5 Perbedaan Jalan-Jalan ke Luar dan Dalam Negri

0
174
Kelebba-Maja33

Jalan-jalan atau travelling tentunya sudah menjadi sebuah kebutuhan terutama di zaman yang semakin modern ini. Teknologi yang kita miliki sekarang juga memudahkan kita dari mulai mencari informasi sampai pembelian dan pembayaran hotel, tiket pesawat, dan lainnya. Dari kemudahan itu pastinya semakin mendorong kita untuk travelling baik di indonesia maupun luar negri, nah sebelum memutuskan mau travelling ke dalam atau luar negri. Baca dulu yuk apa aja sih 5 perbedaan travelling ke dalam dan luar negri menurut @salsasabila?

1.     Budaya dan bahasa

Hal yang paling terlihat dan terasa perbedaannya pasti bahasa dan budaya. Indonesia memang memiliki banyak sekali budaya dan bahasa, namun kita punya bahasa indonesia yang memudahkan kita ketika travelling ke daerah-daerah di indonesia. Budaya sendiri kita mudah belajar dengan warga local karna lebih mudah berkomunikasi.

Sedangkan diluar negri tentunya kita harus pakai bahasa asing minimal bahasa inggris, namun perlu diingat ada negara-negara yang memiliki rasa nasionalisme tinggi akan bahasanya, contohnya jepang dan mongolia. Dijepang dan Mongolia masih agak susah menemukan warganya yang lancar atau sekedar mengerti bahasa inggris.

Jadi tipsnya kalau ingin bepergian ke luar negri browsing dulu budaya kebiasaan apa sih yang sensitive di negara yang akan kita kunjungi dan jangan lupa siapkan aplikasi pendukung komunikasi kita dengan warga local, contohnya google translate!

2.     Membanding-banding kan dengan Indonesia

Kalau mengunjungi destinasi wisata di suatu negara, masyarakat Indonesia punya kebiasaan untuk langsung mebanding-bandingkan dengan destinasi di Indonesia. Kenapa sih? Karna negara kita punya kekayaan pariwisata yang luar biasa. Contohnya kalau kita ke Pamukkale Turki, pasti langsung terbayang kawah putih di Bandung.

Pamukkale, Turki [source:https://club.iyaa.com/]

Kawah Putih, Bandung [source: http://cdn2.tstatic.net/]

Lalu mengunjungi rainbow mountain di inner Mongolia, langsung juga membandingkan dengan rainbow mountain di Kalebba Maja, NTT.

Rainbow Mountain, Inner Mongolia [souce: http://disk.mediaindonesia.com]

Kalebba Maja, NTT [source: https://jalanwisata.id/]

Dan masih banyak lagi destinasi wisata luar negri yang hampir serupa dengan destinasi wisata di Indonesia, hal itu yang membuat kita ketika berwisata jadi membanding-bandingkan perbedaan dan persamaan destiasi wisatanya. Tapi pastinya selalu berakhir pada bangganya kita jadi warga Indonesia!

3.     Pusing dengan visa, passport, dan currency

Passport Indonesia [Source:https://www.google.com]

Kalau bepergian di Indonesia tentunya kita tidak perlu memikirkan pengurusan visa, passport dan mata uang. Tapi kalau ke luar negri kita harus tau apakah negara yang kita kunjungi memerlukan visa ? bagaimana cara mengurusnya ? berapa lama waktu yang dibutuhkan ? dan berapa biaya untuk pengurusannya ? tiap negara memiliki regulasi yang berbeda-beda jadi kita harus rajin untuk cari tau, atau bisa langsung hubungi perwakilan kedutaan negara yang ingin kita kunjungi. Sampai saat ini terdapat kurang lebih 70 negara bebas visa untuk WNI, tentunya dengan regulasi tertentu yang informasinya sudah mudah didapatkan di internet.

Untuk passport sendiri pastikan ketika berangkat masa berlakunya sangat minimal 6 bulan sebelum tanggal kadaluarsa paspor. Tapi tidak jarang juga terdapat negara yang menetapkan masa berlaku paspor minimum 12 bulan untuk memasuki negaranya. Jadi selalu perhatikan ya masa berlaku paspor apabila ingin bepergian ke luar negri!

Tidak lupa tiap negara memiliki mata uang masing-masing, tiap traveler pun punya gaya masing-masing dalam menghadapi persoalan mata uang ini. Ada yang langsung menukarkan rupiah ke mata uang asing di Indonesia, ada yang menukarkan dulu ke dollar US lalu baru ke mata uang asing (yang bukan USD), ada yang hanya membawa kartu debit lalu mengambilnya di mesin ATM di negara tujuan, dan lainnya. Pada intinya gunakan cara yang menurutmu paling nyaman, tapi pastikan ya kamu sudah prepare! Jangan sampai saat mau jajan jajan di luar negri bayarnya mau pakai rupiah:p.

4.     Barang bawaan lebih ribet

Dengan perbedaan harga, budaya, cuaca dan lain sebagainya. kita harus mempersiapkan dengan baik barang-barang yang kita butuhkan, dari mulai hal kecil seperti peralatan mandi sampai baju dan obat-obatan. kenapa sih ? ada banyak faktor kenapa kita harus mempersiapkan dengan baik dan agak lebih “ribet” dibanding bepergian di negara sendiri. Faktor pertama apabila kita bepergian pada musim dengan suhu rendah, pastinya kita harus membawa jaket dingin yang tebal, baju berlapis, sepatu tertutup, dan aksesoris penunjang lainnya seperti topi dan sarung tangan. Namun untuk faktor cuaca dingin kita bisa menghemat space koper dengan membeli baju berteknologi heat tech  yang tidak terlalu tebal namun menjaga badan agar tetap hangat.

Heat Tech shirt [source: https://www.google.com]

Kekhawatiran akan ada atau tidaknya barang yang biasa kita gunakan di negara tujuan juga menjadi faktor bertambahkan barang bawaan kita. Seperti alat mandi (sabun, odol, sampo, dan lainnya), obat-obatan pribadi, cemilan dan penambah kenikmatan makan (sambel, kering tempe, dan lainnya), sampai koyo.

5.     Membuka wawasan

Hal ini pasti dirasakan setiap wisatawan yang berwisata ke negara lain, baik negara maju maupun berkembang seperti Indonesia. Apabila berwisata, kita cenderung akan memerhatikan dan mengikuti budaya dan kebiasaan masyarakat di negara tujuan. Kita akan menyadari bahwa dunia itu luas, ada berbagai jenis adat kebiasaan manusia yang tidak bisa kita paksakan untuk menjadi sama. Bercengkrama dengan warga lokal atau mengunjungi area dimana masyarakat lokal beraktifitas akan memberikan pandangan baru bagi diri kita atau sekedar menjadi cerita untuk berbagi wawasan saat kembali ke keluarga dan teman.

WordPress spam blocked by CleanTalk.