5 Klenteng Unik Di Indonesia

0
102

Tidak seperti beberapa Vihara atau Vihara, banyak Kuil (“Klenteng” dalam Bahasa Indonesia) masih mempertahankan bentuk fisik asli struktur tradisional Tiongkok, lengkap dengan ornamen merah dan emas, atap melengkung yang dihiasi naga, dan lengkungan berbentuk Cina. Jangan ragu untuk mengunjungi kuil untuk menikmati keindahannya meskipun Anda bukan seorang penyembah, cukup ikuti aturan dan patuhilah perilaku Anda. Dilarang mengambil foto orang yang sedang berdoa, atau menghalangi jalan ibadah.

1. Kuil Terbesar, Kuil Kwan Sing Bio

Terletak di Tuban, Jawa Timur, candi ini menempati area seluas 4 hektar. Dibangun pada tahun 1928, candi ini adalah yang terbesar di Asia Tenggara dan merupakan satu-satunya candi yang menghadap ke laut. Kuil ini memiliki simbol kepiting di pintu masuknya. Histori simbol itu menarik ketika salah seorang penjaga bermimpi melihat kepiting raksasa memasuki gedung. Sejak itu, kuil Kwan Sing Bio menggunakan simbol kepiting alih-alih simbol naga yang umumnya ditemukan di hampir semua kuil.

Kuil Tertua, Kuil Hong Tiek Hian
Terletak di kota Surabaya, candi ini dilaporkan dibangun oleh tentara Mongol pada abad ke-13 M, pada masa pemerintahan Kerajaan Majapahit. Penelitian sejarah lebih lanjut menyebutkan bahwa tidak ada kegiatan keagamaan yang dibawa oleh tentara Mongol karena tujuan mereka datang adalah untuk melakukan perang saat itu. Diperkirakan candi ini didirikan pada abad ke 17 M, bersamaan dengan gelombang migrasi dari Cina ke Chura Bhaya (nama lama Surabaya). Keunikan lain dari candi ini adalah di altar ibadahnya yang paling lengkap di Dewa dan Dewi di Indonesia. Pastikan untuk mencari petugas manajemen ketika berkunjung ke sini, ada banyak cerita menarik dari peninggalan dan lukisan untuk diceritakan.

3. Kuil Terindah, Kuil Sam Poo Kong

Kuil ini dinamai sebagai candi yang paling indah bukan hanya karena komplek bangunannya yang megah dan indah. Tempat itu juga berbagi kisah indah tentang toleransi beragama penduduk kota Semarang. Selain bangunan pemujaan Konfusius, Taoisme dan Budha, masjid juga dapat ditemukan di sini. Sejak pendaratan Laksamana Cheng Ho dan krunya pada tahun 1416 dan sebagai bentuk penghormatan atas kebijaksanaan dan kebesaran Laksamana Cheng Ho, para pengikutnya membuat peringatan di sebuah gua bernama Goa Batu. Seiring waktu, tempat ini dipulihkan dan direnovasi mulai dari tahun 1930-an, tidak hanya ditujukan untuk pengikut agama Tridarma, tetapi juga untuk para peziarah Islam.

4. Tempat dupa terbesar di Asia Tenggara, Kuil Hok An Kiong

Selain candi dengan nama serupa di Surabaya, Kota Muntilan Magelang juga memiliki candi yang disebut Kuil Hok An Kiong. Sejarah berdirinya tercatat pada tahun 1878, tetapi pindah ke lokasi yang sekarang ditempati sejak tahun 1906. Keunikan candi ini adalah memiliki Hio Loo terbesar atau tempat dupa di Asia Tenggara dengan berat 3,8 ton dengan diameter 178 sentimeter dan tinggi 158 sentimeter. Dibuat pada tahun 2002 dan dipesan langsung dari Tiongkok, tempat dupa ini dipandang sebagai media komunikasi dengan pencipta yang lebih tinggi. Jika Anda bepergian ke Magelang, jangan lupa untuk mencicipi kuliner di daerah Chinatown yang terletak di sekitar candi ini.

5. Kuil Dewa Semut, Kuil Hok Yoe Kiong

Terletak di Desa Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, tidak ada yang istimewa dari penampilan luar candi ini dalam pandangan pertama. Tetapi jika Anda amati lebih lanjut, Anda akan menemukan bahwa simbol candi ini sangat luar biasa. Ini memiliki semut sebagai simbol dan ada juga sarang semut besar dengan altar penyembahan khusus di depannya. Awalnya, sarang semut ini sudah ada sejak 1950 dan ketika candi ini didirikan pada tahun 1953, sarang semut itu hanya berukuran 10 sentimeter. Anehnya, tingginya mencapai 2 meter dan orang tidak pernah melihat semut keluar dari sarang selama hari-hari biasa. Semut hanya akan keluar selama acara keagamaan orang-orang Tridarma. Diyakini bahwa dengan berdoa di depan mezbah Allah Semut, manusia akan diberkati dan keinginannya dengan cepat dikabulkan. Yang istimewa dari candi ini adalah komposisi manajemennya terdiri dari berbagai agama yang mewakili keindahan budaya toleransi di Indonesia.

WordPress spam blocked by CleanTalk.