Khusus kamu si Backpacker, 5 hal yang harus dilakukan di Kintamani

0
75

Kintamani adalah sebuah desa yang terletak di sisi barat kaldera gunung vulkanis Batur, Bali, dan berjarak sekitar 70 kilometer dari kota Denpasar. Berada di ketinggian 900 meter di atas permukaan laut, tempat ini terkenal dengan udara sejuk dan keindahannya, dan menarik minat banyak wisatawan setiap tahunnya.

Kegiatan pariwisata di lokawisata ini terus berkembang dan menawarkan paket-paket wisata yang menarik . Untuk kamu para backpacker, Pigijo Travel Planner menyediakan paket wisata pilihan yang dapat kamu ikuti untuk membuat perjalananmu lebih bermakna. Apa saja yang bisa kamu lakukan di Kintamani? Simak rekomendasi wisata dari Pigijo Travel Planner di bawah ini.

Trekking Gunung Batur

Kegiatan trekking mengejar matahari terbit di Gunung Batur adalah salah satu hal yang populer dilakukan bagi para wisatawan di Kintamani. Kamu dapat menyaksikan pemandangan spektakuler dengan dilatari Kaldera Gunung Batur, yang merupakan salah satu kaldera yang terbesar dan terindah di dunia.

Untuk melakukan kegiatan ini, kamu harus memiliki persiapan yang cukup baik dari segi fisik maupun mental karena meskipun rutenya termasuk mudah, udara dingin dan cuaca yang gampang berubah dapat menjadi hambatan. Kamu harus berangkat dari pos pemberangkatan pada pukul 3 pagi dan melawan udara dingin menuju puncak Gunung Batur. Setelah perjalanan selama kurang lebih 2,5 jam, kamu akan tiba di puncak untuk bersiap menyaksikan dunia yang mulai bangun diiringi kemunculan sinar matahari, sebuah pemandangan yang luar biasa.

Mengunjungi pemandian air panas Toya Bungkah

Tidak lengkap rasanya ke Kintramani tanpa mengunjungi pemandian air panas Toya Bungkah. Pemandian ini dialiri air panas yang berasal dari dasar gunung Batur yang masih aktif. Dikabarkan memiliki kandungan belerang yang berfungsi sebagai pengobatan, tempat ini cocok untuk kamu melepas lelah setelah melakukan trekking Gunung Batur. Pemandangan di tempat ini sangat mempesona, kamu dapat merasakan ketenangan berendam di air panas sambil menikmati keindahan Gunung dan Danau Batur.

Desa Trunyan

Seakan kembali ke masa sejarah, Desa Trunyan memiliki kearifan lokal yang unik untuk kamu amati. Ritual dan tradisi Bali Aga masih terus dijalankan di tempat ini. Terletak di kaki Gunung Abang yang berlokasi terpencil di pantai timur Danau Batur, penduduk di sini hidup secara konservatif dengan pedoman budaya kuno pra-Hindu.

Selain kehidupan masyarakatnya yang unik, kamu dapat mengunjungi kuburan Desa Trunyan yang berbeda dengan kuburan pada umumnya. Di sini, mayat-mayat dibiarkan tergeletak begitu saja di atas tanah tanpa dikubur dan hanya diberi penutup berupa anyaman kayu berbentuk segitiga. Tidak ditemukan bau busuk di tempat ini meskipun terlihat tengkoran dan tulang-tulang manusia berjajar di sini. Kabarnya, pohon Taru Menyan yang banyak terdapat di sana mengeluarkan bau wangi yang dapat menetralisir bau dari mayat tersebut.

Perkebunan Kopi Luwak

Dalam perjalanan kembali dari Kintamani, kamu akan melewati desa Sri Batu yang terkenal sebagai tempat perkebunan kopi Luwak. Kopi termahal di dunia ini memilik proses pembuatan yang unik dan menggunakan cara tradisional tanpa proses mesin. Menggunakan biji kopi Gayo Arabica, proses fermentasi dalam tubuh Luwak sebelum akhirnya dikeluarkan kembali secara alami ini, menghasilkan cita rasa khas, sehingga tidak mengherankan apabila harganya menjadi sangat mahal.  Dibutuhkan 45 menit hingga 1 jam dalam memanggang biji kopi sampai berubah warna benar-benar hitam, yang kemudian diikuti dengan menumbuk dan menyaringnya sebelum mendapatkan bubuk kopi berkualitas baik.

Selain kopi, perkebunan ini juga memiliki  berbagai tanaman dan buah-buahan. Kamu dapat berkeliling di tempat ini menyaksikan proses pembuatan kopi dan menikmati kopi luwak yang disediakan, sambil ditemani pemandangan sungai dan sawah yang sangat indah.

Pura Puncak Penulisan

Pura ini mungkin tidak se-terkenal Pura Besakih atau Pura Ulun Danu yang memiliki pemandangan yang indah, namun jika kamu pencinta sejarah, berkunjung ke Pura Puncak Penulisan sangat direkomendasikan. Pura ini adalah pura tertinggi dan tertua di Bali dan merupakan tempat pemujaan bagi masyarakat Bali Aga. Diperkirakan dibangun pada awal tahun 300 masehi oleh para manusia era zaman perunggu dan kemudian dilanjutkan pembangunannya menjadi tempat peribadatan pada abad ke-10 hingga tahun 1343, tempat ini memiliki nilai historis peradaban masyarakat Bali yang sangat tinggi.

Memiliki kecuraman dan ketinggian yang cukup menantang, kamu harus melewati pelataran yang dimana banyak didapati benda-benda zaman Megalitikum dan arca-arca Hindu kuno, kemudian menaiki tangga sebanyak kurang lebih 400 anak tangga, untuk sampai ke puncaknya. Setelah tiba di puncak, kamu dapat menyaksikan pemandangan indah Gunung dan Danau Batur.

WordPress spam blocked by CleanTalk.