7 Days Trip Misool Raja Ampat

0
22

Kepulauan Raja Ampat berasal dari sebutan ‘Empat Raja’, mengacu pada empat pulau utama, yaitu Salawati, Batanta, Waigeo dan Misool. Kepulauan ini dikelilingi oleh sekitar 1.500 pulau kecil dengan pantai-pantai indah dan tebing-tebing batu kapur terjal yang menjorok ke laut jernih. Selain terkenal oleh keindahan lautnya, tempat ini juga kaya akan peninggalan prasejarah dan artefak kuno lainnya. Pengunjung yang menginginkan pengalaman yang lebih menantang dapat melakukan perjalanan melalui hutan, sambil mengamati kehidupan tradisional di desa-desa setempat dan menjelajahi hutan bakau pesisir dengan kayak.

Ramai dengan kicauan burung, pulau-pulau ini memiliki jumlah spesies burung air tawar; seperti burung beo, rangkong, dan burung cendrawasih dengan jumlah yang luar biasa. Sementara lautnya sendiri, Raja Ampat diakui memiliki keanekaragaman hayati laut paling kaya di dunia dengan 1.200 spesies ikan dan 550 spesies karang keras dan lunak, yang merupakan tempat berlindung bagi 6 dari 7 spesies penyu dunia. Tempat yang indah ini, merupakan salah satu sudut yang belum terjamah oleh dunia modern dan masih terjaga keasliannya.

Mengunjungi Raja Ampat

Untuk dapat masuk dan menikmati keindahan Raja Ampat, kamu harus membayar biaya retribusi yang nantinya akan dipergunakan sebagai dana bantuan kesejahteraan dan pendidikan masyarakat lokal, dan pelestarian kekayaan alam, laut dan terumbu karang.

Ada 2 macam biaya yang harus kamu bayar sebelum melangsungkan perjalanan ke wilayah ini. Yang pertama adalah Kartu Jasa Lingkungan atau yang dulu disebut dengan PIN. Ini adalah kartu ijin untuk memasuki Taman Laut Raja Ampat, dan sifatnya wajib dimiliki bagi mereka yang telah berusia 12 tahun keatas. Kartu ini berlaku selama satu tahun sejak tanggal pembelian dengan harga Rp. 1.000.000 bagi Warga Negara Asing, dan Rp. 500.000 bagi Warga Negara Indonesia dan mereka yang memiliki KITAP (tidak berlaku bagi pemilik KITAS). Kamu dapat memperoleh kartu ini di kantor UPTD di Jalan Yos Sudarso, Kota Waisai, atau membelinya langsung dari polisi hutan di Pulau Misool.

Biaya kedua yang berlaku sejak akhir tahun 2019, adalah biaya Tiket Masuk Tempat Wisata Raja Ampat. Tiket ini memiliki harga yang berbeda untuk setiap tempat wisata, dengan variasi harga Rp. 10.000- Rp. 200.000 untuk wisatawan asing, dan Rp. 5.000-Rp. 100.000 untuk wisatawan lokal. Kamu disarankan untuk membuat daftar daerah yang dikunjungi terlebih dahulu dan selanjutnya melakukan pembayaran di Kantor Dinas Pariwisata Raja Ampat, yang terletak di sebelah Pusat Informasi Homestay di Pelabuhan Waisai.

Sebaiknya selesaikan semua biaya administrasi tersebut sebelum melakukan perjalanan agar tidak mengganggu kenyamananmu nantinya. Biaya administrasi yang kamu keluarkan adalah bentuk support untuk pelestarian lingkungan dan alam Raja Ampat.

Raja Ampat Selatan, Pulau Misool

Meski tidak sepopuler kawasan utara yang lebih mudah dijangkau, Pulau Misool memiliki keunikan tersendiri, seperti: visibility untuk diving yang lebih tinggi, memiliki situs peninggalan sejarah Kerajaan Islam Misool dan peninggalan prasejarah penduduk asli Misool yang bisa kamu kunjungi. Untuk kamu yang mendambakan suasana yang lebih sepi dari Raja Ampat bagian utara, kamu dapat mendapatkannya di Misool dengan biaya yang sedikit lebih tinggi karena lokasinya yang lebih jauh. Namun kamu masih dapat pergi ke sana dengan biaya yang terjangkau, jika kamu mengikuti rekomendasi dari Pigijo di bawah ini.

Hari Pertama, Pulau Misool

Kamu akan berangkat dari Pelabuhan Sorong menuju Misool menggunakan speedboat dengan jarak tempuh sekitar 4 -5 jam, tergantung dengan keadaan cuaca. Perjalanan akan dimulai sekitar pukul 09:00 WIT dan makan siang akan disajikan di kapal. Setelah tiba di homestay, istirahat untuk bersiap dengan kegiatan esok harinya.

Hari Kedua, Gamfi – Namlol – Goa Putri Termenung- Dafalen

Setelah selesai sarapan, kamu akan diajak untuk island hopping, mengunjungi pulau-pulau kecil di sekitar Misool menggunakan kapal kecil. Tempat pertama yang dikunjungi adalah pulau Gamfi. Pantai di pulau ini memiliki arus yang tenang karena dikelilingi oleh tebing karst yang menghalangi ombak dari laut. Di sini kamu dapat berenang dan snorkelling, menikmati airnya yang jernih dan hangat. Kamu dapat naik ke bukit dengan jarak yang tidak terlalu tinggi, jika kamu ingin melihat dan memotret keindahan Gamfi dengan lebih dramatis.

Kemudian kita akan menuju ke pantai Namlol. Pantai ini memiliki keunikan yaitu, saat air laut surut, maka di pantai akan terbentuk danau yang dikelilingi oleh pasir. Namun jika pada saat kamu ke sana dan air sedang pasang, kamu masih dapat menikmati tempat ini dengan berenang di pantainya yang dangkal dan snorkelling mengamati ikan-ikan yang berenang di bawah kakimu.

Goa Putri Termenung, dinamakan seperti itu karena di dalamnya terdapat sebuah patung yang terbentuk dari stalagtit dan stalagmit yang berwujud seorang perempuan dengan rambut panjang menutupi wajahnya, sedang duduk termenung. Kisah dibalik siapa sosok ini, tidak diketahui sampai sekarang, namun banyak beredar cerita mistis di goa ini. Kamu disarankan untuk mengenakan sandal gunung selama perjalanan karena jalan yang basah dan licin dari tetesan air goa.

Siapkan diri kamu, karena kecantikan Misool masih belum selesai untuk dinikmati hari ini. Kamu akan diajak untuk trekking ke puncak Dafalen dan menyaksikan keindahan pantainya dari ketinggian. Puncak Dafalen dapat dicapai dengan berjalan selama 30-40 menit melalui jalur yang sudah dipersiapkan. Trek ke sana cukup menanjak, tapi tangga-tangga kayu yang disediakan akan membantumu untuk mencapai puncak. Ada 3 spot dengan view yang berbeda di puncaknya, yang terfavorit adalah view dari Love Pool Dafalen, sebuah teluk yang menyerupai bentuk Love saat air laut sedang surut.

Hari Ketiga, Goa Keramat – Tomolol – Dapunlol – Sumalelen – Yapap

Hari ini kamu diajak untuk meilhat sisi lain dari Misool. Selain dikenal oleh keindahan alamnya, Misool memiliki tempat sejarah yang menarik. Salah satu tempat yang sangat populer, adalah Goa Keramat. Sesuai dengan namanya, tempat ini dianggap sebagai goa yang dikeramatkan dan sarat dengan cerita mistis. Pintu masuk goa ini adalah sebuah teluk kecil yang indah dan di atas pintu masuk gua terdapat tulisan berlafazkan Allah dalam aksara Arab. Kamu dapat berenang dan snorkelling di dalam goa yang indah ini, namun bagi wanita yang sedang datang bulan, tidak diperkenankan untuk masuk ke dalam goa.

Selanjutnya, kamu akan diajak ke Tomolol. Di tempat ini, terdapat sekumpulan goa yang merupakan hasil dari pengikisan air laut selama jutaan tahun. Tebing karst tinggi dengan hutan yang rindang dan jalur air yang mengalir masuk ke goa, menciptakan pemandangan yang menakjubkan. Kamu dapat berenang masuk ke dalam goa dan menikmati keindahan stalaktit di sini.

Siapkan sepatu hiking atau sandal gunungmu, karena kita akan menuju Dapunlol atau yang dikenal oleh penduduk setempat dengan nama Puncak Harfat. Ditemukan tahun 2012 oleh pak Harun Sapua, seorang warga kampung Harapan Jaya Misool, karena beliau penasaran ingin melihat seluruh Misool dari puncak tertinggi. Puncak ini dinamakan Harafat karena merupakan gabungan dari nama beliau dan istrinya, Harun dan Fatima. Kamu dapat menuju ke sana melewati sejumlah anak tangga, dan akan mendapatkan foto yang mengagumkan dari atas bukitnya.

Sumalelen adalah tebing di atas laut dimana kamu bisa melihat lukisan manusia prasejarah di dindingnya. Lukisan ini diperkiraan berusia 40.000-50.000 tahun, dan misteri bagaimana mereka dapat mencapai tempat yang tinggi itu untuk melukis belum dapat terpecahkan sampai sekarang.

Setelah menelusuri jejak lama Misool hari ini, tiba saatnya untuk me-recharge tenagamu di Yapap, sebuah kolam alami yang dikelilingi oleh batu karang yang tinggi. Seperti juga dengan Namnol, tempat ini dangkal dan memiliki air yang jernih, dan kamu bisa bersantai di air, snorkelling sambil menikmati suasana tenang dan damai. Hal yang menyenangkan untuk menutup hari ini.

Baca juga rekomendasi journey inspiration Berkunjung ke Surga di Timur Indonesia. Wayag Papua!!

Hari Ke-empat, Balbulol – Yelit – Kaleg – Karawapop Love – Olobi

Pada hari ke-empat ini, kamu akan diajak untuk menuju ke Balbulol dengan menggunakan kapal. Keindahan tempat ini akan membuat kamu terkesima sejak pertama memasukinya. Balbulol adalah sebuah selat  kecil yang diapit oleh batu-batu karang berbentuk kerucut, berpasir putih pada dasarnya dan kamu dapat berenang di sini tanpa khawatir dengan ombak. Mengapa banyak tempat di sini diakhiri dengan kata “lol”? Menurut penduduk setempat, lol itu berarti ikan berlimpah, dan memang terdapat banyak ikan di tempat-tempat ini.

Selanjutnya, kamu akan mengunjungi Pantai Yelit untuk shark feeding. Di pantai ini, kamu cukup merendam kaki saja di pinggir pantai dan kamu akan merasakan sensasi berinteraksi sangat dekat dengan hewan predator ini. Kamu dapat memberi makan potongan ikan segar kepada mereka, tapi berhati-hati agar tidak terkena giginya yang tajam. Ikan-ikan ini akan berenang lalu lalang di antara kaki kamu, tapi mereka tidak akan menyerang.

Destinasi selanjutnya adalah Pantai Kaleg. Pantai ini termasuk dalam pantai terindah di Misool karena kealamiannya terjaga dengan baik. Jika kamu membayangkan pantai terpencil dengan laut biru, pasir putih dan pohon kelapa di sepanjang tepi pantainya, maka kamu dapat menyaksikan anganmu menjadi nyata di pantai Kaleg ini.

Berikutnya, kamu akan dibawa ke sebuah danau yang unik, Danau Karawapop yang berbentuk hati sempurna. Meski tidak tepat jika disebut danau karena Karawapop yang terletak di sebelah selatan Misool ini, sebenarnya adalah sebuah laguna yang sisi luarnya (menghadap laut) ditutupi oleh karang sehingga membentuk “love” secara alami dan presisi. Untuk melihat keseluruhan danau ini, kamu harus melakukan trekking ke atas bukit yang cukup tinggi. Di akhir perjuanganmu, kamu pasti akan terkesima dengan keindahannya yang layak untuk diperjuangkan.

Untuk mengakhiri hari ini, belum sah rasanya ke Misool tanpa mengunjungi Pantai Olobi. Setiap pantai di Misool memiliki karakteristik yang sama, yaitu air jernih, ombak yang tenang, dan pasir yang putih halus. Namun yang membedakan satu dengan yang lain adalah, view yang akan kamu lihat saat menuju ke daratan dikarenakan ada pantai yang memiliki gunung sebagai background nya, ada yang penuh dengan hutan pohon kelapa dan ada juga yang ditutupi oleh batu karang. Begitu pula saat kamu berada di pantai dan memandang lautan di depanmu, kamu akan mendapati pemandangan yang berbeda di setiap pantai. Pantai Olobi merupakan salah satu dari banyak pantai terpencil dan tersembunyi di Misool, dan keindahannya akan membuatmu ingin selalu kembali ke sini.

Hari Kelima, Sorong

Setelah selesai makan pagi, bersiaplah karena kita akan kembali ke Sorong. Dengan perjalanan selama kurang lebih 4-5 jam, kamu dapat mampir ke toko oleh-oleh terlebih dahulu, sebelum melanjutkan petualanganmu selanjutnya.

Written by Melisa Oktavia

WordPress spam blocked by CleanTalk.