Travelling Dengan Keluarga Bukan Masalah, Yuk Liat Caranya ala Tesya’s Blog

0
149

Buat kalian yang suka travelling dan penasaran bagaimana hidup seorang travel blogger, wajib banget pantengin artikel kali ini. Karena hari ini aku bakal interview travel blogger yang sudah menulis 4 buku travelling bersama keluarganya.

Artikel kali ini akan berlanjut menjadi dua artikel, ya.

Kenapa? Karena semuanya sangat informatif dan memotivasi.

Okay, Let’s move on to the interview!

Tesya Sophianti Meriam, seorang istri dan sekaligus ibu dari kedua anaknya adalah seorang tavel blogger yang menulis kisah-kisah travellingnya nya di www.tesyasblog.com, blog yang sudah berjalan dari tahun 2006 ini  bermula dari hobi Tesya dengan suaminya untuk menuliskan tempat-tempat makan di Bandung yang mereka sukai dan kunjungi setiap minggu. Namun karena mereka menjadi sering berpergian, mereka mulai menuliskannya di dalam blog.

“Tagline blog kami adalah “Travel Begins With A Dream” Saya ingin pembaca blog saya tidak takut bermimpi untuk menjelajah dunia. Dan melalui tulisan yang saya share, saya harapkan dapat membantu pembaca untuk mewujudkan mimpi travel mereka. Karena itu, tulisan saya buat detail dan dilengkapi dengan foto.”

Gaya travelling Tesya dengan suaminya adalah backpacker, ia memberi tahu bagaimana travelling dengan budget yang terbatas saat pergi ke daerah atau luar negeri dengan nyaman bersama keluarga. Juga bagaiman cara mendapatkan tiket pesawat dengan harga murah, karena biasanya tiket pesawat saat pergi bersama keluarga memakan 60% budget perjalanan.

Mereka berdua adalah pecinta kopi, sering kali mereka travelling untuk mencari coffeeshop yang enak di Instagram. Dan itulah awal mereka membuka kios kopi mereka sendiri dan diberi nama “mr.husband” yang berada di Pasar Intermoda BSD. Nama mr.husband karena Tesya menyebut suaminya di blog dengan sebutan “mr.husband”.

Mereka juga sedang dalam proses pembuatan penginapan “re-sign bed & bike” di daerah gunung kidul Yogyakarta. Lokasinya sekitar 5 menit naik mobil ke Goa Pindul. Ide membuat re.sign bed & bike ini juga karena perjalanan yang mereka lakukan saat menginap di villa Omah Kemala, Tesya sangat menyukai lingkungannya dan meminta suaminya atau “mr.husband” untuk membeli tanah disitu.

“Kami namakan “re.sign” singkatan dari “re-design”. Filosofinya, saat saya menginap di Omah Kemala, saya putusakan ingin me “re-design” hidup saya. Nah, saya berharap tamu yang akan menginap nanti juga merasakan hal yang sama; ingin me-redesign hidup mereka. Adapun “bed & bike” itu karena, mr.husband sangat menyukai cycling. Nanti kami ingin membuat “bike tour” di sekitar Gunung Kidul. Doakan ya!”.   

Tesya sudah bermimpi untuk menjadi traveller sejak ia kelas 3 SD, ia bermimpi unruk melihat Eiffel Tower dan akhirnya baru kesampaian saat menginjak kelas 2 SMA karena pertukaran pelajar dari Roraty Club dari Belanda selama setahun.

 

“Program Pertukaran Pelajar menjadi “alat saya” melihat dunia. Kelas 2 SMP, saya mendapatkan kesempatan untuk ikut pertukaran pelajar ke Hamamatsu, Jepang. Karena saat itu Bandung, my hometown, memiliki program “Sister City” dengan kota Hamamatsu. Walaupun hanya dua minggu, tapi itu benar-benar membuka mata saya. Umur saya 13 tahun saat itu, saya menginap 2 minggu di keluarga Jepang, belajar di sekolah Jepang. Saat itu saya belajar menjadi warga lokal. Melihat perbedaan, dan “the first hand experience” yang saya rasakan, tidak akan pernah saya lupakan.”

Buku pertama yang Tesya tulis adalah “Family Backpacking Singapura & Malaysia” karena ia berkuliah di School of Accountancy and Business Nanyang Technological University (NTU) Singapura selama 6 bulan, sejak saat itu Singapura sudah seperti rumah kedua baginya.

“Pengalaman-pengalaman di atas, membuat saya memiliki hobi jalan-jalan. Saya punya prinsip, dalam satu tahun ada 52 minggu. Walaupun bekerja dari Senin sd Jumat, tapi kan saya punya weekend. Saya sering melakukan perjalanan Jumat dan pulang Minggu malam. Pokoknya saya harus commit, kemanapun saya pergi saat weekend, Senin pagi jam 8, saya meeting dengan atasan saya hahaha.

Saya pernah weekend ke Jepang, one day trip ke Singapura bahkan ke Hong Kong (iya, serius!). Kalau ada hari kejepit di penghujung minggu, saya ambil lalu pergi berdua suami saya ke Perth. Sebetulnya bukan masalah destinasinya, tapi kalau saat weekend, saya pergi ke tempat yang belum saya kunjungi, rasanya saat kembali ke rumah selalu fresh setelah mendapatkan pengalaman baru.

Begitu juga kami mengajak anak-anak dari kecil untuk travelling. They may not remember the details, but they will never forget the experience.”

All source: tesyasblog.com

And sorry disappoint, tapi artikelnya to be continued…

Tungguin artikel selanjutnya ya, karena aku akan membahas tentang tips & trick ala Tesya’s Blog dan tempat-tempat recommend dari Tesya di daerah asalnya Bandung.

Au revoir!

WordPress spam blocked by CleanTalk.