Penanganan Korban Hipotermia

0
22

Goal utama dalam penanganan korban hipotermia adalah:

  1. Menyelamatkan nyawa korban
  2. Mencegah agar suhu tubuh korban tidak semakin dingin
  3. Evakuasi korban ke tempat dengan perlengkapan medis yang lebih lengkap

Teknis penanganan adalah:

  • Tetap jaga posisi tubuh korban agar tetap horizontal.  Hal ini dibutuhkan untuk menjaga agar korban tidak terkena shock dan memudahkan jantung untuk terus memompa darah ke otak
  • Periksa kondisi pernapasan dan denyut nadi korban.  Kalau denyut nadi korban dan/atau pernapasan korban sangat lemah atau tidak ada, cepat lakukan Cardio-pulmonary Resuscitation (CPR)
  • Evaluasi kondisi mental korban, kesadaran korban, kemampuan merespon, ukuran pupil mata, kemampuan berjalan, dan berfikir jernih.  Kalau salah satu dari kondisi di atas tidak normal, maka kemungkinan besar tingkatan hipotermia korban sudah parah
  • Periksa apakah ada luka lain yang diderita korban.  Kemampuan korban merasakan sakit pada saat hipotermia akan menurun drastis, jadi kalau ada luka yang perlu ditangani segera, cepat periksa dan tangani!
  • Perlakukan korban dengan lembut untuk menghindari serangan jantung
  • Lakukan insulasi secara menyeluruh, hindari kontak kulit korban dengan udara luar, tutup seluruh tubuh korban dengan kain hangat dan/atau kering
  • Cegah korban kehilangan udara hangat lebih lanjut dari dalam paru-paru korban, dengan menutup mulut dan hidung korban dengan masker.  Hal ini dilakukan untuk mencegah kehilangan suhu hangat dari dalam tubuh korban dan menstabilisasi temperatur jantung, paru-paru, dan otak
  • Berikan panas eksternal dengan cara menempelkan benda-benda hangat (plastik berisi air hangat, etc) ke titik panas tubuh (ketiak, telapak tangan/kaki, leher, selangkangan).  Namun perlu dicatat, jangan sentuhkan benda hangat tersebut secara langsung ke kulit korban karena kulit penderita hipotermia sangat sensitif dan berpotensi mengalami ‘burn’ atau terbakar.
  • Teknik terakhir adalah transfer panas tubuh yang bisa dilakukan dengan cara menempelkan tubuh donatur panas tubuh dengan korban dengan masuk ke dalam sleeping bag bareng.  JANGAN pernah memandikan korban (misal, dengan air hangat)!
  • Tunda pemberian apapun via mulut (misal, makanan/minuman hangat) pada korban yang menderita hipotermia parah karena bisa menyebabkan tersedak/tercekik.  Pemberian makanan/minuman hangat hanya boleh dilakukan pada korban dengan gejala hipotermia ringan. JANGAN PERNAH memberikan alkohol pada korban hipotermia!
  • Evakuasi korban secepatnya ke fasilitas medis terdekat.

Berbagai fakta terkait Hipotermia:

  • Suhu terendah manusia yang pernah berhasil diatasi adalah 13 derajat Celcius, dialami oleh anak usia 7 tahun yang tenggelam di air bersuhu 0 derajat (sumber: Wikipedia).
  • Pada tingkatan parah, hipotermia sering menyebabkan penderitanya malah membuka seluruh pakaiannya (yang tentunya justru makin membuat hipotermia semakin parah.  Gejala ini dikenal sebagai “Paradoxial Undressing”).

So sahabat IM semoga tips penanganan hipotermia bermanfaat dan tentunya kita berharap agar terhindar dari hipotermia ketika melakukan pendakian, namun jika sahabat IM mengalami hipotermia sudah mengerti penanggulangannya seperti apa dan bagaimana. Idealnya ketika melakukan pendakian sertakan juga pemandu profesional dalam rombongan, jadi kalau terjadi hal-hal tak terduga dapat ditangani dengan cepat. Sahabat IM boleh cek ke situs Pigijo.com atau download aplikasi Pigijo di Playstore dimana dalam produk Indonesian Mountains disertakan pemandu profesional. 

sahabat IM.

Sumber :

hypothermia.org

Penulis Medion Suryo Wibowo – Founder Indonesian Mountains

WordPress spam blocked by CleanTalk.