5 tempat Hiking paling mistis di Indonesia

0
44

Mendaki gunung saat ini menjadi tren kekinian. Banyak pendaki baru yang ingin mendapatkan pengalaman mendaki, melihat keindahan pemandangan pegunungan, menghirup udara segar, maupun melatih mental diri.

Bagi Sobat Jo yang sudah pernah atau sering mendaki gunung, pasti sudah sering mendengar tentang kisah-kisah mistisnya, atau bahkan pernah mengalaminya sendiri. Apabila Sobat Jo memutuskan untuk mendaki gunung, ingatlah untuk selalu berdoa dan bersikap positif dalam perjalanan, tidak mengeluh atau memaki-maki, membuat gaduh, membuang sampah sembarangan atau hal tidak baik lainnya. Ingatlah, bahwa di gunung juga ada mahluk penghuni lainnya selain manusia. Tetaplah menghormati kearifan lokal.

Berikut gunung paling mistis di Indonesia menurut pantauan Pigijo:

  1. Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur

Selain menyimpan pemandangan puncak Mahameru dan danau-danaunya yang indah, gunung Semeru juga dinobatkan sebagai gunung paling mistis di Indonesia. Yang terkenal adalah wanita penjaga danau Rana Kumboro, ia terkadang menampakkan diri di tengah danau pada saat bulan Purnama. Kemunculannya ditandai dengan kabut yang turun berputar di tengah danau, dan perlahan menjelma menjadi wanita berpakaian kuning. Konon, apabila kamu memancing disana dan mendapat ikan Mas, jangan kamu ambil dan makan ikan itu, karena mereka adalah jelmaan para Dewi yang menjaga danau tersebut.

  1. Gunung Rinjani, Lombok, NTB

Nama Rinjani yang dijadikan nama gunung ini, berasal dari nama Dewi Anjani, yang dalam pewayangan adalah ibunda dari Hanoman. Mitosnya, sang Dewi menjadi penguasa para mahluk halus di gunung Rinjani, pengikutnya adalah bangsa jin yang baik dan membantu para pendaki yang tersesat. Istana Dewi Anjani terletak di Segara Muncar, yaitu sebuah kaldera lautan debu di arah tenggara puncak gunung. Istana ini dapat terlihat dengan kasat mata pada saat-saat tertentu.

Selain itu, di gunung ini ada beberapa tempat yang dilarang untuk dimasuki pendaki. Diyakini tempat-tempat tersebut adalah pintu masuk ke kerajaan jin. Pendaki yang hilang biasanya dikarenakan melanggar aturan ini.

Baca Juga yuk, 5 gunung Indonesia dengan keindahan Danau-nya
  1. Gunung Arjuno, Pasuruan, Jawa Timur

Dahulu kala gunung ini merupakan bagian dari kerajaan Singosari dan Majapahit, dan didalamnya terdapat 7 petilasan.

Untuk mendaki gunung ini, jumlah rombongan harus berjumlah genap, karena bila kamu mendaki dalam jumlah ganjil, akan ada mahluk halus yang akan menggenapinya.

Gunung Arjuno memiliki jalur yang bernama Alas Lali Jiwo, yaitu sebuah hutan cemara, dimana ketika kamu melewati jalur ini, kamu harus terus fokus dan merapat dalam rombongan, jangan memaki dan mengeluh, atau bisa terjadi hal yang menyeramkan.

Selain itu, di gunung juga sering terdengar suara-suara keramaian pasar, dan mitosnya, ada pasar malam yang menghilang di pagi harinya. Pasar ini berada di jalur sabana luas Gunung Arjuno.

Kalau kamu mendengar suara gamelan Ngunduh Mantu disana, disarankan untuk menghentikan pendakian hingga suara tersebut menghilang.

  1. Gunung Kerinci, Jambi, Sumatra Barat

Konon gunung Kerinci dihuni oleh mahluk yang disebut Uhang Pandak atau Orang Pendek. Apabila terlihat, mahluk ini akan cepat menghilang.  Menurut seorang tokoh masyarakat, mahluk ini terlihat berkaki seperti kera, tinggi sekitar 80cm, tangan panjang dan tubuh gemuk, serta bulu berwarna abu-abu disekujur tubuhnya dan bermata merah.

Disini pendaki dilarang mandi, main air, atau minum dari air sungai dan danau pada jam 12 siang. Menurut mitos, pada waktu tersebut sungai dan danau sedang digunakan oleh mahluk penunggu disana.

  1. Gunung Latimojong, Luwu, Sulawesi Selatan

Gunung Latimojong adalah gunung tertinggi di Sulawesi. Mitosnya, di gunung ini ada Hantu Popo, yang diyakini adalah manusia yang pada malam hari berubah wujud menjadi manusia bermata merah dan terbang mencari mangsa. Hantu Popo biasanya hinggap di rumah penduduk atau di pohon, dan sesekali mengeluarkan suara “Pok.. pok…” Bila suaranya keras artinya ia berada jauh, dan bila sebaliknya, berada dekat.

Sebelum mendaki gunung ini, dianjurkan memakai gelang rotan, karena menurut kepercayaan setempat, gelang rotan merupakan simbol tamu baik-baik, sesuai dengan simbol leluhur mereka.

Artikel terkait Hutan Mati Papandayan, Misteri dibalik ke Eksotisannya

Writted by Dhee

WordPress spam blocked by CleanTalk.