Mengarungi Samudera Kasih – 5 rekomendasi destinasi Live on Board di Indonesia

1
41

Hari Kasih Sayang sebentar lagi akan tiba, saatnya untuk membuat momen romantis bersama dengan pasanganmu dan memberikan kejutan manis untuk menunjukan rasa cinta. Meski seharusnya rasa cinta ditunjukan setiap hari, tapi tidak ada salahnya untuk memanfaatkan Hari Valentine sebagai hari yang lebih istimewa dibanding hari yang lain. Dan jika kamu masih bingung dengan rencana special untuk melewati bulan Februari 2020 ini, Pigijo Travel Planner memiliki beberapa rekomendasi yang bisa membantumu mewujudkannya.

Live On Board, jelajahi keindahan laut dari atas kapal

Jika biasanya kamu menginap di hotel di pinggir pantai, hari Valentine kali ini cobalah menginap di “hotel” di atas laut. Jika biasanya kamu bangun tidur dengan suara deburan ombak, cobalah sensasi bangun tidur dengan suara derit buritan kapal.

Menjelajahi laut dengan kapal Phinisi, atau dikenal juga dengan nama Live On Board, sedang menjadi sesuatu yang trending sekarang ini. Keuntungan tinggal di atas kapal ini adalah, kamu bisa menghemat waktu dalam mengunjungi banyak pulau dan situs diving, serta kamu akan merasa lebih dekat dengan alam. Jika kamu dan pasangan romantismu adalah pencinta diving, live on board adalah pilihan yang paling tepat. Namun selain diving, banyak kegiatan yang bisa kalian berdua lakukan saat live on board, seperti snorkeling, kayaking di laut, memancing (pada lokasi tertentu yang diizinkan), island hopping, berjalan-jalan di pantai, mengunjungi tempat wisata di daratan, atau hanya sekedar bersantai dan bercengkrama menikmati momen romantis.

Berikut adalah rekomendasi Pigijo untuk Top 5 Destinasi Live On Board di Indonesia:

Pulau Komodo

Tempat ini adalah destinasi Live On Board yang paling populer di Indonesia karena selain paling mudah dijangkau dari Jakarta, Pulau Komodo juga menawarkan banyak pilihan wisata untuk pengunjungnya. Kawasan ini memiliki banyak situs diving, dan kamu juga akan diajak mengunjungi Taman Nasional Komodo untuk melihat dan berfoto bersama Komodo, yang merupakan kadal terbesar di dunia.

Ada 2 titik pemberangkatan untuk menuju ke sini untuk Live On Board, yaitu dari Labuan Bajo di Pulau Flores dan dari Tanjung Benoa di Bali. Kamu dapat memilih kapal dari berbagai jenis yang disediakan, dari yang standard hingga mewah, bergantung pada budget.

Raja Ampat

Tentu saja, tempat di mana laut sejernih kristal dan gunung sehijau jamrud, Raja Ampat adalah destinasi yang banyak dikunjungi untuk Live On Board. Baru-baru ini, pengunjung Raja Ampat yang menggunakan Live On Board, dikenakan biaya untuk berlabuh di pulau di kawasan ini. Biaya ini digunakan untuk upaya pelestarian kehidupan terumbu karang dan mendukung patroli laut.

Meskipun cara menuju ke Raja Ampat sudah semakin mudah karena permintaan yang tinggi, namun tetap saja kamu akan membutuhkan waktu yang lama mengingat jauhnya lokasi daerah di Indonesia bagian timur ini, terlebih jika kamu tidak berangkat dari tempat yang memiliki direct flight ke Sorong, yaitu Jakarta dan Makassar.

Laut Banda

Wilayah Indonesia lainnya yang memiliki laut cantik adalah kepulauan Maluku dengan Laut Banda yang memiliki air jernih dan gunung-gunung di bawah air yang tidak habisnya untuk di-explore. Pulau-pulau di Laut Banda ini sangat terpencil lokasinya, sehingga cara yang paling mudah untuk mengunjungi dan diving di antara pulau-pulau ini adalah dengan Live on Board. Kamu bisa berangkat dari pelabuhan Kota Ambon, yang berada tidak jauh dari airport, untuk menuju ke sini.

Teluk Lembeh dan Bunaken (Manado)

Kedua tempat ini terletak berdekatan dan seringkal dikunjungi untuk diving pada saat yang bersamaan. Jika kamu diving di Bunaken, kamu akan mendapati banyak koral berwarna-warni dengan air jernih dan ikan yang beragam. Sedangkan Teluk Lembeh, dikenal sebagai pusat “muck diving” dunia. Muck Diving adalah menyelam di laut dengan dasar pasir hitam yang menjadi back ground alami yang kontras dengan warna habitat laut, sehingga menghasilkan foto yang dramatis.

Jika kamu menggunakan Live On Board ke kawasan ini, kamu harus berangkat dari Bitung yang terletak 1,5 jam dari Kota Manado.

Wakatobi

Wakatobi merupakan Cagar Bisofer Laut seluar 1,39 juta hektar yang dilindungi. Ia memiliki tembok karang terbesar kedua di dunia, setelah the Great Barrier Reef yang berada di Australia. Live On Board dengan destinasi Wakatobi, biasanya berangkat dari Wangi-Wangi, pulau terbesar yang menjadi pusat dari wilayah Wakatobi. Kamu bisa ke sana dengan pesawat yang menuju Kendari, lalu dilanjutkan dengan kapal atau pesawat kecil.

Penasaran dengan pengalaman tinggal di kapal bersama dengan pasanganmu? Ayo, berani traveling dan maknai perjalananmu dengan cinta, rencanakan liburanmu dan cek rekomendasi lainnya dari Pigijo. Selamat hari Valentine!

1 COMMENT

WordPress spam blocked by CleanTalk.