#EigerTropicalAdventure Teman Ngopi, Mendaki, dan Selfi !

0
97
YDXJ1d595 copy
Mendaki, ngopi dan selfi adalah kegiatan yang sulit untuk dipisah. Siapa yang setuju ?

Untuk orang-orang yang mempunyai rutinitas bekerja dengan jadwal yang padat dan membosankan, stress adalah salah satu penghambat produktifitas. Ketika stress datang, seakan semua inspirasi tidak bisa terpikirkan begitu saja. Parahnya lagi, stress tidak bisa diobati dengan cara yang biasa. Mungkin hanya perlu keluar rumah, pergi ke desa dan menghirup udara segar disana. Tapi masing-masing dari kita pasti punya obat ampuh untuk penyakit yang satu ini, stress. Ahh, sudahlah lama-lama kalian bisa stress juga ini baca tulisanku.

Ketika melihat postingan Instagram bahwa #Pigijoxeiger mengadakan tantangan untuk bercerita pengalaman seru menggunakan EIGER saat traveling. Saya merasa tertantang untuk ikutan, meskipun tulisan saya mungkin masih belum rapih.

Baiklah saya akan mulai bercerita, jadi saya adalah pengguna produk EIGER EFFORT 24. Tas ini saya beli beberapa tahun yang lalu, biasa saya pakai untuk pergi ke kantor setiap hari. Tas kapasitas 24 liter dengan bahan kain Polyester 60D kombinasi Nylon Cordura 400TD, dengan Kompartemen utama dilengkapi slot laptop, kompatermen depan dan 2 saku samping. Setahun terakhir aku mulai menggunakan tas ini untuk mendaki, jadi ini yang aku bilang tadi bahwa produk #EigerAdventure ini adalah teman mendaki, ngopi dan selfi, sekaligus teman ngantor.

Aku mendaki untuk menghilangkan stress !

Gunung Arjuno, Gunung Welirang, dan Gunung Penanggungan, adalah gunung yang pernah aku ‘singgahi’ puncaknya bersama tas Eiger Effort 24 ini. Tas kapasitas 24 liter ini cocok untuk melakukan ‘summit attack’ (pendakian lanjut menuju puncak) atau pendakian gunung dengan jalur yang pendek. 

Puncak Gunung Welirang 3156 Mdpl

Gunung Welirang adalah sebuah gunung berapi aktif dengan ketinggian 3.156 mdpl yang secara administratif terletak di perbatasan Kota Batu, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia. Gunung Welirang berada dalam pengelolaan Taman Hutan Raya Raden Soerjo. Letaknya yang bersebelahan dengan Gunung Arjuno, Gunung Kembar I, dan Gunung Kembar II. Puncak Gunung Welirang terletak pada satu punggungan yang sama dengan puncak gunung Arjuno, sehingga kompleks ini sering disebut juga dengan Arjuno-Welirang.

Pos Pondokan Pondokan

Pondokan adalah salah satu pos atau tempat mendirikan tenda favorit para pendaki sebelum melajutkan ke puncak Arjuno maupun Welirang, karena terdapat tempat mendirikan tenda yang luas dan sumber air bersih. Dinamakan Pondokan karena di tempat ini banyak gubuk kecil atau pondok sebagai tempat tinggal penambang dan penyimpanan belerang. Untuk sampai di pos pondokan dibutuhkan waktu kurang lebih 7 jam melewati trek makadam. Jalur makadam di jalur Arjuno-Welirang via Tretes ini berupa batuan yang tersusun tidak rapi dan dominan batu lancip menghadap atas berbeda dengan jalur Gunung Lawu via Cemoro Sewu yang tersusun rapi. Menurut info itu berfungsi sebagai pijakan ban mobil pengangkut belerang.

Dari pondokan menuju Puncak Welirang dibutuhkan waktu kurang lebih 3 jam dengan trek berbatu yang terus menanjak. Sekitar 2 jam perjalanan akan tiba di pos lapangan, berupa dataran yang luas dan terbuka. Selain sunrise yang keren, disini banyak bunga edelweis. Setelah pos lapangan akan melewati sisi bukit dimana salah satu sisinya jurang. Mendekati batas vegetasi aroma belerang sudah mulai tercium dan terlihat asap mengepul dari kawah. Puncak Welirang tidak begitu luas. Jika sedang cerah, pemandangan 360º sangat keren.

Aku dan #EigerAdventureBerhenti sejenak, sambil mengatur nafas mari kita nikmati ini

Awan dibelakang itu sangat indah seperti tikar yang akan digelar

Tim hore !

Bukit yang paling tinggi itu adalah puncaknya

Di belakangku itu Kaldera Gunung Welirang

Puncak Welirang 3156 Mdpl

Menikmati lautan awan

#BeraniTravelingwithEiger Puncak Welirang di atas awan

Jadi tas effort ini saya pakai saat perjalanan menuju Puncak Welirang dari pos pondokan. Semua bekal untuk ke puncak masuk ke dalam tas kapasitas 24 liter ini, dan saya tidak merasa berat artinya ini sangat nyaman. Terlihat kecil dan imut memang, tapi tas ini sangat recomended untuk “summit attack”.

Oke, satu lagi cerita #BeraniTravelingwithEiger saya saat mendaki Gunung Penanggungan.

Gunung Penanggungan atau Gunung Pawitra adalah gunung dengan ketinggian 1653 Mdpl yang terletak di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Mojokerto (sisi barat) dan Kabupaten Pasuruan (sisi timur), Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Gunung Penanggungan ini sering disebut sebagai miniatur dari Gunung Semeru, karena bentuknya yang sangat mirip. Menurut kepercayaan Jawa, Gunung Penanggungan merupakan salah satu bagian Puncak Mahameru yang dipindahan oleh penguasa alam.

Puncak Pawitra 1653 Mdpl

Terdapat banyak jalur pendakian untuk menuju Puncak Gunung Penanggungan, tapi jalur Tamiajeng merupakan jalur resmi yang paling populer karena waktu pendakian yang singkat. Tidak ada sumber air sepanjang jalur, jadi persiapkan air dari bawah.

Dari pos perijinan sampai pos 2 kita akan melewati jalur tanah berbatu yang landai. Selanjutnya mulai masuk hutan dan jalur berubah menjadi tanah yang terus menanjak tidak ada habisnya. Perlu waktu sekiar 4 jam untuk sampai Pos Bayangan. Ada 4 pos sepanjang jalur sebelum sampai Pos Bayangan, di pos inilah tempaat favorit mendirikan tenda. Karena besok pagi saya harus ke puncak untuk melihat sunrise.

Pos Bayangan ini tempatnya lumayan luas tapi sedikit miring, cukup untuk menampung banyak tenda. Jika sedang cerah Puncak Penanggungan terlihat sangat jelas.

Saya bangun jam 03.00 WIB pagi itu, bersiap menuju puncak. Kusiapkan tas Eiger Effort 24 ini, dengan membawa peralatan ngopi dan makanan ringan. Untuk sampai puncak dari pos bayangan diperlukan waktu sekitar 1 jam.

ngopi pagi di puncakNgopi !

Sampai puncak angin bertiup sangat kencang, aku rasa memang kopi ini tepat sekali.

Tak lupa Selfi !

Saat matahari mulai nampak, langit mulai berubah warna menjadi biru kekuningan. Inilah saat yang tepat untuk mengabadikan diri. Selfi !

Deretan Gunung Arjuno-Welirang terlihat jelas dari Puncak !

Aku memutuskan untuk melanjutkan ke puncak sebelah utara.

Dari sini Puncak Penanggungan atau Pawitra sangat cantik, langit sangat cerah pagi itu. Aku tidak bisa menceritakan keindahan itu, biarlah foto-foto ini bercerita bagaimana birunya langit pagi itu.

Di puncak sebelah sana nampak ramai sekali

Langit biru pagi itu

Aku yakin mereka sedang selfi !

Setelah puas mengelilingi puncak, saya memutuskan untuk turun. Perjalanan turun dari puncak menuju tenda(Pos Bayangan) perlu waktu sekitar 1 jam. Jalur berbatu yang curam menuntut langkah kaki ini harus selalu waspada.

Dari sini terlihat warna-warni tenda pendaki di Pos Bayangan

Berhenti sejenak di batu yang biasa menjadi spot foto favorit saat ke penanggungan.

Puncak sangat cerah pagi itu

Sampai tenda sekitar pukul 10.00 WIB, lanjut siap-siap masak untuk sarapan. Setelah itu packing untuk pulang.

Jadi ini cerita #BeraniTravelingwithEiger versi-ku. Bagaimana #EigerTropicalAdventure sangat nyaman dibawa mendaki. Meskipun tas ini awalnya adalah teman kantor.

#EigerTropicalAdventure

#BeraniTravelingwithEiger

 

WordPress spam blocked by CleanTalk.