Festival Bau Nyale, Kisah Cinta Putri Mandalika yang Berujung Legenda

0
102

Lombok merupakan salah satu destinasi andalan yang dimiliki Indonesia, salah satunya kabupaten Lombok Tengah yaitu Mandalika. Pesona Lombok tidak hanya terletak di wisata alamnya yang indah namun juga festival yang menajdi ciri khas suatu daerah. Berikut merupakan salah satu destinasi festival yang berada di pulau Lombok.

Source: lomboktourplus.com

Festival Pesona Bau Nyale merupakan salah satu event yang diselenggarakan setahun seklai. Acara ini adalah tradisi budaya yang telah dilakukan secara turun temurun oleh Suku Sasak, bagi KawanJo yang belum tahu, suku sasak ini merupakan penduduk asli pulau Lombok Jo. Kembali ke festival Bau Nyale, nama festival yang satu ini diambil dari bahasa Sasak yaitu “Bau” yang berarti emnangkap dan “ Nyale” yang berarti Cacing Laut yang hidup di lubang batu karang permukaan laut.

Nah kenapa festival yang satu ini menjadi tradisi? Karena binatang laut alias si cacing ini hanya muncul sekali dalam setahun di selatan Pulau Lombok ini kawanJo sehingga diperingatilah upacara Bua Nyale. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa tradisi ini adalah tradisi menangkap cacing laut yang biasanya diadakn di Pantai Seger Kuta, Lombok Tengah.

Source: Phinemo.com

Festival yang satu ini berawal dari sebuah legenda lho KawanJo, yaitu slegenda yang menceritakan tentang putri Mandalika dari kerajaan Tonjang Beru. konon karena kecantikan dan kelembutan hatinya putri Mandalika diperebutkan oleh pangeran dari kerajaan Johor, Lpur, Pane, Kuripan, Daha, dan kerajaan Beru. para pangeran pun mengincar sang putri untuk dijadikan permaisuri, dari sekian banyak pangeran yang ada, terdapat 2 pangeran yang bersaing ketat untuk merebut hati sang putri yaitu Kerajaan Johor dan Kerajaan Lipur.

Lalu, Sang Putri pun gundah karena siapapun yang akan pilih bakal menimbulkan kerugian dan perpecahan. Selanjutnya Putri Mandalika mendapat wahyu untuk mengundang semua pangeran dan penduduk pada tanggal 20 bulan 10 (kalender bulan Sasak).

Akhirnya saat semua pangeran dan penduduk berkumpul Putri Mandalika menceburkan dirinya kelaut. Kemudian Putri Mandalika berpesan sebagai berikut “Wahai ayahanda dan ibunda serta semua pangeran dan rakyat negeri Tonjang Beru yang aku cintai. Hari ini aku telah menetapkan bahwa diriku untuk kamu semua. Aku tidak dapat memilih satu di antara pangeran. Karena ini takdir yang menghendaki agar aku menjadi Nyale yang dapat kalian nikmati bersama pada bulan dan tanggal saat munculnya Nyale di permukaan laut.”

Begitulah asal mula festival Bau Nyale yang satu ini KawanJo, menarik kan?

WordPress spam blocked by CleanTalk.