Sensasi Menyelam di Curug Ciampea dan Green Lagoon Bogor

0
492

Tutupan hutan hujan yang masih rapat serta kontur alam berupa jurang dan lembah yang dalam, membuat kawasan Gunung Salak memiliki banyak tempat eksotis, salah satunya yang sedang menjadi magnet adalah Curug Ciampea dan Green Lagoon.

Curug berada di lereng barat laut Gunung Salak, tepatnya di Desa Tapos I, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Air Curug sangat jernih dan dingin. Terdapat kolam atau lubuk dengan kedalaman maksimal tiga meter.

Karena kejernihan airnya inilah, tak salah jika kita menikmatinya dengan cara menyelam bebas atau freediving. Dibanding menyelam di laut, ada sensasi yang berbeda menyelami sungai di ketinggian 970 – 1.000 meter di atas permukaan laut ini, yaitu airnya dingin dan empasan arus air terjun.

Titik yang cocok untuk diselami adalah Green Lagoon dan Leuwi Ngumpet, yang lokasinya berdekatan satu aliran sungai dengan Curug Ciampea. Tak jelas sejarahnya kenapa dinamakan Green Lagoon yang seharusnya merupakan danau air asin. Mungkin saja karena seperti danau dan airnya hijau pantulan dedaunan.

Sedangkan Leuwi Ngumpet terletak tak jauh di bawah bawah Green Lagoon yang lokasinya agak tersembunyi di balik batuan. Green Lagoon dan Leuwi Ngumpet sebenarnya adalah bongkah lava yang membeku jejak letusan Gunung Salak yang berbentuk lubuk atau ceruk akibat empasan air.

Bagi pecandu adrenalin, tentu akan menjadi pengalaman seru menyelam di dalam ceruk yang gelap dan di bawah guguran air terjun. Tenang saja, pada saat debit air normal, arus air di tempat ini tidak terlalu kencang. Yang wajib dipastikan adalah, Anda tidak menyelam saat cuaca buruk atau curah hujan tinggi, karena ada ancaman bah yang sangat membahayakan jiwa.

Bagi pemula yang ingin mencoba, pastikan Anda tidak menyelam sendiri, wajib ada pendamping, dan coba di titik yang tidak terlalu dalam. Jangan khawatir, menyelam atau sekadar berenang di sini sangat menyenangkan lho, hitung-hitung kalian memulai olahraga mengolah nafas.

Selain menyelam bebas, ada aktivitas lain yang tak kalah seru yaitu trekking dan camping. Ada dua pilihan rute trekking, yaitu melewati persawahan berundak yang indah atau melalui hutan pinus yang rindang. Sedangkan camping biasanya di Curug Ciputri.

Nah, yang sedang hit sekarang adalah hammocking atau tidur gantung di dekat curug dan selfie ala-ala di pinggir lagoon dan bawah air.

Ada dua pilihan rute jika dimulai dari titik keberangkatan Kebun Raya Bogor, yang pertama lewat Ciapus atau kedua lewat IPB Dramaga – Ciampea. Kedua rute itu akan bertemu di pertigaan Terminal Tumaritis di Tenjolaya, tinggal 3 kilometer lagi menuju pintu gerbang Curug Ciampea.

Kalau lewat Ciapus, arahkan kedaraan bermotor menuju Curug Luhur, rute yang dilewati berbukit di punggungan utara Gunung Salak. Sesampai di Curug Luhur, terus lagi arahkan ke pertigaan Terminal Tumaritis, Desa Tapos I, Tenjolaya. Untuk menuju Curug Ciampea belok kiri tak jauh dari pertigaan tersebut.

Sedangkan lewat IPB Dramaga – Ciampea, lalu lintas biasanya sering mengalami kemacetan parah di arah Terminal Bubulak hingga Kampus IPB. Setelah sampai di Ciampea, sebelum bukit kapus/karst, belok ke kiri arah Terminal Tumaritis, Tenjolaya.

Dari pertigaan Terminal Tumaritis, jalan beton sedikit rusak menanjak sekitar 1 kilometer, selebihnya jalan aspal mulus tapi sempit membelah persawahan hingga menuju pintu masuk Curug Ciampea, harap berhati-hati menggunakan mobil saat berpapasan.

Dari pintu masuk sekaligus loket, kita harus trekking ke curug sejauh 1.5 kilometer dengan lama tempuh sekitar 30 – 45 menit. Kita diwajibkan membayar tiket masuk Rp 20.000 per orang sudah termasuk asuransi. Ongkos parkir kendaraan bermotor Rp 5.000 per buah.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Sensasi Menyelam di Curug Ciampea dan Green Lagoon Bogor”, https://travel.kompas.com/read/2018/03/15/235810227/sensasi-menyelam-di-curug-ciampea-dan-green-lagoon-bogor.

Editor : Fikria Hidayat

 

 

 

WordPress spam blocked by CleanTalk.