Offroad di Jogja? Lava Tour Merapi Solusinya!

0
37

Pada akhir bulan September 2010, gunung berapi Merapi memulai serangkaian letusan dan puncaknya terjadi pada tanggal 4 November 2010 ketika terjadi letusan hebat yang meluncurkan awan panas. Sehari kemudian, banjir lahar panas meluluh-lantakan daerah sekelilingnya dengan radius 13 kilometer dari pusat ledakan,memporakporandakan kehidupan penduduk desa sekitarnya. Sisa kengerian ini masih dapat disaksikan sampai sekarang, namun dibalik itu semua ada berkah yang tertinggal bagi masyarakat setempat karena tempat ini sekarang digunakan sebagai kegiatan wisata, yaitu Lava Tour Merapi.

Untuk berkunjung dan mengikuti Lava Tour ini, pertama-tama kamu harus menuju Museum Merapi di Kaliurang. Kaliurang adalah sebuah kota peristirahatan kecil yang terkenal di Yogyakarta karena udaranya yang sejuk. Terletak sekitar 24 kilometer dari pusat Kota Yogya, atau perjalanan sekitar 50 menit ke utara, di sana terdapat beberapa operator lava tour jeep yang akan mengantarmu berkeliling. Atau kamu dapat menggunakan one day tour yang disediakan oleh Pigijo Travel Planner, yang akan membantumu untuk mendapatkan pengalaman yang lebih mengesankan.

Rute dari Lava Tour Merapi ini terdiri dari 3 jenis, yaitu Short, Medium dan Long, dengan durasi waktu mulai dari 2 jam untuk rute Short hingga 2,5 jam untuk rute Long, dan harga mulai dari Rp. 350.000 per orang hingga Rp. 550.000. Kamu akan diantar menggunakan mobil jeep terbuka berkapasitas maksimal 4 orang untuk satu mobil, dan bersiaplah merasakan keseruan perjalanan off road yang penuh dengan guncangan.

Pada rute Short, kamu akan diajak untuk mengunjungi Museum Sisa Hartaku, Batu Alien, Bunker dan sisa perkampungan di sekitar lereng Merapi. Untuk rute Medium, akan ada penambahan kunjungan ke Rumah Mbah Marijan atau ke Kali Kuning. Sedangkan pada rute Long, kamu akan mengunjungi semua tempat di atas. Untuk pengalaman yang lebih menantang, kamu dapat mengikuti Sunrise Tour yang dimulai pada jam 04:30 pagi untuk menyaksikan matahari terbit dari sisi gunung Merapi. Atau jika kamu ingin menyaksikan keindahan langit dan kehidupan malam di gunung ini, kamu juga dapat mengikuti Night Lava Tour yang dimulai pada jam 18:00.

Museum Sisa Hartaku

Museum sederhana ini didirikan oleh Pak Kimin dan Ibu Wati di atas sisa rumah tinggal mereka yang hancur terkena letusan gunung Merapi. Keluarga Pak Kimin mendirikan museum ini sebagai peringatan akan kejadian di tahun 2010 dengan menampilkan kondisi rumah seperti terakhir kali mereka tinggalkan. Semua perabotan dibiarkan seperti saat kejadian itu terjadi, lengkap dengan jam dinding yang mati tepat di saat letusan terjadi dan abu panas mencapai desa mereka.

Desa-desa yang terkena dampak erupsi

Sepanjang perjalanan dengan Lava Tour, kamu akan melewati beberapa desa yang hancur karena semburan lahar dan awan panas. Sekarang beberapa desa sudah mulai ditanami oleh penduduknya, namun kamu dapat menyaksikan rumah-rumah terbengkalai di tengah lahan.

Batu Alien

Batu ini adalah sebuah batu besar yang terlempar keluar dari kawah gunung saat terjadinya letusan. Sepintas, batu setinggi 2 meter ini terlihat seperti wajah sesorang yang sedang sedih. Lingkungan sekitar ini sangat indah, kamu dapat mengamati Kali Gondol dari tempat ini. Kali Gondol adalah sodetan kali yang digunakan untuk mengalirkan lahar dari puncak gunung ke area yang aman

Bunker

Bunker Kaliadem yang telah ada sejak jaman kolonial Belanda ini digunakan sebagai tempat perlindungan jika terjadi erupsi Gunung Merapi. Namun kekuatan Bunker ini ternyata tidak dapat menandingi kekuatan letusan Merapi, sehingga sejak letusan tahun 2006 yang menyebabkan 2 orang peneliti tewas di tempat ini, Bunker ini tidak digunakan lagi. Terlepas dari cerita mistis yang menyelimuti tempat ini, kamu dapat melihat pemandangan yang indah di sekeliling Bunker. Di sinilah kamu dapat menyaksikan mata hari terbit dari sisi Gunung Merapi, jika kamu mengikuti Lava Tour Sunrise

Usahakan untuk mencoba Lava Tour Merapi pada saat musim kemarau, karena selain terhindar dari ketidakpastian cuaca, kamu juga akan melihat panorama gunung yang terbaik pada musim ini. Kenakan masker dan kaca mata karena perjalanan dengan menggunakan jeep bak terbuka akan sangat berdebu, dan kenakan pakaian yang dapat melindungi kulit dari terik matahari. Anak-anak diperbolehkan mengikuti tour ini, mereka pasti akan senang sekali saat jeep meluncur menerjang sungai dan mencipratkan air ke mana-mana.

 

Written by Melisa Oktavia

WordPress spam blocked by CleanTalk.