Daftar Istilah Dalam Fotografi

1
274
Bagi anda yang sudah lama berkecimpung di dunia fotografi pasti mengetahui istilah-istilah yang sering digunakan dalam fotografi. Buat saya dan teman-teman lain yang masih pemula tentunya sangat perlu mengetahui istilah-istilah ini untuk menunjang hobby fotografi yang saya dan teman-teman newbie lain miliki.
Saya sudah mengumpulkan daftar istilah yang sering digunakan dalam fotografi dimulai dari A sampai Z.
Berikut ini adalah daftar istilah dalam fotografi:
A
  • A : Auto, yaitu simbol untuk pilihan fasilitas otomatis. Bila selector diputar ke posisi auto maka bukaan diafragma akan bekerja secara otomatis.
  • AF : Auto Focus, yaitu cara kerja kamera yang fokus otomatis tanpa mengharuskan user memutar sendiri penemu fokus (jarak).
  • AF-D : Auto Focus with Distance Information, istilah ini biasanya digunakan pada lensa Nikon. Artinya lensa mampu mengirim jarak (Distance) antara objek foto dan lensa ke kamera yang akan dipakai oleh kamera untu menentukan metering.
  • AF-S : Auto Focus dengan Silent Wave Motor, istilah ini biasanya digunakan pada lensa Nikon. Lensa AF-S memiliki motor didalamnya sehingga bisa bekerja dengan semua jenis kamera DSLR Nikon yang tidak memilik motor sendiri
  • AL servo AF : saran pilihan autofocus yang digunakan untuk memotret objek2 bergerak. Biasanya digunakan untuk pemotretan kegiatan olahraga.
  • Ambient Light : pencahayaan dari seluruh ruang atau lingkungan sekitar objek foto. Secara teknis ambient light artinya total sinar yang datang dari semua arah, bisa berupa lampu atau sinar matahari.
  • Aperture : seberapa besar ukuran lensa terbuka saat pengambilan foto. Sering disebut juga bukaan lensa atau diafragma. Bukaan ini dinyatakan dalam satuan f-stop (contoh f/5.6), semakin kecil angka f-stop berarti semakin besar lubang lensa terbuka (dan semakin banyak volume cahaya yang masuk) serta sebaliknya, semakin besar angka f-stop semakin kecil lubang terbuka.
  • Aperture Priority : pengaturan mode semi otomatis pada kamera yang memprioritaskan pengaturan aperture/diafragma secara manual sesuai keinginan kita, kemudian secara otomatis kamera akan menentukan besaran shutter speedatau kecepatan rana.
  • APS : Advance Photo System
  • Angle of view : sudut pemotretan.
  • Aperture diafragma : lubang tempat cahaya masuk kedalam kamera dari lensa keatas film.
  • AR Range : Tingkat terang cahaya dimana system aotufocus masih dapat bekerja, dalam satuan EV
  • Artificial light : cahaya yang sengaja dibuat manusia untuk memotret misalnya lampu kilat, api, dll.
  • ASA : American Standar Assosiation. Yaitu standar kepekaan film. Pengertiannya sama dengan ISO, hanya saja nama ASA dahulu umumnya dipakai diwilayah amerika.
  • Aspect ratio : Perbandingan ukuran foto atau video. Yang paling umum adalah 4:3 dan 16:9 (wide screen).
    – 16:9 yakni ukuran dimensi foto dengan perbandingan 16:9 untuk panjang dan lebar. Ukuran ini cocok untuk ditampilkan di layar wide screen. Misalnya ingin ditampilkan di HDTV atau televisi layar lebar.
    – 4:3 yakni kuran dimensi foto atau video yang paling umum khususnya jika ingin dicetak atau ingin ditampilkan di televisi non wide screen, misalnya televisi tabung.
  • Aspherical Lens : Lensa khusus untuk mengurangi distorsi dan penyimpangan warna, istilah ini biasanya digunakan untuk lensa Nikon
  • Auto Program Programed Auto (P) : fasilitas otomatis untuk memilih pencahayaan terprogram secara normal dan high speed (kecepatan tinggi), tergantung pada pemakaian panjang-pendek fokus lensa.
B
  • Back : Sisi belakang kamera; berfungsi juga sebagai penutup film
  • Back Fokus : Titik fokus di belakang objek
  • Background : Bagian pada sebuah foto yang terletak di bagian belakang objek utama. Background bisa dibuat tajam atau tidak melalui teknik pemilihan fokus dan manipulasi depth of field.
  • Back light : Pencahayaan yang berasal dari belakang objek foto
  • Back light : Cahaya dari belakang, yaitu cahaya yang datang dari belakang objek. Efek cahaya ini bisa merugikan fotografer sebab bila mengenai lensa akan menimbulkan flare.
  • Barn Doors : Salah satu peralatan lighting atau Strobist, befungsi untuk menyekat atau menghalangi arah cahaya lampu agar tidak jatuh ke bidang yang tidak diinginkan. Bentuknya seperti daun pintu (barn door) yang berada di kiri-kanan dan atas-bawah standar reflektor
  • Battery Grip : Aksesoris tambahan yang dipasang di base kamera berisi baterai. Bisa berupa baterai bawaan kamera atau baterai AA (tambahan).
  • Bayonet : Sistem dudukan lensa yang hanya memerlukan putaran kurang dari 90 derajat untuk melakukan penggantian lensa.
  • Blouwer : Sebuah alat berbentuk kipas angin yang digunakan pada pemotretan model untuk menghasilkan efek angin.
  • Birds eye view : Sudut pandang dalam pemotretan yang mirip dengan apa yang diliat seekor burung yang sedang terbang.
  • Blitz : Lampu kilat atau flashgun. Alat ini merupakan cahaya buatan yang berfungsi menggantikan peran cahya matahari dalam pemotretan.
  • Blur / bokeh : Kekaburan seluruh atau sebagian gambar karena gerakan yang disengaja atau tidak sengaja pada saat pemotretan dan efek besar kecilnya diafragma. Bokeh berasal dari bahasa Jepang yang artinya “menjadi kabur”. Foto bokeh adalah karakteristik foto yang menonjolkan objek utamanya dengan sangat tajam dan latar belakang atau depan sangat kabur atau blur. Sifat blur inilah yang disebut dengan bokeh
  • Bottom light : Cahaya dari bawah objek, biasa juga disebut ‘base light’. Biasa digunakan sebagai cahaya pengisi dari arah depan. Fungsinya mengurangi kontras cahaya utama.
  • Bounce : Cahaya lampu kilat yang di pantulkan ke langit-langit atau bidang lain sehingga cahaya menerangi objek secara merata
  • Bounce Flash : Sinar pantul. Pancaran cahaya tidak langsung yang berasal dari sumber cahaya (lampu kilat). Bounce Flash (lampu kilat pantul) adalah teknik pencahayaan lampu kilat atau flash secara tidak langsung (indirect flash) untuk mendapatkan hasil cahaya yang lunak, menyebar/merata dan natural. Singkatnya, teknik ini dilakukan dengan mengarahkan lampu kilat ke atas langi-langit (atau kesamping pada dinding) atau menggunakan bounce card untuk memantulkan cahaya lampu kilat menuju objek
  • Bounce Card : disebut juga dengan Reflector Card. Digunakan dalam teknik bounce flash, yaitu menggunakan semacam lembaran persegi panjang (card) yang diletakkan menjorok ke atas pada sisi kanan, kiri atau belakang flash, sehingga menyebarkan hanya sebagian cahaya hasil dari pantulan sinar terhadap card tersebut.
  • Bracketing : Suatu teknik pengambilan gambar yang sama dengan memberikan kombinasi pencahayaan yang berbeda-beda pada suatu objek (disamping pengukuran pencahayan normal).
  • Brightness : Terang atau gelapnya objek. Jumlah brightness pada objek tergantung pada seberapa banyak cahaya meneranginya dan diukur dengan istilah EV pada kamera, yaitu kombinasi dari aperture dan shutter speed.
  • Built-in diopter : Pengatur dioptri (lensa plus atau minus) yang sudah terpasang pada pembidik kamera. Biasanya digunakan oleh fotografer berkacamata.
  • Bulk Film : Film kapasitas 250 exposure
  • Bulp / bulb : Sarana pada pengukuran shutter speed yang dapat diatur sendiri sesuai dengan keinginan memotret (biasanya muncul setelah lebih dari 30 detik).
  • Burn dan Dodge : Burn adalah istilah untuk menggelapkan bagian dalam foto. Dodge kebalikannya, menerangkan bagian dalam foto. Teknik ini dilakukan untuk memberi dimensi dan keseimbangan gelap-terang pada foto. Dulu lazimnya dilakukan di kamar gelap.
  • Burst mode : merupakan fitur kamera digital untuk mengambil beberapa gambar sekaligus dalam waktu singkat. Misalnya Anda ingin mengambil sekaligus 10 foto dalam waktu 3 detik. Burst mode khususnya berguna saat Anda ingin mengambil gambar obyek yang bergerak dengan cepat. Istilah lainnya adalah continuous shooting mode
C
  • C : Continuous, Fungsinya menyatakan penggunaan bidikan gambar secara beruntun dengan kecepatan tertentu (biasanya 3 bingkai per detik).
  • Cable Release : Kabel rilis yaitu suatu mekanisme yang melekat pada kamera umumnya yang berada di atas tripod. Kabel rilis terdiri dari kabel yang membentang dari kamera dan memiliki pemicu tombol pada ujung kabel tersebut, yang memungkinkan fotografer untuk mengambil foto dari jarak jauh.
  • Candid : Candid fotografi adalah salah satu tema dalam aliran atau jenis fotografi dimana objek foto dipotret secara diam-diam atau secala alami tanpa arahan gaya secara khusus dari fotografer. Biasanya momen candid foto ini adalah pada acara keluarga, pernikahan atau even-even tertentu. Menurut saya hampir sama dengan foto jurnalistik.
  • CCD : singkatan dari Charge-Coupled Device atau Piranti muatan-berpasangan, yaitu sebuah sensor untuk merekam gambar, terdiri dari sirkuit terintegrasi. CCD digunakan dalam fotografi digital dan fotometri astronomi. CCD adalah chip pengganti film yang digunakan pada kamera digital untuk merekam gambar (citra). CCD terdiri dari jutaan kapasitor. Fungsinya yaitu saat cahaya masuk ke dalam kamera melalu lensa, maka cahaya akan mencapai bagian CCD. Teknologi yang lebih populer saat ini yaitu CMOS.
  • CMOS : CMOS (complementary metal-oxide semiconductor) merupakan sensor gambar dalam kamera digital yang terdiri atas sirkuit yang terintegrasi untuk merekam suatu gambar.CMOS terdiri dari jutaan sensor pixel yang termasuk di dalamnya sebuah photodetector.Saat cahaya masuk ke dalam kamera, setiap photodetector akan membuat arus listrik berdasarkan intensitas cahaya yang mengenainya.Kamera digital akan mengubah data dari CMOS menjadi pixel yang akhirnya menjadi sebuah foto.CMOS menjadi pengganti CCD karena lebih cepat dan lebih irit penggunaan batere.
  • Center of focus : pusat perhatian. Sering juga disebut center of interest atau focus of interest.
  • Center weighted metering : pengukuran pencahayaan yang tertuju hanya pada 60 persen daerah tengah gambar (bidang) foto.
  • Chromatic Aberration : Isitilah ini digunakan untuk fitur suatu lensa tehadap foto yang dihasilkannya, yaitu berupa bayangan tipis (halo) berwarna ungu, hijau, atau merah yang mengelilingi batas sebuah objek foto, hal ini akan sangat jelas terlihat saat foto diperbesat di komputer.
  • Close-up : Foto yang dibuat dengan jarak lebih dekat dari pandangan normal. Foto close-up biasanya akan menampilkan detil dari objek-objek yang kecil.
  • Crop / cropping: Pemilihan sebagian dari sebuah foto penuh melalui program editor foto pada komputer. Ini akan memotong foto aslinya ke bagian yang dipilih oleh fotografer.
  • Coating : pemberian suatu lapisan tipis pada permukaan lensa. Berfungsi untuk menahan pantulan cahaya dan melindungi lensa dari berbagai bahaya jamur.
  • Cold tone : warna yang bernada dingin; berwarna biru kelabu dengan nada warna ringan.
  • Color balance : keseimbangan warna.
  • Compact Flash (CF) : CompactFlash (CF) merupakan salah satu tipe memory card yang digunakan dalam kamera digital.Fungsi memory card yaitu untuk menyimpan data foto dan video yang telah Anda buat.
  • Continuous shot mode : dikenal juga dengan burst mode, yaitu kemampuan kamera digital untuk mengambil sejumlah gambar dalam waktu yang singkat. Misalnya untuk mengambil gambar obyek bergerak, Anda dapat mengambil 10 foto dalam waktu 3 detik dengan mode ini.
  • Continuous light : lampu kilat yang digunakan untuk memotret; cahayanya dapat menyala terus menerus(berulang-ulang).
  • Contrast : kontras. Secara umum kontras diartikan sebagai perbedaan gradasi,kecerahan, atau nada (warna) antara bidang gelap (shadow) dengan bidang terang, atau warna putih yang mencolok sekali pada objek.
  • Cross Process : Proses silang. Biasanya dilakukan pada film positif (E6) ke film negatif (C 41), sehingga menimbulkan warna-warna baru pada foto.
  • CPL : Circular Polaraizing.
D
  • Data Imprint : Fasilitas pencetakan data tanggal pada film.
  • Dead Center : Saat POI (objek yang ingin ditonjolkan) berada tepat di tengah bidang gambar.
  • DIL : Drop in Loading.
  • Dioptri : Dilengkapi dengan pengatur dioptri (lensa + atau – bagi mereka yang berkacamata)
  • DIR : Development Inhibitor Releaser
  • DRAM : Data Random Acces Memory
  • Density : densitas atau kepekatan dalam fotografi. Semakin pekat suatu warna, semakin gelap dan berat warnanya.
  • Depth of Field (DOF) : menentukan seberapa jauh obyek di depan maupun di belakang obyek yang menjadi fokus dapat terlihat jelas.Semua obyek yang lebih jauh atau lebih dekat dari obyek yang menjadi fokus, akan terlihat kabur.
  • Digicam : merupakan singkatan dari digital camera atau kamera digital.
  • Digital zoom : merupakan fitur kamera digital untuk memperbesar (zoom) gambar dengan menggunakan software yang terdapat di dalam kamera digital.Cara kerjanya adalah menambah ukuran pixel.Kelemahannya adalah gambar menjadi tidak tajam saat dilakukan digital zoom. Digital zoom akan membuat kualitas gambar menurun.Jauh lebih baik jika menggunakan optical zoom ketimbang menggunakan digital zoom. Namun metode ini adalah yang paling mudah dan murah diimplementasikan dalam sebuah kamera digital.
  • DSLR : singkatan dari Digital Single-Lens Reflex atau Kamera Digital Refleksi Tunggal, yaitu kamera yang menggunakan sistem jajaran lensa jalur tunggal untuk melewatkan berkas cahaya menuju ke dua tempat, Focal Plane dan Viewfinder. Sistem tersebutlah yang memungkinkan fotografrer untuk dapat melihat objek melalui kamera yang sama persis seperti hasil fotonya wysiwyg “what you see is what you get“. Sebagai media dan sensor penangkap gambar kamera DSLR menggunakan CCD dan CMOS.
    DSLR merupakan tipe kamera yang paling canggih yang biasa digunakan untuk fotografer yang sudah berpengalaman.Umumnya, pada DSLR, anda bisa mengganti komponen lensa sesuai kebutuhan anda. Banyak teknik dan fitur yang bisa anda lakukan dengan kamera DSLR.
  • Depth : kedalaman, yaitu efek dimensional yang timbul karena ada perbedaan ketajaman.
  • Diaphragm / diafragma : Lubang pada lensa kamera tempat cahaya masuk saat melakukan pemotretan.
  • Distortion : distorsi atau penyimpangan bentuk. Biasanya terjadi pada pemotrtan dengan lensa sudut lebar.
E
  • EF-S : Istilah ini biasanya digunakan pada lensa Canon. EF kepanjangan dari Electrofocus dan S adalah Short-Back. Electrofocus karena lensa ini memiliki motor sendiri untuk autofokus sementara short-back karena secara mekanis ujung belakang lensa masuk lebih jauh ke dalam mounting kamera. Lensa EF-S didesain khusus untuk kamera Canon non full-frame dan tidak bisa dipakai di kamera full-frame.
  • Esay foto : Merangkai foto menjadi cerita bertema
  • ESP (Electro Selective Pattern) : sistem pengukuran cahaya otomatik di saat kondisi kesenjangan kecerahannya sangat besar.
  • EV (Exposure Value) : kekuatan cahaya. Contoh, EV=0 kekuatan pada diagframa f/1,0 kecepatan 1 detik.
  • Evaluative/Matrix : Pengukuran pencahayaan berdasarkan segmen-segmen dan presentase tertentu.
  • Eye piece Blind : Tirai penutup jendela bidik.Exposure : Hasil pengaturan bukaan diagframa dan shutter speed yang menentukan pencahayaan objek.
  • Exposure Compensation : Kompensasi pencahayaan; membuat alternatif pencahayaan dari normal menjadi lebih atau kurang.
  • Exposure Mode : Modus pencahayaan; umumnya ada 4 tipe manual, aperature priority, shutter priority dan auto.
  • EXIF : singkatan dari Exchangeable Image File, yaitu data-data mengenai suatu foto yang disimpan oleh software pada kamera digital DSLR. Biasanya berupa tanggal, merek dan tipe kamera, aperture, ISO dan flash.
  • Exposure : Jumlah cahaya yang masuk melalui lensa dan sampai ke sensor. Exposure ditentukan oleh aperture, yaitu diameter bukaan lensa, shutter speed – yang adalah lamanya cahaya terekam oleh sensor, dan ISO – kepekaan sensor atau film terhadap cahaya. Jadi, exposure adalah kombinasi dari jumlah dan lamanya cahaya yang sampai ke sensor. Dalam dunia fotografi eksposur adalah banyaknya cahaya yang diterima oleh sensor dalam kamera. Jika cahaya kurang hasil foto cenderung gelap (under exposure), jika kelebihan cahaya cenderung menjadi terlalu terang (over exposure).
  • Exposure compensation : Kompensasi pencahayaan, membuat alternatif pencahayaan dari normal menjadi lebih atau kurang
  • Exposure mode : Modus pencahayaan, pada umumnya ada 4 tipe: manual, Aperture priority, Shutter priority dan Programed (auto)
  • Exposure Index (EI) : yaitu simbol atau angka untuk kepekaan cahaya yang dapat diterima oleh film (ASA film) atau ISO pada kamera digital.
  • Extention Tube : adalah suatu alat yang dipasang antara lensa dan kamera, tujuannya untuk mendapatkan jarak fokus yang lebih dekat agar dapat fokus untuk memotret objek yang kecil.
  • Eye piece Blind : Tirai penutup jendela bidik
F
  • F-stop : Lihat keterangan Aperture
  • Fotografi Fashion : suatu genre fotografi yang ditujukan untuk menampilkan pakaian dan item-item fashion lainnya. Biasanya dilakukan untuk kepentingan periklanan dan majalah fashion.
  • Fast Lens / Lensa cepat (fast lens) : lensa dengan nilai tingkap (aperture) tunggal yang merupakan nilai maksimumnya. Dengan tingkap (aperture) tunggal, sebuah fast lens masih mempunyai beberapa variasi nilai bukaan yang lebih besar. Beberapa contohnya adalah: Carl Zeiss 50mm f/0.7 (produksi terbatas yang dibuat untuk NASA), Nikon TV-Nikkor 35mm f/0.9, Canon EF 50mm f/1.0
  • Fill Fash : penambahan cahaya flash atau lampu kilat pada objek (latar depan) yang minim cahaya biasanya pada saat objek membelakangi sumber cahaya (misal: sinar matahari). Pada kondisi tersebut biasanya objek akan terlihat gelap bahkan cenderung siluet. Nah untuk menghindari hal tersebut digunakanlahflash yang diarahkan pada objek tersebut (bagian muka model misalnya) agar terlihat lebih terang.
  • Fine Art Photography : terjemahan bebas untuk Fine Art adalah “seni murni”. Menurut Nico Darmadjungen salah satu fotografer fine art di Indonesia, tidak ada definisi yang baku untuk menerangkan fine art fotografi. Tapi secara umum fotografer lulusan sekolah seni Hamburg Jerman ini mengatakan bahwa fine artfotografi adalah cabang fotografi yang lebih menitikberatkan nilai estetik dan intelektual dalam karya-karyanya, selain indah foto tersebut juga mengandung makna tersendiri.
  • FID : Film strip Identification number.
  • File formats : menentukan jenis file yang dihasilkan oleh sebuah kamera digital. Umumnya kamera digital menghasilkan file dengan format JPEG. Beberapa kamera digital juga bisa menghasilkan format file RAW dan TIFF.
  • Fill in Flash : Lampu kilat pengisi. Dalam kondisi pemotretan yang tidak memerlukan lampu kilat
  • Film : Media untuk merekam gambar.
  • Film Frame Counter : Penghitung jumlah bingkai film. Pendeteksi berangka yang menunjukkan jumlah film yang sudah terpakai.
  • Film transparency : Slide warna atau color reversal film, yaitu film positif yang biasa digunakan untuk keperluan iklan, pers, dll.
  • Filter : Penyaring dalam bentuk kaca (atau bahan lain yang tembus cahaya) yang dipasang pada ujung tabung lensa.
  • Fish Eye : Lensa dengan sudut lebar ukuran 16mm ke bawah (gambar yang dihasilkan akan terlihat melengkung).
  • Fix Lens / Fixed lens : Lensa fix, yaitu lensa yang memiliki panjang fokus (titik api) tunggal, sudut pandangnya tetap.
  • Flare : Cahaya yang tertangkap oleh lensa yang bisa menghasilkan bagian terang silau atau bocoran cahaya berwarna pada foto. Biasanya dihindari oleh fotografer tapi sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk foto yang lebih kreatif.
  • Flash : Lampu kilat, yaitu jenis lampu buatan yang mampu menyediakan cahaya yang bisa dikendalikan. Lampu yang digunakan untuk memotret. Biasanya muncul dari kamera (built-in flash) atau ada juga yang terpisah (extended flash) yang bisa dipasang pada bagian hot shoe pada kamera.
  • Flash Exposure Compensation : Kompensasi pencahayaan blitz.
  • Fill In flash : Blitz / flash pengisi, dalam kondisi tidak memerlukan blitz, blitz tetap dinyalakan untuk menerangi bagian-bagian yang gelap seperti bayangan
  • Flash memory : Media penyimpanan data yang digunakan dalam kamera digital. Kartu memori flash dapat mempertahankan data yang disimpan tanpa membutuhkan listrik terus-menerus. Terdapat berbagai tipe dan merk flash memory. Anda perlu memastikan tipe dan merk apa saja yang didukung oleh kamera digital Anda, jika Anda ingin menyimpan lebih banyak gambar dan mengganti flash memory dalam kamera Anda. Istilah lainnya adalah memory card.
  • Flash Sync : Sinkron kilat, kecepatan maksimum agar body dan flash masih bekerja harmonis
  • Flash exposure compensation : Kompensasi pencahayaan lampu kilat, yaitu cara membuat alternatif pencahayaan lebih atau kurang dengan menggunakan lampu kilat.
  • Focal length : Jarak dari lensa ke sensor atau film yang mengarahkan cahaya. Ukuran panjang (length) ini digambarkan dalam milimeter (mm). Lensa yang focal length-nya pendek, seperti 28mm, memberikan pandangan yang cenderung lebih lebar – biasanya digunakan pada foto landscape. Sementara yang focal length-nya panjang, misalnya 200mm, digunakan pada foto-foto macro atau close-up untuk mempersempit pandangan dan mendekatkan objek ke lensa.
  • Fokus : Membuat cahaya membentuk titik atau bagian tajam pada foto melalui sensor atau film pada kamera.
  • Focus Lock : Atau FL, tersedia pada kamera dengan sistem autofokus. Gunanya mengunci jarak fokus yang sudah didapat agar tidak berubah meskipun kamera bergoyang.
  • Frame : Bagian luar pada sebuah foto atau ukuran lebar dan tingginya foto. Bisa juga berarti area dimana benda-benda akan masuk dalam foto dan bisa dikomposisi.
  • Focal Plane : bidang fokal adalah sebuah bidang yang tegak lurus sumbu optis, tempat dipetakannya bisang fokus dari sudut pandang tertentu dengan relasi stigmatisme. Peralatan yang digunakan untuk pemetaan tersebut bernama kanta (lensa). Agar pemetaan dapat menghasilkan citra yang baik, kanta (lensa) disusun sedemikian rupa dan dikombinasi dengan diafragma dll dalam suatu sistem optik.
  • Focus ring : Titik api atau pertemuan berkas sinar/cahaya melalui lensa setelah berbias atau dipantulkan.
  • Focusing Screen : Layar focus.
  • Frames per second (fps) : biasanya berhubungan dengan video. Angka fps menunjukkan jumlah gambar yang akan ditampilkan secara berurutan dalam 1 detik. Misalnya 30fps, maka gambar akan ditampilkan sebanyak 30 buah gambar dalam waktu 1 detik. Umumnya fps yang masih nyaman ditonton adalah 30fps.
  • Foto wedding : Potraiture berpasangan (menciptakan rekaman gambar yang romantisme, baik dari posenya maupun dari suasananya Foto wedding terbagi 2 yaitu: · Neo Classic Potraiture, ialah bentuk visual foto berpasangan yang beraura romantis · Classic wedding, ialah bentuk foto berpasangan yang harus menjadi kenangan
  • Framing : Pembingkaian objek untuk memberi kesan mendalam/ dimensi objek foto
  • FPS : singkatan dari frame persecond, yaitu satuan pengambilan gambar dalam gambar per detik.
  • Flash Sync : Sinkron kilat; kecepatan maksimum agar body dan flash bekerja harmonis.
G
  • Golden Section : Hukum komposisi yang mengatakan bahwa keselarasan akan tercapai bila suatu bidang merupakan kesatuan dari dua bidang yang berhubungan.
  • GN : Singkatan dari guide number, yaitu kekuatan daya pancar cahaya lampu kilat yang merupakan perkalian antara jarak (dalam meter atau feet) dan diafragma.
  • GND : singkatan dari Graduated Neutral Density. Filter ini berfungsi untuk mengurangi cahaya yang masuk dengan gradasi sampai setengah dari lensa. Biasa digunakan untuk foto pemandangan, untuk menyelaraskan warna langit dengan permukaan bumi.
  • Grain : Penampakan titik-titik halus pada foto, biasanya akibat pemotretan menggunakan ISO yang terlalu tinggi pada saat cahaya redup.
H
  • HD : High-definition video, atau disingkat HD video, merupakan video dengan resolusi tinggi, setidaknya 1024×768 pixel.
  • HDMI (High Definition Multimedia Interface) merupakan sebuah antarmuka untuk mengirim gambar digital antar perangkat. Umumnya HDMI digunakan pada HDTV atau komputer. HDMI connector dapat memudahkan Anda menampilkan video ke perangkat lain seperti komputer atau HDTV.High angle : pandangan tinggi. artinya, pemotret berada pada posisi yang lebih tinggi dari objek foto.
  • HDR : Singkatan dari High Dynamic Range yakni hasil pengolahan foto dengan teknik yang menggabungkan beberapa foto dengan tingkat ekposur yang berbeda (gelap-normal-terang) menjadi satu frame sehingga terjadi peningkatan citra “dynamic range” (perbandingan atau rasio tingkat eksposure tersebut sehingga menghasilkan suatu tingkat eksposur baru yang dramatis).
  • Highlight : Bagian paling terang pada sebuah foto yang – jika muncul terlalu banyak – akan mengakibatkan foto yang overexposed. Jika dilihat akan tampak banyak bagian terang dan putih.
  • High key : Teknik pencampuran kontras pada foto dimana bagian highlight lebih banyak daripada bagian gelap tapi tidak overexposed. High-Key photo : sebutan untuk suatu foto yang didominasi nuansa putih.
  • Holga : Holga berasala dari bahasa Kanton, hol-gon, yang berarti sangat terang. Oleh penemunya TM Lee yang bekerja di Universal Electronic Ltd., Kowloon, Hongkong, kemudian mengalami perubahan menjadi Holga. Setiap kamera Holga memiliku efek yang unik dan berbeda satu dengan yang lain. Ada yang diciptakan untuk menghasilkan gambar lebih terang atau gambar yang lebih berwarna, ada juga yang sengaja diciptakan dengan kebocoran cahaya pasa sisi-sisi tertentu.
  • Honeycomb : Perangkat atau alat tambahan berbentuk seperti sarang tawon.
  • Hot shoe : dudukan lampu kilat atau flash pada kamera terdapat pada bagian atas kamera, berfungsi untuk memasang lampu kilat elektronik.
I
  • IS : Singkatan dari Image Stabilization, istilah ini digunakan pada lensa Canon. Lensa dengan IS dilengkapi teknologi untuk meminimalkan blur dengan mengkompensasi gerakan tangan saat memegang lensa, berguna untuk pemotretan pada kondisi minim cahaya (low light) atau saat menggunakan lensa tele.
  • IF : atau Internal Focusing, istilah ini digunakan pada lensa Nikon. Lensa IF mampu mencari fokus secara cepat hanya dengan menggerakkan dan atau memanjangkan bagian depan lensa. Contoh lensa ini anatara lain: Nikkor 18-200mm f/3.5-5.6 VR II dan Nikkor 70-200mm f/2.8 VR II.
  • ISO : Tingkat kepekaan film atau sensor terhadap cahaya. Semakin tinggi angka ISO-nya, semakin terang foto yang dihasilkan. Bila ISO tinggi digunakan di cahaya redup biasanya bisa menimbulkan grain/noise pada foto. Atau angka yang mengindikasikan tingkat ukuran kepekaan sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi angka ISO maka semakin kepekaan sensor terhadap cahaya. Pengertian ini sama dengan ASA pada kamera yang menggunakan film.
  • Image : gambar yang terbentuk pada film atau pada tirai pengamat.
  • Incident light metering : Pengukuran cahaya jatuh, yaitu mengukur kuat cahaya yang menerangi objek.
  • Infinity : jarak tak terhingga dengan tanda pada skala jarak.
  • Infinity : Pada pengukuran lensa kamera, infinity adalah jarak maksimal yang jauh lebih besar daripada angka yang tertulis pada selongsong kamera. Dilambangkan dengan angka 8 horizontal dan biasanya digunakan untuk mendapatkan DOF yang sangat dalam atau memotret sesuatu yang sangat jauh seperti bulan.
  • Infrared : Jenis cahaya yang tidak tertangkap oleh mata tapi bisa di-“lihat” oleh kamera. Bila dimanfaatkan melalui filter lensa infrared atau kamera khusus infrared, bisa menghasilkan foto yang sangat indah.
  • Interchangeable Focusing Screen : Fasilitas untuk dapat mengganti focusing screen
  • Intervalometer : Fasilitas epmotretan otomatis dalam jarak waktu yang tertentu
J
  • JIS : singkatan dari japan industrial standart, yaitu ukuran kepekaan film, seperti asa digunakan di Jepang.
K
  • Komposisi : susunan garis, bidang, nada, kontras dan tekstur dalam suatu format tertentu
L
  • LCD (Liquid Crystal Display) : merupakan fitur di hampir semua kamera digital. Umumnya terdapat di bagian belakang kamera. Fungsinya untuk menampilkan gambar yang akan difoto, untuk melihat foto-foto yang telah dibuat, maupun untuk menampilkan menu untuk konfigurasi kamera digital.
  • Landscape : Ukuran foto dimana bentuknya cenderung horizontal; lebih lebar daripada tinggi. Bisa juga berarti genre fotografi yang menangkap pemandangan alam sebagai objek.
  • Large Format Camera : Kamera dengan format besar yang ukurannya lebih dari 4×5 inchi (102x127mm), sehingga dapat menghasilkan kualitas cetak yang sangat bagus dengan ukuran yang sangat besar. Biasanya digunakan untuk pemotretan yang lebih khusus seperti foto udara dan foto arsitektur dari jarak dekat tanpa menimbulkan (meminimalkan) distorsi.
  • Lens : Lensa, yaitu alat yang terdiri dari beberapa cermin yang mengubah benda menjadi bayangan yang bersifat terbalik, diperkecil, dan nyata. Kombinasi kaca dan ruang udara yang diatur di dalam sebuah selongsong. Di dalamnya terdapat diafragma yang bisa membuka dan menutup untuk memungkinkan sejumlah cahaya masuk. Ini dikontrol secara manual oleh sebuah ring di baguan luar selongsong lensa, atau secara elektronis melalui pin di bagian sambungan lensa dengan kamera. Lensa punya dua fungsi utama: satu – memusatkan cahaya ke film atau sensor, kedua – mengontrol jumlah cahaya yang sampai ke sensor dengan penggunaan aperture. Lensa autofokus bisa dilengkapi motor untuk memungkinkannya bergerak maju-mundur untuk mengubah fokus.
  • Lens Hood : Tudung lensa yang digunakan untuk menutupi elemen lensa terdepan dari cahaya yang masuk secara frontal.
  • Lens Blade : bagian dari lensa untuk menentukan besar-kecilnya nilai bukaan lensa (aperture); umumnya menggunakan mekanisme yang terbentuk dari beberapa keping metal atau plastik (blade) dengan cara membuka dan menutup membentuk lubang aperture pada lensa.
  • Lens Cap : tutup lensa, yang berfungsi untuk melindungi lensa dari debu saat tidak digunakan.
  • Lens Hood : Lens hood atau tudung lensa, selain untuk melindungi lensa dari benturan langsung, juga berfungsi untuk mencegah agar cahaya tidak mengenai elemen lensa bagian depan secara langsung yang dapat mengurangi kontras dan menyebarkan flare.
  • Lens Mount : bagian dari kamera tempat menempelnya lensa, yang memungkinkan sebuah kamera untuk berganti lensa yang sesuai dengan dudukan (mount) pada kamera.
  • Kit Lens / Lensa Kit : lensa standar dari pabrikan yang menjadi bagian unit kamera yang dipasarkan (contoh yang umum adalah lensa kit 18/55mm f/3.5-5.6)
  • Light contrast : Kontras cahaya, yaitu tingkat kepekaan cahaya yang dihasilkan oleh suatu sumber cahaya.
  • Light meter : Pengukur kekuatan sinar. Biasa dipakai dalam pemotretan untuk menentukan besar diafragma atau kecepatan pada suatu kondisi pencahayaan.
  • Lomografi : salah satu bagian fotografi analog yang menggunakan kamera khusus, yaitu kamera LOMO (Leningradskoye Optiko-Mechanichesckoye Obyedinenie – penggabungan mekanis optik leningrad). Lomo merupakan sebuah pabrik lensa di St. Petersburg, Rusia yang memproduksi lensa untuk alat-alat kesehatan, alat persenjataan, dan juga lensa kamera. Di Austria, pabrik tersebut menjadi inspirasi untuk produk-produk fotografi, dengan merek dagang Lomographische AG. Kamera lomografi merupakan kamera analog yang masih menggunakan film gulung. Orang-orang yang menyukai lomografi dan menggunakan kamera LOMO disebut sebagai “lomografer”.
  • Long Shot : Sudut pandang yang lebar yang memberi perhatian lebih pada objek pemotretan dengan cara memisahkannya dari latar belakang yang mungkin mengganggu.
  • Low angle : Pandangan rendah, yaitu sudut pandang dalam pemotretan dengan kedudukan pemotret lebih rendah dari objek pemotretan. Menghasilkan gambar seolah-olah objek lebih tinggi dari aslinya.
  • LT : Long time Exposure, sama dengan pencahayaan panjang misalnya 2 detik atau lebih.
M
  • M : Mode manual, dimana semua sistem seperti ISO, Shutter speed, diafragma (F) diatur secara manual sesuai kebutuhan.
  • Main Light : Cahaya pengisi/tambahan
  • MF : Manual fokus.
  • Monopod : Penyangga satu kaki untuk kamera.Multispot : Pengukuran cahaya dari beberapa titik.
  • Macro : Makro, saran untuk pemotretan jarak dekat. Makro akan menghasilkan rekaman objek (pada film) yang sama besar dengan objek aslinya (1:1).
  • Macro Lens : Lensa makro, yaitu lensa yang digunakan untuk memotret objek berukuran kecil atau pemotretan jarak dekat (mendekatkan objek).
  • Magnification : Pembesaran. Diukur dari gambar film dengan perbandingan ukuran asli objek.
  • Main light : Sinar utama dalam pemotretan yang biasanya berasal dari depan objek. Biasanya digunakan untuk memunculkan bentuk atau wajah objek.
  • Medium shoot : Pandangan yang lebih mengarah kepada suatu tema pokok dengan latar belakang yang agak dihindari.
  • Medium Format Camera : kamera jenis ini kerjanya mirip dengan SLR namun dengan ukuran film yang lebih besar yaitu 120mm. Dengan ukuran film tersebut maka pembesaran yang dihasilkan akan lebih baik dari daripada penggunakan film 35mm. Kamera jenis ini biasanya digunakan pada pemotretan still life (benda tidak begerak), model, ataupun untuk keperluan bisnis seperti iklan dana majalah yang membutuhkan hasil cetak gambar yang besar.
  • Metering : Pola pengukuran cahaya yang biasanya terbagi dalam 3 kategori : center weight, evaluative/matrix dan spot.
  • Metering center weight : Pola pengukuran cahaya menggunakan 60 persen daerah tengah gambar
  • Metering matrix : Pola pengukuran cahaya berdasarkan segmen-segmen dan persentase tertentu
  • Metering spot : Pola pengukuran cahaya yang menggunakan satu titik tertentu yang terpusat.
  • Maximum aperture : Bukaan atau f-stop terbesar yang bisa dibuat oleh sebuah lensa. Sebuah lensa f/1.4 adalah lensa cepat karena memiliki maximum aperture yang cenderung lebar; sementara lensa f/4.5 adalah lensa lambat karena memiliki maximum aperture yang lebih sempit. Lensa cepat sangat membantu bila digunakan memotret dalam cahaya redup.
  • Minimum aperture : Bukaan atau f-stop terkecil yang bisa dibuat oleh sebuah lensa. Biasanya, lensa wide angle punya minimum aperture f/22; lensa normal f/16; dan lensa telephoto f/32.
  • Mode : Cara melakukan beberapa pemotretan. Beberapa mode pada kamera sudah diprogram lebih dulu dan bisa dipilih sesuai dengan kondisi pemotretan atau objek. Ini termasuk mode aperture priority (A atau AV), shutter priority (S atau TV), dan seterusnya.
  • Microphotography : yang menggunakan film berukuran kecil, dengan bantuan mikroskop.
  • Monopod : sandaran atau penyangga kamera berkaki satu. Berfungsi membantu menahan kegoyangan. Sering pula disebut “unipod”
  • Megapixel : Megapixel (MP) sama dengan 1 juta pixel. Pixel merupakan elemen terkecil sebuah gambar dalam kamera digital.Angka pada megapixel menentukan resolusi sebuah gambar. Sebuah gambar dengan megapixel yang lebih besar, akan memiliki resolusi yang lebih tinggi.
  • Memory card : merupakan media penyimpanan data. Digunakan untuk menyimpan hasil foto dan video yang Anda ambil menggunakan kamera digital.Terdapat berbagai ukuran, tipe dan merk memory card. Pastikan terlebih dulu sebelum Anda membeli memory card baru untuk menambah kapasitas penyimpanan data di kamera digital Anda.
  • MMC Card : MMC (Multi Media Card) merupakan salah satu tipe flash memory yang digunakan untuk menyimpan data dalam kamera digital.Teknologi yang lebih populer yang dibuat berdasarkan MMC adalah SD Card.
  • Multiple exposure : Fasilitas pemotretan berulang pada frame yang sama
  • Multispot : Pengukuran pencahayaan dari beberapa titik
  • Movie mode : kemampuan kamera digital untuk merekam klip video. Hampir semua kamera digital memiliki kemampuan ini. Bahkan beberapa di antaranya dapat merekam HD video.
N
  • ND Filter : Filter ND, yaitu filter yang berfungsi menurunkan kekuatan sinar sebanyak 2 sampai 8 kali. Filter ini berfungsi untuk mengurangi cahaya yang masuk saat kita menggunakan nilai bukaan lensa (aperture) yang besar di lingkungan cahaya (ambeint light) yang terang di luar ruangan. Selain itu ND juga efektif saat kita ingin menggunakan kecepatan rana (shutter speed) yang sangat lambat (seperti untuk merekam gerak air) di kondisi cahaya yang agak terang.
  • Nebula Filter : Filter yang menghasilkan gambar dengan efek pancaran sinar radial yang berpelangi.
  • Night Mode : dalam fotografi (khususnya digital), night mode adalah salah satu fungsi otomatis dari kamera digital yang digunakan ketika kita akan mengambil foto pada kondisi minim cahaya (low-light) atau pada malam hari. Pada night modeini biasanya kamera digital akan mengatur kecepatan rana (shutter speed) lebih lambat dan akan mengaktifkan lampu kilat pada kamera (built-in flash).
  • Normal lens : Lensa berukuran normal berfokus panjang, 50 mm atau 55 mm, untuk film berukuran 35 mm. Sudut pandangnya sama dengan sudut pandang mata manusia.
  • Noise : Bintik-bintik tak beraturan. Biasanya karena penggunaan senor sebuah kamera digital yang diset high.
O
  • Off-shoe : istilah ini berkenaan dengan istilah lampu kilat / flash yang digunakan di luar kamera yang biasanya dihubungkan dengan suatu sistem wireless trigger atau kabel, cara seperti ini dikenal juga dengan teknik Strobist.
  • Optical Sharpness : ketajaman optis, yaitu suatu ketajaman yang dapat dicapai karena lensa berkualitas baik.
  • Optical Zoom : atau zoom optik adalah pembesaran yang dibuat oleh lensa. Pembesaran jenis ini adalah “true zoom” atau pembesaran yang sebenarnya dan tidak mempengaruhi kualitas gambar.
  • Optik : berkenaan dengan penglihatan (cahaya, lensa, dsb)
  • Overexposure : kelebihan pencahayaan. Bagian shadow tampak pekat (tanpa detail) sehingga negative tampak hitam total. Dalam fotografi, over-exposure merujuk pada hasil foto yang terlalu terang (over-exposed image) atau tampak putih (washed-out). Hal ini umumnya terjadi saat kamera digital memotret terlalu banyak cahaya pada subjek atau karena pengaturan antara kecepatan rana (shutter speed), nilai bukaan lensa (aperture) dan ISO yang tidak tepat dengan kondisi pencahayaan di lingkungan (ambeint light) sekitar objek foto
  • Overhead lighting : sinar dari atas. Lampu atau penyinaran yang dibuat untuk menyinari objek dari atas.
  • Override : Penyimpangan dari pengaturan otomatis.
P
  • Panning : Merupakan salah satu teknik dalam fotografi untuk memberikan kesan gerak. Pada teknik panning ini objek utama (fokus) nya adalah benda bergerak, dengan latar belakan (background) blur. Dari berbagai referensi, untuk menghasilkan foto panning, pengaturan kamera biasanya pada kecepatan rana (shutter speed) rendah 1/15-1/40s dan nilai bukaan lensa (aperture) sempit f/11-f/22.
  • Panoramic : Foto dengan bidang panjang memanjang (lanscape), seringkali merupakan gabungan beberapa foto dengan menggunakan peralatan atau software khusus. Dikenal juga dengan forografi format lebar (wide-angle). Meskipun tidak ada pemisahan kategori secara khusus antara “wide-angle” dan fotografi panorama, “wide-angle” biasanya mengacu pada jenis lensa, tapi jenis lensa ini tidak selalu menghasilkan gambar panorama.
  • PC terminal : Terminal untuk blitz di luar hot shoe
  • Pixel : merupakan elemen terkecil dalam sebuah gambar yang dihasilkan oleh kamera digital. Sebuah pixel sebenarnya adalah sebuah titik atau kotak berukuran sangat kecil yang diberi warna. Jutaan pixel diatur dalam sebuah gambar sehingga menjadi foto atau video yang indah.Point and Shoot Camera : ini merupakan jenis kamera yang paling sederhana. Sesuai namanya kamera ini dapat digunakan dengan sesederhana “point” dan “shoot“, arahkan dan ambil foto, tidak ada pengaturan secara khusus.
  • Portrait : fotografi potret atau potraiture adalah fotografi dengan objek orang atau sekelompok orang yang menampilkan ekspresi, kepribadian dan suasana subjek. Fokus utama portrait biasanya adalah wajah seseorang.
  • Pocket camera : Atau biasa disebut kamera saku, adalah kamera berukuran kecil yang bisa muat dalam saku pakaian Anda, sehingga disebut kamera saku.Umumnya kamera saku digunakan untuk fotografer pemula, karena cara penggunaannya yang sederhana, yaitu metode “point and shoot”. Anda tinggal membidik gambar dan foto langsung bisa Anda nikmati, tanpa perlu banyak pengaturan.
  • Point of Interest (POI) – terjemahan bebasnya adalah “titik yang menarik”, yaitu lokasi titik tertentu yang memungkinkan seseorang menemukan hal yang menarik pada sebuah foto, atau singkatnya adalah objek utama dari sebuah foto.
  • Polarizing Color Filter : Filter yang terdiri dari selembar polarisator kelabu dan polarisator warna, terdapat berbagai kombinasi warna sehingga dapat digunakan untuk efek-efek tertentu.
  • Polarizing Conversion Filter : Filter terdiri dari selembar polarisator dengan filter konversi warna (85B).
  • Polarizing Fider Filter : Filter yang terdiri dari dua filter PL linier yang digabung menjadi satu.
  • Polarizing Circular Filter : Filter yang dibuat dari lembaran polarisator linier dan keeping quarter wave retardation, dilapi di antara dua gelang filter.
  • Polarizing Filter : Filter polarisasi, dipakai untuk menghilangkan refleksi dari segala permukaan yang mengkilap.
  • Pop Up Flash : Lampu kilat kecil terbuat atau menyatu dengan kamera.
  • Post-processing : Proses yang dilakukan setelah foto diambil. Biasanya menggunakan program editor foto pada komputer. Biasa juga disebut editing.
  • Prime Lens – Lihat keterangan Fixed-lens
  • Prosumer : istilah “prosumer” merupakan gabungan PROfessional danconSUMER. istilah ini diperkenalkan pertama kali oleh Marshall McLuhan dan Barrington Nevitt dalam buku mereka “Take Today” (hal.4) 1972. Selain mempunyai kesamaa dengan kamera poket dalam hal point and shoot, kamera prosumer juga memiliki beberapa fitur seperti halnya DSLR, yaitu pengaturan untuk kecepatan rana (shutter speed), nilai bukaan lensa (aperture), ISO dan juga pilihan untuk format RAW image. Beberapa contoh kamera prosumer: Canon powershoot S3 IS & Nikon P90.
  • Pull dan Push : Push merupakan peningkatan kepekaan film dalam pemotretan. Contoh dari ISO 100-200/lebih; Pull merupakan kebalikannya, yaitu penurunan kepekaan film. Push : Meningkatkan kepekaan film dalam pemotretan, misal dari ISO 100- 200/lebih. Pull : kebalikan dari Push
  • Pupup Flash : Blitz kecil, terbuat menyatu dengan body Stop : Satuan pencahayaan, 1 stop sama dengan 1 EV
R
  • Rana : Adalah tirai yang menggantikan fungsi penutup manual di bagian depan lensa, besar kecilnya dapat diatur sesuai kebutuhan.
  • Rana Celah : Rana celah vertical dan horizontal dan terletak pada kamera.
  • Rana Pusat : Rana yang terletak pada lensa, berdampingan dengan diafragma.
  • RAW : file dengan data mentah atau format asli dari hasil proses kerja Sensor gambar pada digital processing (kamera DSLR). Sebagian besar aplikasi pengolahan foto tidak dapat membuka dan memproses file dalam format RAW. Karena itu harus dikonversi terlebih dahulu ke dalam format yang umum seperti JPEG atau TIFF. Aplikasi konversi ini biasanya sudah tersedia pada kamera DSLR. Berbeda merek berbeda pula ekstensi file RAW untuk Canon EOS, NEF untuk Nikon, ARW untuk Sony dan ORF untuk Olympus.
  • Red Eye : Efek titik merah pada mata objek karena pantulan lampu flash.
  • Red eye reduction : fasilitas untuk mengurangi efek mata merah yang biasa terjadi pada pemotretan menggunakan blitz pada malam hari.
  • Reflector : permukaan yang dapat memantulkan atau mencerminkan gelombang cahaya. Dalam fotografi, reflektor berperan penting dalam pengkondisian pencahayaan (lighting) terutama dalam ruang studion foto.
  • Reloadable to last frame : fasilitas untuk mengembalikan film yang telah digulung di tengah ke posisi terakhir yang terpakai.
  • Rembrandt Lighting : Cahaya yang berasal dari jendela atau sering juga disebut window lighting. Cahaya yang datang dari sudut 45 derajat.
  • Remote : Alat yang memungkinkan fotografer melakukan penekanan shutter dari jarak jauh dengan penghubung arus tanpa kabel.
  • Remote Flash : Melepaskan lampu kilat dari badan kameranya dan meletakkannya si duatu tempat untuk mendapatkan efek foto yang diinginkan
  • Resolution : Daya pisah. Suatu sifat lensa yang berdaya urai dengan kemampuan menyajikan detail kehalusan gambar sesudah film dikembangkan (diproses).
  • Retouch : Mengubah, sifatnya memperbaiki atau menambah warna dengan menggunakan tangan atau kuas, atau juga pada masa ini dengan komputer seperti melukis sehingga menghasilkan gambar yang baik dan tanpa cacat seperti sebelumnya.
  • Reverse Adapter : Suatu alat penyambung yang digunakan untuk memotret saat menggunakan lensa kamera yang dibalik sehingga elemen belakang lensa menghadap ke objek. Digunakan untuk memasang lensa yang dibalik; membuat lensa makro alternatif agar cahaya yang masuk tidak bocor.
  • ROL (Ray of Light) : ROL atau Ray of Light jika di terjemahkan secara bebas adalah berkas sinar pada hasil foto yang tertangkap oleh sensor kamera. Berkas sinar ini bisa didapat secara alami dari sinar matahari dan sinar buatan dari lampu atau lighting.
  • Rule of Thirds : dalam dunia fotografi, rule of thirds atau aturan sepertiga (1/3) bagian adalah pedoman bagaimana caranya untuk memposisikan objek 1/3 bagian dalam foto agar lebih enak dilihat. Aturan ini mungkin memang lebih tepat disebut sebagai pedoman, karena tidak selamanya penempatan objek 1/3 bagian foto ini enak untuk dilihat, bergantung juga dari objek dan hasil foto yang dihasilkan oleh fotografer.
S
  • Saturasi : Berhubungan dengan warna pada sebuah foto, yaitu cerah atau tidaknya warna-warna tersebut. Saturasi bisa dimanipulasi melalui post-processing.
  • SD Card : merupakan salah satu tipe flash memory yang digunakan untuk menyimpan data dalam kamera digital.
  • Secure Digital High Capacity (SDHC): merupakan salah satu tipe flash memory yang digunakan untuk menyimpan data dalam kamera digital.Teknologi SDHC merupakan pengembangan dari SD Card dengan kapasitas penyimpanan cukup besar.
  • Second Curtain Sync : Fasilitas untuk menyalakan lampu-kilat sesaat sebelum rana menutup.
  • Self Adjusting : Penyesuaian (diri).
  • Self Timer : Penangguh waktu. Sebuah tuas yang digunakan untuk keperluan memperlambat membukanya rana kamera sekalipun tombol pelepas kamera telah ditekan.
  • Sepia Toner : Pewarna coklat/sawo.
  • Sequence : Sekuen. Satu seri dari beberapa jepretan (shot) yang meliputi suatu kejadian yang sama. Setiap jepretan hanya berbeda dalam hitungan detik.
  • Shadow : Bagian tergelap pada sebuah foto. Kebalikan dari highlight. Biasanya menampilkan detil dan tekstur.
  • Sharpness : Bagian dari foto yang terfokus atau tajam. Ketajaman film, yaitu suatu kemampuan film untuk merekam setiap garis dari pandangan yang dipotret dengan ketajaman yang baik.
  • Shutter : Serangkaian ‘tirai’ di dalam lensa yang bisa membiarkan cahaya masuk untuk sampai ke sensor dalam rentang waktu tertentu.
  • Shutter release : Tombol yang digunakan untuk menentukan saat menutupnya shutter. Banyak tombol ini yang bekerja dala dua langkah; jika ditekan setengah jalan akan mencari fokus pada mode autofokus, dan jika ditekan sepenuhnya akan menutup tirai shutter.
  • Shutter rana / Shutter priority : Prioritas pengaturan pada kecepatan rana, diafragma otomatis
  • Shutter Button : Shutter button (tombol rana), yaitu tombol pada kamera yang digunakan untuk mengambil gambar. Saat ditekan, rana (shutter) kamera “dirilis”, sehingga akan terbuka untuk menangkap gambar dan mengekpos cahaya dengan durasi sesuai kecepatan rana (shutter speed) yang sudah disetel, dan kemudian menutup kembali.
  • Shutter Count (SC) : SC adalah jumlah berapa banyak shutter button (tombol rana) pada kamera telah di tekan atau dengan kata lain adalah jumlah foto yang telah dihasilkan oleh kamera.
  • Side Lighting : Sinar dalam pemotretan yang datangnya dari arah samping kanan atau kiri – 90 derajat dihitung dari sudut pandang kamera.
  • Silent Wave Motor (SWM) : istilah ini digunakan pada lensa Nikon. Lensa tipe ini memiliki kemampuan mengganti fokus dari auto-focus ke manual-focus secara cepat hanya dengan memutar focusing-ring, tanpa harus mengganti mode-focusingseperti halnya pada lensa AF-D.
  • Silhouette / Siluet : siluet adalah efek yang dihasilkan dalam fotografi karena adanya perbedaan signifikan antara pantulan cahaya objek utama di bagian depan foto dengan latar belakangnya. Untuk menghasilkan siluet, cahaya dari bagian belakang objek harus sangat terang. Siluet juga dapat dihasilkan dengan menghalangi pantulan cahaya objek utama secara selektif.
  • Silica Gel : dalam fotografi silica gel berfungsi untuk “mengeringkan” kelembaban agar peralatan optik pada lensa dan kamera terhindar dari jamur akibat suhu yang lembab. Biasanya digunakan dalam boks (dry-box) tempat penyimpanan kamera dan lensa.
  • Single Lens Reflect : Refleks lensa tunggal (RLT), adalah kamera yang memiliki satu lensa untuk membidik yang menggunakan cermin dan prisma.
  • Single Point Reading : Suatu pembacaan pengukuran dalam pencahayaan yang dilakukan hanya pada satu titik atau bagian tertentu yang terpenting dari sebuah objek foto.
  • Slave Unit : Mata listrik atau alat bantu yang sanggup menyalakan lampu kilat yang menyalakan lampu-kilat karena pulsa yang dihasilkan oleh menyalanya lampu-kilat lain.
  • Slow : Istilah yang digunakan untuk jangka waktu exposure yang lama. Biasanya bila menggunakan aperture dengan bukaan kecil atau bila shutter speed lebih lambat dari 1/30 detik
  • SLR (Single Lens Reflect) : Kamera lensa tunggal yang menggunakan cermin dan prisma.
  • Small Format Camera : Kamera format kecil yaitu kamera jenis SLR (Single Lens Reflect) yang menggunakan film berukuran 35 mm namun fleksibel dan enak dipegang serta ringan.
  • Snapshoot : Bidikan spontan, tanpa modelnya diatur terlebih dahulu.
  • Snoot : Suatu alat berbentuk kerucut yang berlubang pada ujungnya dan digunakan untuk memperkecil penyebaran cahaya dari lampu kilat studio.
  • Soft Focus Len : Lensa yang berdaya lukis lembut.
  • Sonar Autofocus : Sistem otofokus yang bekerja berdasarkan perjalanan bolak-balik suara sonar – dari kamera ke objek kembali ke kamera.
  • Special Effect : Efek khusus dengan menggunakan teknik tertentu.
  • Spectrum : Berkas sinar yang terlihat oelh mata, terpecahkan oleh pembiasan prisma dalam warna-warni.
  • Speedlight : Lampu-kilat yang mempunyai kecepatan menyala tinggi atau cepat. Ini adalah penamaan untuk lampu kilat (flash) dalam fotografi dari merek tertentu. Speedlite adalah penamaan untuk branding flashproduk Canon dan Ricoh, sedangkan Speedlight untuk produk flash dari Nikon. Beberapa flash keluaran 3rd party juga menggunakan penamaan tersebut
  • Spot : Pengukuran pencahayaan hanya pada titik tertentu
  • Spot Metering : salah satu fitur pengaturan pada kamera, yang berfungsi untuk mengatur pengukuran (metering) cahaya pada titik kecil tertentu pada objek foto dan mengabaikan cahaya di area lainnya.
  • Speedo Solarisasi : Suatu teknik kamar gelap versi lain dari tehnik solarisasi (efek sabattier) pada film ortholith yang akan memberikan suatu efek gerakan yang cepat (speedo).
  • Stereo Camera : Kamera berlensa dua yang menghasilkan dua foto sekaligus.
  • Step-Up/Down Ring : Ring (cincin) ini digunakan pada lensa untuk pemasanganfilter atau aksesoris lain yang ukuran diameternya tidak sama dengan ukuran diameter lensa. Sebagai contoh, step-up ring 49-52mm artinya cincin (ring) ini memungkinkan kita untuk menggunakan filter/aksesoris lain yang diameternya 52mm pada lensa dengan diameter 49mm. Dalam penulisannya, ukuran diameter lensa (49mm) disebutkan pertama dan diameter filter (52mm) disebutkan setelahnya. Dengan pengertian yang sama berlaku juga untuk step-down ring.
  • Still Life : Foto still life dapat diartikan dengan memotret benda mati / benda-benda kecil sebagai objeknya agar tampak “hidup” dan “berbicara”. Pada konteks fungsional foto still life benda tertentu bisa saja untuk keperluan komersial periklanan dan komunikasi visual dalam bentuk katalog, brosur, company profile, flyer dan iklan (foto produk).
  • Stop : Pengukuran cahaya yang digunakan untuk menggambarkan aperture atau shutter speed, meskipun lebih umum digunakan bersama aperture. Perbedaan satu stop menandakan setengah atau dua kali lipat jumlah cahaya. Stop down berartu mempersempit aperture; stop up berarti melebarkan.
  • Strobist : trik atau teknik pendayagunaan lampu kilat (flash), yang biasanya hanya dipasang di hotshoe (penampang flash yang ada di atas kamera), agar dapat digunakan untuk melakukan pencahayaan dari berbagai posisi di luarhotshoe kamera (off-shoe). Trik atau teknik ini sering kali digunakan untuk menggantikan lampu studio yang tidak cuma mahal tapi juga bukanlah piranti portabel yang mudah dibawa kemana-mana. Untuk menghubungkan lampu kilat (flash) dengan kamera digunakan piranti Wiresless Flash Trigger Control yang terdiri dari Receiver dan Transmitter.
  • Subtractive : Sistem penyusunan balans warna dengan mengurangi unsure warna, suatu kebalikan dari additive atau menambahkan.
  • Super Wide Lens : Lensa bersudut super lebar yang biasa digunakan untuk pemotretan arsitektur, interior, eksterior, pemandangan, dll.
  • Shiftable program : Pada mode program, exposure setting dapat diubah secara otomatis dalam EV yang sama, misalnya dari 1/125 menjadi 1/250 detik, f 5.6 dmenjadi f 11.
T
  • Table-Stand : Kaki tiga (tripod) kecil. Sandaran kamera yang membantu menahan goyang yang dipakai di atas meja.
  • Texture : Tekstur, sifat permukaan atau sifat bahan, merupakan elemen seni visual yang sangat penting karena mampu memberi kesan “rasa” seperti halus, kasar, mengkilat, dll.
  • Telephoto : Nama yang digunakan untuk lensa yang focal length-nya lebih panjang dari 50mm dan sudut pandanganya kurang dari 45 derajat. Telephoto biasa panjangnya sekitar 80mm, medium sekitar 135mm, dan telephoto ekstrem bisa sampai 300mm atau lebih (dikenal juga dengan istilah termos putih). Biasanya untuk memotret benda-benda jauh agar tampak dekat, seperti cara kerja teropong.
  • Tele Converter : Lensa tambahan yang dipasang di antara lensa asli dan tubuh kamera, yang dapat mengubah lensa normal menjadi tele dan lensa tele menjadi tele panjang.
  • Tele Lens : Lensa tele yang digunakan untuk memperbesar objek yang akan difoto. Lensa ini dapat digunakan untuk memperoleh ruang tajam yang pendek.
  • Test Strip : Suatu cara untuk mendapatkan hasil cetakan yang baik (normal) yang dilakukan dengan cara membuat pencahayaan bertingkat pada saat mencetak sebelum mencetak sesungguhnya.
  • Tilt Head : Kemampuan kepala lampu-kilat untuk dapat diputar. Fungsinya untuk mendapatkan efek pencahayaan yang lembut dengan cara memantulkan terlebih dahulu cahaya yang keluar dari lampu-kilat.
  • Timer Switch : Pengukur waktu yang akan memutuskan aliran listrik pada akhir hitungan yang telah ditentukan.
  • TLR / Twin Lens Reflect : kamera yang menggunakan dua lensa. Satu untuk melihat, lainnya untuk meneruskan cahaya ke film.
  • Tone : Istilah lain untuk warna, tapi bisa juga berarti mood yang dihasilkan oleh kombinasi warna pada sebuah foto.
  • Top Light : Cahaya (dari) atas. Cahaya yang berasal dari atas objek. Biasanya digunakan untuk menerangi bagian atas kepala model yang akan difoto.
  • Transparan :Tembus pandang ialah permukaan suatu benda yang tidak menghambat pandangan untuk melihat benda di belakangnya. Kaca dan plastik misalnya bersifat tembus pandang.
  • Translusen : Tembus sinar. Namun kita tidak biasa melihat benda yang berada di belakang benda yang translusen tersebut. Misalnya kaca es, kaca buram, kaca susu, plastik suram, dsb.
  • Transparancy : Transparan, gambar tembus, slide atau film positif.
  • Tripod : Kaki-tiga. Suatu alat yang digunakan untuk menyangga kamera yang berbentuk kaki-tiga, yang dapat dipanjangkan dan dipendekkan sesuai keinginan (terbatas). Tripod adalah sebuah alat yang berfungsi menahan getaran pada kamera, hal ini biasa terjadi saat pemotretan dengan kecepatan rana (shutter speed) yang lambat atau sangat lambat. Dengan menggunakan tripoddapat menghindari guncangan / goyangan akibat getaran tangan atau tarikan nafas, dan lainnya, sehingga hasil foto tidak blur dan tetap tajam.
  • Tripod Socket : Tempat (ulir) untuk tripod. Suatu bagian di kamera, biasanya berlubang dengan ulir di dalamnya, yang berguna untuk tempat memasang tripod atau kaki-tiga kamera.
  • Through the Lens Metering : Sistem pengukuran cahaya melalui lensa. Biasa juga disebut OTF (Off the Film Metering).
  • TTL / Through The Lens : Sistem pengukuran cahaya melalui lensa. Merupakan salah satu fitur yang terdapat pada lampu kilat (flash). Lampu kilat jenis ini mengandalkan sensor internal kamera sebagai pengendali pencahayaannya. Karena itu kamera yang digunakan haruslah kamera yang mempunyai fitur yang mendukung TTL pada flash.Tungsten Film : Film yang khusus diperuntukkan bagi pemotretan yang dilakukan dengan cahaya buatan dengan lampu biasa atau photo-flood, namun juga tetap dapat dipakai untuk pemotretan di bawah cahaya alami.
U
  • Ultra Sonic Motor (USM) : Istilah ini digunakan pada lensa Canon. Lensa Canon biasanya memiliki motor di dalamnya, namun jika dilengkapi teknologi USM berarti lensa memiliki kemampuan autofokus lebih cepat, suaranya tidak berisik dan lebih hemat batere, serta memungkinkan perubahan autofokus ke manual fokus hanya dengan memutar ring lensa.
  • Ultra Wide Angle Lens : Lensa dengan panjang fokal (focal length) di bawah 10mm.
  • Underexposed : Kegagalan mengekspos sensor dengan benar karena tidak ada cukup cahaya yang sampai ke sensor untuk memunculkan warna dan brightness. Foto yang underexposed akan tampak gelap dan kekurangan warna.
  • UV Filter : Sebuah filter lensa yang bening tanpa warna yang mencegah sinar ultraviolet terekam oleh film atau sensor. Baik untuk memotret landscape jarak jauh atau melindungi lensa.
V
  • Vario Focal Lens : Lensa zoom. Lensa yang mempunyai panjang focus yang dapat diubah-ubah atau dapat bergeser.
  • Vario Lens : Lensa vario atau sering disebut sebagai lensa zoom. Yaitu sebuah lensa yang memiliki jangkauan panjang focus yang bervariasi atau dapat diubah-ubah.
  • Vertical Grip : Alat pelepas rana untuk pengambilan gambar secara vertikal tanpa harus memutar tangan.
  • Vibration Reduction (VR) : istilah ini digunakan pada lensa Nikon. Lensa jenis ini memungkin kita menggunakan kamera dengan kecepatan rana (shutter speed) yang lambat tanpa menggunakan tripod. Lensa tipe VR ini dilengkapi dengan sensor gerakan yang mendeteksi pergerakan tangan dan kemudian mengkompensasinya sehingga bisa meminimalisir blur
  • View Camera : Kamera yang menggunakan film format besar dan digunakan untuk keperluan pemotretan yang memerlukan detail tajam.
  • View Finder : Jendela bidik. Bagian dari kamera yang berfungsi sebagai tempat mata melihat bayangan benda yang akan diabadikan. Jendela bidik (viewfinder) adalah jendela kecil pada kamera untuk melihat objek yang akan diambil, apa yang terlihat pada jendela bidik (viewfinder) akan sama dengan hasil foto yang diolah sensor kamera, “what you see is what you get“. Pada kamera DSLR di dalam viewfinder biasanya terdapat indikator untuk titik fokus dan pengukuran cahaya untuk mengontrol apakah gambar yang akan dihasilkan memiliki cahaya yang cukup dan ketajaman gambar yang pas.
    Terdapat 2 jenis yaitu :
    1. Optical viewfinder, yang biasanya terletak di bagian atas belakang kamera, berupa jendela kaca kecil.
    2. Digital viewfinder, biasanya berupa LCD yang terdapat di belakang kamera.
  • Vignette : efek foto yang dihasilkan kamera, pada foto akan terlihat bagian hitam/gelap di sudut-sudut frame. Hal ini terjadi karena brightnessatau saturasi pada bagian sudut terjadi pengurangan dibandingkan dengan bagian tengah frame. Umumnya terjadi saat menggunakan lensa sudut lebat (wide angle lens). Namun bagi sebagian orang, efek vignette ini justru dicari untuk menambah kesan dinamis dan artistik pada foto (seperti yang terjadi pada kamera Holga dan Lomo)
W
  • Waist Level Finder : Pembidik sebatas pinggang.
  • Warm Tone : Bernada warna hangat. Suatu warna yang terasakan tidak terlampau menyilaukan mata, atau berwarna ke arah cokelat gelap ke arah hitam pekat, kuning atau jingga. Pada foto hitam putih akan menjadi sepia atau kecoklatan.
  • Watermark : diterjemahkan secara bebas adalah “tanda air”, maksudnya yaitu sebagai penanda objek, baik berupa gambar, suara atau video. Pada gambar atau foto, watermark biasanya digunakan sebagai penunjuk keasliannya atau untuk memberi sebuah tanda hak cipta.
  • Watt/ Second (W/S) : Satuan daya pada lampu kilat studio yang dibedakan dengan lampu kilat portable yang menggunakan GN.
  • White Balance (WB) : Merupakan salah satu fitur pengaturan pada kamera yang berfungsi menangkap warna-warna saat memotret dan membuat mereka senyata mungkin sesuai aslinya. Prinsipnya adalah white-balancemengenali warna putih dalam gambar, kemudian saat menyentuh prisma terpecah menjadi warna-warna (seperti sinat matahari yang awalnya dikenali sebagai warna putih akan terpecah menjadi pelangi setelah melewati prisma). Karena itu untuk hasil foto dengan warna sebenarnya kita perlu memberitahu kamera warna mana yang harus dianggap putih, dengan cara mengatur white-balance. Pada kamera DSLR pengaturan white-balance biasanya sudah tersedia pilihan-pilihan d iantaranya: auto, flash, tungsten, fluorescent, daylight, shade, cloudy.
  • Wide Angle Lens : Lensa sudut lebar, misalnya lensa 20 mm atau 24 mm. Jenis lensa dengan tubuh pendek yang biasa digunakan untuk memotret sebuah panorama luas atau untuk pemotretan sejumlah besar orang.
  • Wide Shoot : Pemotretan dengan sudut pandang lebar. Biasanya merupakan satu jepretan panjang diawal suatu sekuen.
  • Wireless TTL : Sistem pengukuran lewat lensa tanpa melalui kabel.
  • Worm Eye : Pandangan cacing. Berarti memotret dari sudut pandang permukaan tanah.
Z
  • Zone System : Suatu cara untuk menghasilkan foto dengan tingkat kontras yang dimulai dari nada hitam pekat hingga nada warna putih sekali.
  • Zoom Lens : Lensa zoom. Jenis lensa yang memiliki elemen yang mampu bergerak hingga membuat panjang fokal bervariasi.
  • Zoom Blur : Kekaburan gambar yang disebabkan oleh gerakan zoom pada waktu melepas rana kamera.
  • Zooming Ring : Gelang batas rentang vario pada lensa zoom.

Wah lumayan panjang juga daftarnya, masih banyak lagi istilah lainnya.
Mungkin saya dan sobat JARI tidak akan bisa menghapal semua istilah ini dalam waktu yang singkat, tapi paling tidak daftar istilah dalam fotografi yang saya buat bisa sedikit membantu.

Jika ada yang kurang (pastinya masih banyak yang belum masuk dalam daftar diatas), silahkan ditambahkan di kolom komentar.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Sumber :
Penulis Asrul Zonic  – Komunitas Belajar Fotografi (JARI)