Explore Ujung Kulon, Wajib Kunjungi 5 Destinasi ini

0
27

Taman Nasional Ujung Kulon terletak di ujung barat daya Pulau Jawa di Propinsi Banten, 300 kilometer dari ibu kota Jakarta. Dengan area seluas 122.055 hektar, wilayahnya terdiri atas semenanjung Ujung Kulon, Pulau Panaitan, Pulau Peucang, Pulau Handeleum, Pegunungan Honje dan cagar alam Pulau Krakatau.

Selain keindahan alam dan daya tarik geologisnya – terutama untuk studi gunung berapi  – Suaka Alam Ujung Kulon ini juga memiliki flora dan fauna beragam, serta hutan hujan dataran rendah terluas yang di Pulau Jawa. Beberapa spesies tanaman dan hewan langka dapat ditemukan di sana, salah satunya adalah badak Jawa bercula satu yang menjadi hewan terbesar di Jawa, adalah fauna yang paling dilindungi di sini.

Kompleks cagar alam Ujung Kulon dinyatakan sebagai taman nasional pada tahun 1980 , dan Cagar Alam Krakatau dimasukkan ke dalam situs ini pada tahun 1983. Pada tahun 1992, Taman Nasional Ujung Kulon dideklarasikan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO katagori alam. Landscape keindahan alam yang luar biasa, kombinasi vegetasi alami dari dataran rendah, hutan hujan tropis, lahan rumput, pantai, hutan bakau dan terumbu karang yang dimiliki tempat ini, adalah daya tarik bagi banyak orang untuk mengunjunginya.

Ada beberapa spot wisata yang dapat kamu kunjungi, dan Pigijo Travel Planner sudah menyiapkan itu semua dalam paket-paket menarik yang dapat kamu pilih. Berikut 5 destinasi wisata di Ujung Kulon pilihan Pigijo Travel Planner yang sayang untuk dilewatkan.

Mengamati Fauna di Padang Savana Cidaon

Padang rumput terhampar seluas ± 4 hektar ini menjadi lokasi berkumpulnya para satwa liar penghuni hutan yang berada di wilayah Taman Nasional Ujung Kulon Banten. Tanaman rumput dan tumbuhan perdu yang tumbuh di sini adalah makanan utama bagi penghuni hutan Ujung Kulon.

Moment berkumpulnya satwa liar di Padang Penggembalaan Cidaon inilah yang menjadi incaran para wisatawan saat mengunjungi Savana Cidaon. Kamu dapat menemukan satwa liar seperti Banteng, Sapi, Rusa, Kijang, Kancil, Babi Hutan, Merak Hijau dan lain-lain. makanan. Untuk bisa mengabadikan momen langka ini dengan kamera, ada beberapa hal yang perlu diketahui, yaitu:

  1. Pilih waktu yang tepat. Pagi hari mulai pukul 6.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB serta sore hari pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.00 adalah waktu dimana satwa liar paling sering terlihat berkumpul dan makan di sini.
  2. Menjaga suasana tetap tenang dan tidak mengeluarkan suara berisik. Sebisa mungkin tidak mengeluarkan suara-suara atau langkah yang mengejutkan, karena keberadaan manusia yang diketahui satwa liar secara mendadak akan membuat hewan liar yang sedang berkumpul merasa terganggu dan melarikan diri ke tengah hutan.

Canoing di Sungai Cigenter

Sungai sepanjang 12 kilometer ini terletak di Pulau Handaleum yang berada di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Kamu dapat berlayar dengan canoe atau kapal kecil menyusuri sungai berarus tenang ini sambil mendengarkan cuitan suara burung. Warna airnya yang hijau, untaian akar pohon di sepanjang sisinya, akan membuatmu merasa seperti berada di hutan Amazon. Jika kamu beruntung, kamu dapat menyaksikan sekumpulan monyet bergelayutan di dahan,atau bahkan buaya yang menampakan kepalanya di air. Untuk melakukan susur sungai ini, kamu wajib didampingi oleh pemandu yang berpengalaman dan pastikan untuk menjaga ketenangan.

Baca Juga : Tak Kalah Dari Tanjung Lesung, Taman Nasional Ujung Kulon Wajib Kamu Kunjungi

Snorkeling Pulau Badul

Pulau Badul adalah sebuah pulau kecil yang hanya terdiri dari pasir dan serumpun semak-semak, terletak 30 menit dari Desa Sumur menggunakan kapal. Pemandangan terindah dapat kamu temukan di sekeliling dasar pantainya, berupa terumbu karang dan ikan berwarna-warni. Kamu dapat snorkeling di sini dan menyaksikan hamparan taman laut yang menjadi bagian dari wilayah konservasi Taman Nasional Ujung Kulon. Perhatikan arus bawah yang sedikit kencang dan berhati-hati lah dengan karang tajam yang tersebar di sepanjang pantai.

Hiking ke Karang Copong

Karang Copong atau yang berarti Karang Bolong dalam bahasa Sunda, adalah pantai karang tempat kamu dapat menyaksikan sunset terbaik di Ujung Kulon. Tempat ini berada di ujung barat Pulau Peucang dan berjarak 2 kilometer dari dermaga. Kamu harus berjalan kaki selama kurang lebih 45 menit melewati hutan yang terdiri dari pohon-pohon besar dan tua, serta savana, untuk mencapai tempat ini. Di sepanjang jalan, kamu mungkin akan berpapasan dengan berbagai hewan liar seperti ayam hutan, rusa, dan bahkan burung merak. Di sinilah, kamu dapat menyaksikan pemandangan dramatis matahari terbenam ditelan perlahan oleh laut, diiringi suara deburan ombak dan belaian angin yang sejuk.

Surfing di Legon Bajo, Pulau Panaitan

Pantai di Pulau Panaitan selain memiliki pemandangan indah, juga ombak yang menantang untuk para wisatawan yang menggemari olah raga surfing. Dikenal sebagai salah satu lokasi surfing terbaik di dunia karena memiliki ombak panjang yang bisa mencapai 800 meter dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Lokasi favorit para surfer di sini adalah di One Palm Point. Operator yang bertanggung jawab adalah operator yang sama dengan G-Land di Pantai Pelengkung dan Grajagan. Di sini sudah terdapat surfing camp dan biasanya akan dipenuhi oleh para surfer pada bulan Juli-September.

Perambahan ilegal, penebangan, penangkapan ikan komersial, perburuan ilegal adalah masalah yang dihadapi dalam pelestarian Taman Nasional Ujung Kulon. Selain juga pemanasan global, kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh kunjungan wisatawan yang tidak bertanggung jawab, juga memberikan andil dalam rusaknya tempat ini. Sewajarnya kita turut berperan dalam pengawasan dan perlindungan Taman Nasional kebanggaan Indonesia ini, dengan menjaga kealamiannya dan tidak membuang sampah sembarangan.

 

Written by Melisa Oktavia

WordPress spam blocked by CleanTalk.