman menjelajah pelosok negeri, maka ada sebuah pulau yang tak boleh terlewati. Banda Neira namanya. Sebuah pulau kecil di Kepulauan Banda, Maluku Tengah. Mungkin nama ini terdengar asing, tak seperti destinasi di Indonesia Timur yang lain, misal Raja Ampat, Morotai ataupun Kei. Namun jika membahas soal pesona alam yang dimiliki, maka Banda tak kalah luar biasa menarik.

Melancong jauh ke Banda dan menelusuri pulau tak seberapa besar ini, kita akan mendapati bahwa Banda sangatlah eksotis. Pemandangan alam yang indah alami sungguh dapat menenangkan hati. Mengitari pulau ini dan melihat ke segala sisi pun selalu ada yang menarik perhatian pasang mata ini. Ya, itu si gagah Gunung Api, Gunung Api Banda namanya. Yang menjadi salah satu pemandangan alam yang dapat dinikmati dari pulau ini.

Gunung Api Banda merupakan gunung vulkanik yang sampai saat ini masih aktif. Dengan ketinggian sekitar 656 meter di atas permukaan laut, Gunung Api ini dihuni oleh 23 jenis burung endemik. Dengan keunikan ini, menjadikan Gunung Api Banda sebagai salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki keendemikan satwa paling tinggi terutama dari keberagaman jenis burung. Bagi kamu para pemberani, bila berkunjung ke Banda Neira pun boleh coba uji nyali untuk mendaki gunung ini. Hanya perlu menyebrang beberapa menit menggunakan katinting, kamu sudah bisa sampai di kaki Gunung Api. Menikmati pemandangan dari puncak Gunung Api, apalagi bisa menyaksikan matahari terbit di sini tentu akan menjadi pengalaman yang menarik.

Selain gunung, masih ada hal lain lagi yang dapat dinikmati dari Banda. Sebagai kepulauan tentu tak hanya ada satu pulau di sini. Masih ada pulau lain seperti Pulau Run, Ay, Nailaka, dan Hatta. Masing-masing pun mempunyai pesona alam dan bawah laut yang tak biasa. Contohnya saja Pulau Hatta, pulau yang cukup favorit bagi saya. Mungkin pemandangan pulau dengan hamparan pasir putih dan laut biru jernih itu hal yang biasa. Namun di sini ada satu hal yang tak ditemukan di tempat lain. Cukup berjalan beberapa meter dari bibir pantai, kita bisa mencoba sensasi berdiri di pinggir jurang yang curam di tengah laut dangkal sambil melihat palung laut yang dalam. Mengerikan tapi cukup unik bukan?

Bagi kamu para penyelam, wisata bawah laut di Banda Neira juga tak boleh terlewatkan. Banda Neira dikenal sebagai salah satu spot menyelam terbaik di Indonesia, dengan keanekaragaman terumbu karang dan jenis ikan yang berlimpah. Tak heran bila Banda Neira ternyata cukup terkenal tak hanya bagi kalangan penyelam dalam negeri, namun juga hingga mancanegara. Itu pun terbukti ketika berada hampir seminggu di Banda, aku mengamati bahkan lebih banyak wisatawan mancanegara daripada lokal.

Begitulah Banda Neira, penuh dengan kekayaan alam yang berlimpah. Namun masih ada lagi nih kekayaan yang tak terlupakan dari Banda, yaitu kenangan sejarah.

Jika menilik ulang sejarah dan mengingat kembali pelajaran sejarah yang diajarkan saat di bangku sekolah, kalian mungkin mengingat kalau dulu Indonesia pernah dijajah oleh bangsa Eropa seperti Portugis, Inggris, Belanda. Alasan bangsa Eropa berlomba memperebutkan dan ingin menjajah Indonesia ini pun tak lain karena satu hal, yaitu rempah-rempah.

Nah, membahas mengenai sejarah ini maka nama Banda Neira tak terpisahkan. Sebagai salah satu pulau penghasil rempah terbaik di dunia, Banda pun pernah menjadi sorotan dunia dan incaran penjajah Eropa. Hingga bangsa Belanda yang kala itu datang pun rela menggunakan berbagai cara untuk menguasai Banda dan memonopoli perdagangan pala dunia. Dari melakukan pembantaian massal rakyat asli Banda hingga menukarkan salah satu pulau di kepulauan Banda dengan pulau Manhattan di Amerika.

Singkat cerita karena sejarah Banda Neira inilah, semakin menarik perhatianku untuk menjelajahinya. Menelusuri lebih dalam lagi, ternyata masih banyak lagi kenangan sejarah di sini. Jika menyusuri jalanan di Banda Neira, kalian pun masih dapat melihat tempat-tempat peninggalan sejarah, seperti Benteng Belgica, Nassau, Gereja Tua, Istana mini, hingga rumah pengasingan tokoh Indonesia seperti Bung Hatta.

Berada di Banda Neira benar-benar serasa membawa kita kembali mengenang masa lalu dan belajar tentang sejarah. Jadi aku pun setuju bila ada yang menyebutkan Banda bagaikan museum sejarah alami.

Kurang lebih begitulah pesona dari pulau Banda Neira yang dapat ku bagi. Pulau kecil tersembunyi yang kaya akan pesona alam yang dapat dijelajahi, alam bawah laut yang dapat diselami dan kenangan sejarah yang dapat dipelajari.

Bagi kamu penjelajah pelosok negeri yang ngaku #beranitraveling, ayo coba ke sini! Jelajahi pulau rempah satu ini!

Sedikit informasi lagi mengenai cara mencapai Banda Neira ini. Untuk bisa sampai di pulau ini kamu perlu mempersiapkan diri, karena perlu berganti berbagai moda transportasi dan bisa memakan waktu hingga 1 hari. Pertama bila dari Jakarta, perlu terbang dulu ke Ambon. Lalu dilanjutkan perjalanan darat menuju Pelabuhan Tulehu yang kurang lebih 1 jam. Dan terakhir menggunakan kapal cepat Express Bahari. Namun sayang, tak seperti namanya yang express, kamu tetap perlu terombang ambing dulu di tengah lautan kurang lebih 6 hingga 7 jam lagi baru sampai di sini. Ya, kelihatan cukup panjang dan melelahkan bukan? Namun kalau sudah #beranitraveling, seberapa jauh dan berat perjalanan pun pasti bisa dilalui.

WordPress spam blocked by CleanTalk.