Hindari 5 Hal ini Ketika mendaki Gunung Batur

0
13

Tak hanya keindahan alamnya yang menarik minat banyak orang untuk mengunjungi Bali, alasan lainnya adalah kekaguman terhadap kehidupan penduduknya yang taat memegang budaya dan tradisi sampai sekarang. Semua aspek kehidupan masyarakat asli Bali selalu dipenuhi dengan penghormatan terhadap alam, baik itu pada pohon, pantai, dan gunung.

Gunung Agung dan Gunung Batur adalah dua puncak tertinggi di Pulau Bali, memiliki keistemewaan bagi masyarakat Bali. Kedua gunung tersebut dianggap sebagai lingga buana, tempat para dewa bersemayam dan memiliki peran penting dalam kelangsungan kehidupan rakyat Bali. Selain memberikan kesuburan pada daerah sekitar gunung, aspek religi mempercayai bahwa keselamatan Pulau Bali juga ditentukan oleh kesakralan kedua gunung yang harus dijaga dengan baik.

Gunung Batur terletak di Kintamani, Kabupaten Bangli, karena pemandangan alamnya yang luar biasa telah menjadi salah satu tempat wisata yang ramai dikunjungi wisatawan. Di wilayah Gunung  Batur terdapat danau dengan nama yang sama yaitu Danau Batur yang terletak di calderanya dengan ketinggian 1.050 mdpl, luas 16 km persegi dan kedalaman rata-rata 50,8 km.

Kaldera Batur, salah satu kaldera terbesar dan terindah di dunia, berbentuk seperti bulan sabit terletak pada sisi sebelah timur dan tenggara gunung Batur,terbentuk dari hasil beberapa kali erupsi yang terjadi sejak masa prasejarah hingga sejarah. Letusan-letusan tersebutlah yang kini membentuk guratan-guratan indah laksana pahatan-pahatan tangan kreatif orang-orang Bali pada tubuh gunung. Di salah satu sisi kaldera terdapat sebuah pura tua yang bernama Pura Ulun Danu yang dikenal sebagai pura paling penting kedua di Pulau Bali setelah Pura Besakih.

Setelah mengunjungi berbagai macam tempat menarik yang sarat dengan seni di Pulau Bali seperti GWK (Garuda Wisnu Kencana) dan Pura Luhur Uluwatu, saatnya melihat keindahan Bali dari sisi yang lain. Hiking ke puncak Gunung Batur untuk melihat sunrise adalah salah satu kegiatan yang menarik untuk kamu lakukan saat berada di Bali. Kamu dapat menghubungi agen travel untuk mengatur pendakian dan memperhatikan tips dari Pigijo Travel Planner di bawah ini.

 

Menuju Gunung Batur

Sebelum mendaki, pastikan kamu sudah melakukan persiapan fisik telebih dahulu. Meskipun Gunung Batur termasuk dalam gunung yang cocok untuk pendaki pemula, pastikan kamu dalam kondisi yang fit terutama tidak dalam keadaan flu karena perbedaan tekanan dapat membuat telinga tidak nyaman. Dan dalam perjalanan, cuaca dapat dengan mudah berubah, sehingga kamu harus membawa obat-obat pribadi yang mungkin akan kamu butuhkan.

Baca Juga : A week in Bali itinerary!

Perhatikan pakaian yang dipakai. Seperti hiking pada umumnya, kamu disarankan untuk tidak mengenakan celana jeans, karena dapat menyerap hawa dingin. Kenakan celana panjang dan baju yang dapat mendukung kamu bergerak bebas namun dapat melindungimu dari udara dingin. Kenakan sepatu outdoor beralas tebal agar aman dari batuan yang tajam.

Waktu pendakian Gunung Batur yang baik biasanya dimulai jam 3 pagi dengan durasi pendakian yaitu 2,5 jam sehingga dapat diperkirakan kamu dapat sampai di puncak Gunung Batur sekitar pukul setengah 6 pagi untuk melihat matahari terbit. Bicarakan dengan pemandu wisata untuk menentukan hari yang tepat dengan mempertimbangkan musim dan cuaca, bagi kamu yang masih awam dengan pendakian.

Lintasan jalur pendakian Gunung Batur umumnya masih landai hingga 40 menit pertama dari starting point. Kamu akan menemukan jalanan bebatuan, berpasir di 1 jam 40 menit pertama, dan berubah menjadi licin dan sempit di 50 menit terakhir menuju ke puncak Gunung Batur.

 

Hal yang harus dihindari ketika mendaki Gunung Batur

Seperti semua gunung di Indonesia, Gunung Batur pun memiliki pantangan bagi para pengunjungnya. Beberapa diantaranya adalah:

  • Hindari membawa makanan dan minuman yang terbuat dari daging sapi. Umat Hindu menganggap sapi adalah hewan sakral yang pantang dikonsumsi. Sebagai bentuk penghormatan terhadap masyarakat sekitar Gunung Batur, janganlah membawa makanan yang berasal dari daging sapi.
  • Hindari pendakian saat berlangsung upacara keagamaan di Pura Ulun Danu. Jika terdapat proses upacara keagamaan di pura tersebut, batalkan niat anda untuk mendaki. Ini sebagai bentuk penghormatan dan tolerensi anda kepada pemeluk agama Hindu yang sedang melakukan kegiatan keagamaan.
  • Hindari membawa perhiasan dari emas dan jangan naik gunung saat sedang dalam keadaan datang bulan. Meski tidak jelas alasan dibalik larangan ini, namun ini adalah adat yang ditetapkan oleh masyarakat setempat sehingga sebaiknya pengunjung mematuhi aturan ini.
  • Hindari naik gunung saat dalam keadaan berduka. Batas waktu naik gunung adalah setelah 42 hari masa kematian bagi seseorang yang anaknya baru dikuburkan. Bagi keluarga dekat seperti sepupu, masa berkabung adalah 21 hari, dan bagi orang tua adalah 11 hari. Mungkin hal ini disebabkan oleh berkurangnya konsentrasi jika dalam keadaan bersedih, sehingga akan membahayakan pendaki.
  • Yang terakhir, hindari mendaki saat hujan. Beberapa jalur pendakian sangat licin dan akan berbahaya bagi pendaki, bahkan untuk yang sudah profesional. Udara akan berubah sangat dingin hingga mencapai suhu 10 derajat celcius yang tentu akan membahayakan bagi beberapa orang yang tidak siap dengan perubahan suhu yang drastis.

 

Batur Geopark

Tidak hanya wisata pendakiannya saja, kamu dapat mencoba mandi di pemandian air panas Toya Bungkah atau menuju Bukit Puraknya, sebuah gundukan batu berbentuk kerucut, yang terletak di sekitar Danau Batur. Museum Gunung Batur yang berada di tidak jauh dari lokasi titik pendakian dapat menjadi penutup pendakian kamu. Di sini, kamu dapat mengetahui jawaban tentang jejak geologi Batur. Kamu dapat menonton langsung sejarah letusan Gunung Batur yang diputar dua kali dalam sehari.

Batur memiliki lanskap indah yang lengkap dengan bentangan alam yang kaya akan situs geologi dan sejarah. Tak heran jika UNESCO menetapkan kawasan Batur dan sekitarnya sebagai bagian dari Global Geopark Network pada September 2012. Siapkan jiwa petualanganmu dan maknai perjalananmu dengan Pigijo Travel Planner.

 

Written by Melisa Oktavia

WordPress spam blocked by CleanTalk.