Staycation 3D2N in Banyuwangi

0
37

Perjalanan dimulai pada hari Jumat pukul 01.00 dari Malang menuju Baluran. Kami memilih perjalanan malam hari dikarenakan menghindari macet dan jalanan yang ramai. Butuh waktu sekitar 7 jam untuk sampai di daerah Baluran. Tapi sebelum itu kami memilih untuk sarapan di salah satu rumah makan didaerah tersebut. Setelah makan, sekitar pukul sembilan kami baru masuk ke Baluran. Untuk tiket masuk dikenalan biaya domestik / wisatawan lokal : Rp.15.000 sedangkan Wisatawan mancanegara : 10 kali lipat, yakni Rp. 150.000. Pengendara roda 2 : Rp. 5.000, Pengendara roda 4 : Rp. 10.000.00, dan Pengendara roda 6 (bus) : Rp. 50.000. Untuk mengitari seluruh kawasan Baluran disarankan menggunakan kendaraan, baik roda doa ataupun roda empat karena kawasan tersebut memiliki luas sekitar 25000 hektar dengan beragam satwa liar yang dilindungi. Akhir dari perjalanan Baluran, kami disambut oleh pantai yang berada di ujung destinasi Baluran.

Doc. Pribadi Willi Lusiana

Savana Bekol Baluran

Sekitar pukul 14.00 kami memulai perjalanan kembali menuju Kawah Ijen. Kami berniat untuk berkemah di camp ground daerah Kawah Ijen dengan membawa semua peralatan camping. Saat itu cuaca di daerah Banyuwangi hujan lebat sehingga membuat jalanan sangat licin. Bagi para wisatawan yang ingin pergi berkemah di Kawah Ijen sebaiknya selalu melihat perkiraan cuaca karena jalanan terjal dan suhu di Kawah Ijen yang ekstrim ketika musim hujan, akan mengganggu kenyamanan saat berwisata. Tiket masuk yang dikenakan untuk wisatawan nusantara weekday Rp5000 dan weekend Rp7500 sementara wisatawan mancanegara weekday Rp150.000 dan weekend Rp175.000. Jika ingin berkemah di camp ground Kawah Ijen disarankan untuk mencari tempat yang tidak terlalu tertutup oleh pohon, karena ada banyak ulat bulu yang dapat mengganggu kenyamatan saat tidur. Siapkan baju hangat secukupnya, karena suhu di daerah Kawah Ijen sangat dingin terlebih ketika melakukan pendakian. Sebelum melakukan pendakian di tengah malam kami istirahat dan makan terlebih dahulu untuk mengisi tenaga. Pukul 01.00 kami bersiap melakukan pendakian bersama para wisatawan lain. Disana ketika para wisatawan lelah atau sudah tidak kuat untuk melakukan pendakian, ada jasa taksi yang dapat membantu wisatawan untuk naik ataupun turun kawah. Taksi ini berupa kereta kayu yang ditarik oleh para pekerja di Kawah Ijen. Sebelum menuju ke Kwah Ijen kita bisa turun kawah untuk melihat keindahan Blue Fire yang merupakan salah satu dari dua api abadi yang ada di dunia. Jika ingin melihat Blue Fire para wisatawan harus datang sebelum jam 04.00 jika tidak Blue Fire aka tertutup oleh asap belerang yang sangat pekat. Maka dari itu setiap wisatawan diwajibkan untuk memiliki masker khusus penutup hidung dan mulut. Jika ingin melanjutkan perjalanan menuju Kawah Ijen, jangan berlama lama didaerah Blue Fire karena untuk menuju Kawah Ijen membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam dan disarankan tidak terlalu siang karena asap belerang akan menjadi tebal. 

Blue Fire 

Doc. Pribadi Willi Lusiana

Setelah melihat Blue Fire, kami akhirnya turun menuju camp ground dan beristirahat. Pukul 11.oo kami menuju lokasi terakhir yaitu Pantai Pulau Merah. Sampai pukul 16.00 kami segera mencari lahan untuk mendirikan tenda karena kami berencana untuk berkemah kembali di pantai. Setelah mendirikan tenda kami bermain main dipantai dan berenang. Keindahan yang disuguhi oleh Red Island adalah sunset dengan pemandangan perahu nelayan diujung pantai. Tidak banyak pengunjung yang berkemah disana, dikarenakan adanya penginapan dekat dengan pantai. Pemandangan malam hari yang sangat indah dari banyaknya bintang ketika cuaca sedang cerah. Tapi ketika pukul 22.00 hujan turun dengan cukup deras membuat kami harus masuk kedalam tenda. tidak lupa kami segera memasukkan barang – barang kami ke dalam tenda agar tidak basah. Karena suhu di Kawah Ijen dan Red Island yang bertolak belakang, yaitu ketika kita berkemah dipantai kulit akan terasa lebih kering dan gerah. Banyak serangga yang mengganggu seperti nyamuk maka dari itu lotion anti nyamuk bisa dijadikan alternatif pengusir serangga, sehingga kita dapat istirahat dengan nyenyak.

Pantai Pulau Merah

Doc. Pribadi Willi Lusiana

Setelah puas dengan segala destinasi alam yang ditawarkan oleh Banyuwangi, mulai dari hutan, gunung sampai pantai kami memutuskan untuk pulang pukul 11.00 menuju Malang. Tetapi sebelum pulang kami menyempatkan untuk wisata kuliner di Banyuwangi. Kami merasa sangat puas menikmati perjalanan liburan kami. Mungkin akan lebih mudah jika kami menggunakan jasa travel planner seperti Pigijo untuk melakukan perjalanan. Jadi jika KawanJo ingin merasakan petualangan dengan mudah, jangan bingung!!! Segera booking perjalanan kalian di web Pigijo dan berangkat.

WordPress spam blocked by CleanTalk.