“Traveling with Eiger : Amazing Experience in Lawe Waterfall”

0
148
IMG_20180526_150014

          Hai eigerian di seluruh nusantara, seberapa greget kalian traveling di Ramadhan kali ini?. Me? Dibawa enjoy aja bro, nggak masalah mau traveling kapan pun, kemana pun, asalkan barengan sama sohib gue “Eiger”. Karena kualitasnya yang ajib dan daya tariknya itu. Berasa harus sebulan sekali ke outlet eiger di Semarang. Asli Semarang soalnya, hehe. Untuk sekedar more information nih, nama Eiger itu berasal dari sebuah gunung di pegunungan Alpen. Didirikan oleh Pak Ronny Lukito pada tahun 1993. Outlet pertamanya berada di Cihampelas, Bandung. Jadi semua perlengkapan outdoor Eiger itu adalah produk lokal asli karya anak bangsa.

Di coret-coratan singkat ini, gue mau story telling tentang “Traveling with Eiger : Amazing Experience  in Lawe Waterfall”. Baca, bayangin, sembari ngoreksi bahasa inggris gue yak, hehe..

          Ceritanya dimulai ketika gabut melanda, dosen gak masuk padahal posisi udah di kampus dari pagi. Jadi untuk menghilangkan energi negatif kekecewaan gue pada hari itu, gue milih ngabuburit anti mainstream. When another couple spend their time at mall, gue ke Curug Lawe. Yang kalau di pikir-pikir itu butuh perjalanan 2,5 km, puasa…nanti kalau nggak kuat resikonya batal, dadakan takut ada apa-apa. Iya, memang setiap langkah yang kita ambil ada konsekuensi yang menunggu. Well, kalau di pikir terus tanpa realisasi kan itu berakhir di pengandaian belaka.

          Perjalanan kita, alias gue dan dia the apple of ma eye. Dimulai setelah sholat dzuhur, karena butuh 1 jam lebih dari kampus untuk menuju lokasi Curug Lawe yang berlokasi di Ungaran. Awalnya gue cuma bilang mau ngajak ngabuburit, jadi dia belum ada bayangan. A few moment later…. diomelin “Lha kok kesini si mas, aku kan ga safety ini. Sepatu beginian, tas selempang, nggak ada persiapan”. Dia ini perfeksionis, maaf.. jadi apa-apa itu musti terencana mateng. Dua kilo diomelin nggak apa-apa, pelajaran hari ini I hope she get it.

          Setelah membayar tiket, seharga 10k untuk 2 orang itu sudah mencakup parkir motor. Kita langsung deh bareng pengunjung lain menuju air terjun. Pertama kita melewati jalan setapak perkebunan cengkeh, sampai di anak tangga pertama itu berupa turunan yang menuntun kita menjauhi parkiran. Ya iyalah ya. Rasanya asri, adem, sejuk hawanya jauh dari polusi. Karena itu kan berada di 950 mdpl ya.. dekat dengan perkebunan teh gunung Ungaran. Pemandangan kanan jalan, ada sungai kecil yang digunakan sebagai pengairan warga sekitar. Di sebelah kiri ada jurang. Di belakang ada orang spesial gue.

          Oke, tadi kan temanya traveling with Eiger. Ada beberapa barang Eiger yang emang setiap hari gue pakai. Ada dompet eiger yang masih awet aja dari jaman SMK, tas eiger yang sekarang gue pakai ini gue suka banget, dibawa kuliah ok, dibawa backpacker-an ok, dan yang paling istimewa menyala di kegelapan. Maksud gue ada garis di tas bagian depan yang bisa memantulkan cahaya. Ada tas P3k Eiger juga, kalau itu memang selalu ada di jok motor. Waspada kalau ada kecelakaan di jalan, bisa berguna bagi pribadi dan orang lain.  Untuk sepatu, ini juga biasa gue pakai kalau ke kampus.

          Sepanjang perjalanan menuju air terjun, di kanan dan dikiri ada tenda biru, warung tenda maksudnya, atapnya terpal warna biru yang menyuguhkan minuman dan makanan menurut warga setempat yang berpapasan di jalan. Karena ini puasa ya ibu-ibunya cuti bersama.

Curug Lawe ini berdekatan dengan Curug Benowo, jaraknya terpaut 1 km. Untuk yang ingin ke Curug Benowo saat di persimpangan bisa mengambil arah kiri.

 Ciri khas dari Curug Lawe adalah banyaknya jembatan yang berada di objek wisata ini. Ada satu jembatan yang paling panjang, yaitu “Jembatan Romantis” yang warnanya merah. Menurut gue ini jembatan paling serem, karena pas ngeliat kebawah rasanya ngilu banget kurang lebih tingginya 20 meter. Setelah melewati pos CLBK perjalanan yang seseungguhnya di mulai, disitu kita disambut anak tangga dan temen-temen tangga. Pohon semakin ke dalam semakin besar diameternya. Di saat rasanya pengen mengibarkan bendera putih munculah tulisan 600 meter lagi menuju Curug Lawe, sejak ada tulisan itu jadi semangat, saking girangnya di dokumentasi sama doi. Seperti gambar di bawah ini :

At least, seger surprisenya! Air terjunnya unik tebingnya cekung lebar sekali dan airnya kenceng. Eigerian sekalian kalau main di air terjun manapun jangan pernah mandi di bawah kucuran airnya ya, berbahaya siapa tahu ada ranting atau pohon yang meluncur dari atas bersama air.

Dibawah ini momentum ngabuburit kami, pukul 4 kami bergegas berjalan pulang dan sampai di parkiran pukul 5 lebih 10 menit di lanjutkan perjalanan mencari takjil.

Traveling dalam keadaan puasa tenyata aman, kami berhasil melewatinya. And, the point is.. ketika scene kehidupan berjalan sesuai rencana itu adalah hal biasa. Faktanya, seringkali momentum indah tercipta karena kebetulan. Setuju nggak? So, let a half of your day for surprise.

#BeraniTravelingWithEiger #Pigijoxeiger #EigerTropicalAdventure

Yang penasaran gimana serunya ngabuburit kami di Curug Lawe Check this out guys!

WordPress spam blocked by CleanTalk.