WOW BERENANG BARENG JELLYFISH & IKAN TERBESAR DIDUNIA??

1
533
CAMERA

Hai Traveller! Ketemu lagi sama akusi cewek yang #BeraniTraveling. Kali ini mau cerita pengalaman berenang di danau ubur-ubur (Togean) dan ketemu sama whaleshark di Gorontalo. Oh iya btw yang pengen ke raja ampat bisa cek postingan ku di http://blog.pigijo.com/2017/12/18/ke-raja-ampat-ga-perlu-mahal/

Buat yang belum tau jelly fish lake ini ada dimana, perhatikan titik merah di gambar bawah ini.

Maps Jelly Fish Lake, Togean

 

Ada 2 cara untuk datang ke Jelly fish lake. Pertama kalian bisa terbang ke Gorontalo dan naik kapal ferry selama 5 jam menuju Wakai atau bisa terbang ke Palu lalu naik travel menuju pelabuhan Ampana lalu nyebrang ke pulau Wakai. tapi aku lebih rekomen yang via Gorontalo sih.. dari pulau Wakai, kalian bisa minta jemput langsung sama yang punya penginapan untuk tinggal di resort. tenang biaya jemputnya gratis kok. Yang penting janjian dulu aja sama penginapannya. Aku rekomendasiin nginep di Kadidiri lestari,

Bungalow Kadidiri

Penginapan ini milik orang local dan murah banget disini 150.000 per orang udah dapet makan 3x. semua penginapan disini sudah termasuk makan karna di pulau tidak ada yang jual makanan. Saya tinggal selama 5 hari di kadidiri dan kalau kalian bosen dengan makanannya kalian bisa ikut Bapak untuk ke Wakai saat mereka beli supply makanan. disana banyak toko makanan atau bisa beli indomi, telor, kue, jajanan, dll. Nanti bisa minta tolong dimasakin kok di dapur.

Kadidiri dan jelly fish lake jaraknya ga jauh.  Dan trip ke jelly fish lake ga mahal kok hanya sekitar 75rb – 100rb perorang.

Kapal ke Jelly fish Lake… narsis dulu ah

Waktu sampe, kapal akan berenti agak jauh dr danau karna banyak batu dan ga bisa mendarat langsung di pulau. Jadi kita perlu berenang sedikit. Kira-kira 15 meter. Ini dia penampakan danau ubur-ubur yang cantik:

Narsis lagi ah…
Ubur – Ubur gemesin.. tapi jangan di pegang ya.

 

Selain ketemu ubur-ubur, di kadidiri ada beberapa aktifitas yang bisa dilakukan loh. Bisa coba diving atau snorkling. Atau kalau yang suka hiking, bisa jalan menyusuri hutan untuk ke pantai barracuda

Pantai Baracuda

diperjalanan ke baracuda, kalian akan ketemu sama Gam… ups bukan gam yang tembak-tembakan itu yah. Tapi Gam adalah seorang bapak tua yang bekerja untuk membuat gula dari pohon aren

Gam lagi majat pohon aren

Kalian bisa Tanya-tanya sama Gam gimana caranya bikin gula aren dan liat dia membuat gula seperti ini:

Proses pembuatan gula

Kalau kalian beruntung, kalian bisa balik bareng sama Gam ke kadidiri dan dia akan dengan senang hati nganterin kalian pulang, dan aku beruntung karna bisa nebeng Gam naik kapal sambil liat sunset

Sunset dari kapal milik Gam

Setiap hari kami hiking untuk mengunjungi Gam, dan pada hari terakhir kami di kadidiri, semua orang, termasuk Gam berkumpul di pinggir pantai untuk membuat api unggun, menikmati bintang angin pantai, alunan music sambil makan jangung dan ubi bakar

Tibalah saatnya kami pulang ke Gorontalo. Disana kami memutuskan untuk mencoba peruntungan bertemu dengan spesies ikan terbesar. Walaupun namanya paus hiu, tapi whaleshark adalah ikan, bukan paus loh. Makanya dia jadi ikan paling besar di lautan.. dari kota Gorontalo, bisa menyewa mobil 300rb seharian dan perjalanan menuju kampung nelayan tempat whaleshark berada hanya menempuh 30 menit. Deket banget kan!! Whaleshark awalnya datang ke tempat ini karena ada pabrik udang yang selalu membuang kulit udang ke pantai ini, dan karna whaleshark pemakan plankton dan udang, whaleshhark jadi stay di lokasi ini untuk mencari makan. Sekarang daerah itu menjadi tempat yang dilindungi dan untuk datang kesana tentunya kita bayar biaya konservasi. Ga mahal kok satu orang+ kapal kira kita 75rb + biaya beli kulit udang kira kira 10rb sebungkus. Satu kapal dapat dinaiki 3 orang. Kapal nelayan ini ga ada mesinnya ya guys. Jadi mereka harus kayuh dengan kayu..

Kapalnya sekecil ini

Setelah sampai ditengah kira-kira 20 meter dari bibir pantai, kami menunggu sekitar 30 menit untuk memanggil sherly keluar. Orang local menamai whaleshark dengan nama sherly. Kami mengetuk ngetuk kapal dan membuat suara agar ia mau keluar, kami juga menabur kulit udang agar dia keluar. Akhirnya sherly mau keluar!!!

Penampakan Sherly dari atas kapal

Rasa takjub bahagia dan kagum karna pertama kali lihat ikan sebesar itu. Aku pun tak sabar untuk segera loncat dan berenang dengan sherly. awalnya merasa takut karna mulutnya sangat besar. tapi guys believe me dia ini adalah ikan besar yang sangat ramah dan baik hati.

Mulut sherly yang lebar

Aku bisa dapet foto close up kayak gini karena aku #BeraniTraveling untuk ketemu Sherly. Beberapa saat kemudian datanglah temennya sherly dan dia berukuran dua kali lebih besar dari sherly!

 

Temennya Sherly

Tak terasa sudah satu setengah jam kami berenang bersama sherly. Saat kami memutuskan untuk menyudahi bermain dengan sherly, kapal tetangga teriak kegirangan karna ternyata ada 4 ekor whaleshark dibawah sana!! Akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke air dan berenang dengan mereka.

Setelah 10 menit berenang, kami mendengar teriakan dari bibir pantai bahwa ada sekawanan orca atau hiu pembunuh. Kami semua panic dan takut lalu naik ke kapal paling dekat. Padahal kapal hanya muat 3 orang tapi kami ber 8 naik ke kapal tersebut. Untungnya kapal itu tidak tenggelam. Karna insiden orka kami semua memutuskan kembali ke pantai dan menyudahi petualangan dengan whaleshark.

Oh iya temen temen buat yang mau ke sini kalian harus cari info ya karna ga setiap saat whaleshark ini ada. Kadang mereka akan ketempat lain untuk mencari makan. Kadang mereka tidak akan datang untuk waktu 3 bulan. Dan benar saja kami mendapat informasi, besoknya whaleshark tidak datang lagi sampai berbulan-bulan. Ah berapa beruntungnya kami. Kalian juga harus #BeraniTraveling dan mencoba hal-hal baru. Kita ga pernah tau apa yang bakal kita temuin diperjalanan kita. Salam dari Sherly,