#BeraniTraveling Menikmati Golden Sunrise di Lereng Gunung Sumbing dan Sindoro

0
291

Ayam tetangga berkokok membangunkanku. Langit masih gelap dan sebentar lagi azan subuh. Setelah subuh, ayo siap-siap. Aku akan mengajakmu ke Desa Tlahab, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung. Cuma 20 menit naik motor dari tempat tinggalku, yaitu Kecamatan Parakan.

Jangan lupa bawa kamera dan pakai jaket tebal ya. Di Kledung dingin. Aku takut kamu tidak kuat, tapi kita tetap harus #BeraniTraveling . Setelah memanaskan motor, kita akan berangkat ke Posong. Iya, aku akan mengajakmu menikmati sunrise di sana.

Yuk berangkat. Dari Parakan, kita akan berangkat ke arah Wonosobo. Sampai dekat Balai Desa Tlahab, kita akan menemukan gapura dengan penunjuk arah ‘ke Posong’.

Itu dia. Mari masuk. Siapkan uang ya. Beberapa meter lagi kita akan sampai pada loket pembayaran tiket. Tenang, biaya masuk Posong ini tidak mahal kok, cuma 7000 rupiah, ditambah parkir motor 1000 rupiah. Murah kan?

Ah, ya. Aku belum memberi tahumu. Posong ini adalah wisata alam yang terletak di lereng Gunung Sumbing dan Sindoro dengan ketinggian sekitar 2000 mdpl. Kita berasa mau muncak, tapi naik kendaraan. Naik motornya pelan-pelan saja, karena jalanannya masih bebatuan dengan kanan kiri tanaman kopi dan tembakau. Masih gelap lagi, maklum habis subuh. Jalanan menuju Posong ini sengaja dibiarkan seperti ini oleh warga sekitar,  tidak diaspal atau paving supaya tetap asri katanya.

Yak, setelah capek bergetar-getar di atas jok motor, kita sudah sampai di parkiran Posong. Lihatlah, langit sudah menampilkan semburat jingga pertanda sang surya akan segera muncul dari peraduannya.

Semburat jingga pertanda matahari akan segera terbit (sumber: koleksi pribadi)

Sambil menyiapkan kamera, mari kita cari spot foto yang bagus. Di Posong ini banyak gazebo yang bisa kita gunakan untuk duduk-duduk sambil berfoto, ataupun menikmati pemandangan. Nanti deh, kalau matahari sudah melambung tinggi, kita bisa foto-foto dengan cahaya yang terang.

Sedikit ke atas, ada pintu masuk lagi menuju spot-spot yang dijamin keren untuk foto-foto. Tapi harus bayar 10.000 ya perorang. Murah kan? Sebanding lagi dengan pemandangan yang disuguhkan.

Hei, kamu tahu Pangeran Diponegoro? Iya, dia adalah pahlawan yang ketika menghindar dari pasukan Belanda dulu, pasukan beliau berlindung di Posong. Tempat ini aman dan jauh dari pemukiman penduduk, jadi aman untuk berlindung dari musuh. Tapi sayang, ternyata tempat persembunyian ini diketahui oleh pasukan Belanda. Tenang, pasukan Pangeran Diponegoro berhasil melarikan diri sebelum pasukan Belanda menemukan mereka. Alhasil, musuh hanya mendapati pos berlindung yang sudah kosong. Tercetuslah nama Posong, yaitu Pos yang telah Kosong.

Wah, matahari sudah mulai terbit. Ayo siapkan kamera kita. Hmm tempat ini tinggi, lihatlah. Kita berasa sedang di puncak gunung dan di tengah-tengah awan. Sampai-sampai pemandangan di bawah sana, rumah-rumah, sawah-sawah dan pepohonan tidak terlihat.

Oh ya, kamu pasti kedinginan ya? Rapatkan dulu jaketmu. Nikmati saja angin dingin yang mulai menusuk tulangmu. Kamu harus tahan, setelah ini akan kita akan minum kopi panas dan makan mendoan. Sekarang warungnya belum buka. Hihi.

Matahari mulai menyembul ke atas. Cekrek cekrek cekrek. Ayo abadikan dari berbagai sudut. Indah sekali bukan? Matahari terbit dikelilingi gunung-gunung dan tanaman tembakau.

Gunung Sumbing dan tembakau (sumber: koleksi pribadi)

Aku pun tak tahan untuk foto-foto.  Meskipun siluet, tetap indah bukan? Berposelah selagi matahari belum sampai atas. Saking asiknya, tidak terasa ya, awan-awan yang menyelimuti pemandangan sudah pelan-pelan menghilang. Langit sudah tidak jingga lagi. Sudah biru cerah.

Posong dengan latar belakang Gunung Sindoro (sumber: koleksi pribadi)
Spot foto yang instagrammable (sumber: koleksi pribadi)

Langit semakin cerah. Aku sudah mulai tidak kedinginan lagi. Yuk, kita ke gazebo dan pesan kopi maupun gorengan. Kita juga bisa pesan susu, jahe, mie instan, maupun makanan anget-anget lain sambil menikmati pemandangan. Di sini kita juga bisa melihat tujuh puncak gunung di Jawa Tengah, yaitu puncak Gunung Merapi, Sumbing, Sindoro, Merbabu, Telomoyo, Ungaran, dan Gunung Muria. Mari kita hitung. Kalau tidak sampai tujuh, berarti ada puncak yang tertutup awan.

Bagaimana? Menikmati alam tidak harus mahal bukan? yang terpenting #BeraniTraveling ! Nikmat Tuhan yang mana lagi yang kau dustakan?

 

-VA-

WordPress spam blocked by CleanTalk.