Kesurupan di Gunung: Saran Untuk Menghindarinya

2
91

Pendaki perempuan yang digendong turun dari Kandang Badak sampai ke Base Camp karena kesurupan.

Pada tanggal 11-12 Mei 2013, ada 2 pendaki yang mengalami kesurupan di Kandang Badak, dan kebetulan mimin Indonesian Mountains berkesempatan untuk mengurus salah satunya.  Terus terang, ini pengalaman pertama mimin mengurus kejadian seperti ini, tapi mungkin beberapa tips di bawah ini bisa bermanfaat untuk teman-teman semua.

Menurut pendapat pribadi saya, kesurupan bisa terjadi karena:
1. Faktor fisik dan mental yang kelelahan dan kurangnya konsentrasi (kurang aktifnya otak/bengong)
2. Tindakan yang mungkin kurang hormat (walaupun bukan berarti harus ‘takut’) terhadap yang tinggal di tempat yang sedang kita kunjungi.

Saran dari saya agar tidak kesurupan:

  1. Perbanyak doa!  Buang air kecil?  Doa dulu!  Mau tidur? Doa dulu!  Sepanjang jalan?  Banyak doa!  Buat yang muslim, jangan lupa sholat!
  2. Jangan terlalu menimbulkan keributan (teriak-teriak, nyanyi-nyanyi, ketawa berlebihan, dsb). Selain berkemungkinan mengganggu penghuni ‘lain’, itu juga mengganggu pendaki lain yang mungkin ingin menikmati syahdunya suasana alam.  Jadi pilihannya untuk yang berisik mengganggu seperti ini, antara kesurupan atau dipukulin orang ?
  3. Biasakan selalu berpikir dengan aktif (artinya: jangan bengong!).  Pada saat istirahat, coba untuk ngobrol, melakukan permainan bersama teman, atau hayati dan fikirkan keagungan Tuhan yang menciptakan keindahan alam yang terpampang di hadapan kita
  4. Biasanya, kesurupan tidak datang dengan tiba-tiba.  Ada beberapa sensasi yang mendahului ‘proses kesurupan’, seperti rasa panas yang tidak nyaman di dada, sesuatu yang memberati kepala, rasa ngeri/angker tiba-tiba, dsb.  Pada saat ada sensasi-sensasi aneh seperti ini, secepatnya ambil wudhu (bagi yang muslim)!  Dengan wudhu, insya Allah gangguan tersebut akan hilang.
  5. Ada anggapan bahwa perempuan yang sedang datang bulan lebih rentan mengalami kesurupan ketimbang dalam keadaan biasa.  Logis, karena dalam keadaan tersebut, perempuan tidak bisa sholat.  Tapi ini bisa diatasi dengan poin no 1, perbanyak doa.  Istri saya beberapa kali naik gunung dalam keadaan datang bulan, alhamdulillaah tidak ada apa-apa ?

Perhatikan pendekatan yang saya berikan di atas?  Tidak ada hal-hal mistis, tidak ada ritual-ritual tidak jelas, yang penting selalu ingat Tuhan dan aktifkan pikiran…

Nah, sekarang, bagaimana kalau ada teman kita yang kesurupan?

Beberapa cara di bawah bisa dicoba (yang bagian bawah, khusus untuk muslim):

  1. Jangan terlalu dibawa takut, serius, apalagi melakukan hal-hal yang aneh.  Santai saja… Bagaimanapun, derajat manusia berada di atas jin yang masuk ini.
  2. Baca ayat kursi 3x
  3. Pegang dahi pasien (ada yang bilang, dahi adalah pusat kesadaran kita)
  4. Jaga dan pegangi pasien sehingga tidak melukai diri sendiri dan orang lain
  5. Jangan terpancing untuk menuruti permintaan-permintaan jin, perintahkan saja dia untuk keluar.  Pertama dia tidak punya hak untuk masuk ke manusia, kedua jin yang berani masuk ke tubuh manusia berarti jin yang kurang ajar dan tidak berhak diperlakukan halus/sopan.  Istilahnya, ini jin penjahat, perlakukan seperti penjahat!
  6. Ajak teman-teman sekitar untuk ikut berdoa, ambil wudhu, dan/atau sholat sunnat.
  7. Kalau ada quran, baca!
  8. Longgarkan semua pakaian pasien sehingga lebih nyaman
  9. Berikan balsem ke bawah hidung dan urat di belakang telinga
  10. Pijit urat besar antara jempol dan telunjuk tangan

Sekian beberapa tips yang bisa saya bagi, semoga bermanfaat ?

Ingat kata kuncinya: Banyak doa dan Jangan bengong!

Sumber :

www.indonesianmountains.wordpress.com/

Baca juga artikel terkait: