Tips mengatasi kondisi dingin atau basah saat Mendaki Gunung

0
16

FYI, hypothermia ini engga melulu terjadi saat musim hujan. pernah engga sobat IM perhatikan?Suhu rata-rata di musim kemarau lebih dingin dibandingkan dengan suhu rata-rata di musim hujan? Pernah engga ngecamp setelah sepanjang jalur diguyur hujan tapi engga berasa dingin? Malah hangat.

Tapi saat kemarau justru dingin banget. Iya. Karena air (awan) itu salah satu fungsinya adalah menahan panas dari bumi. Bumi melepas panas, naik ke atmosfer tapi dihalangi awan, sehingga bumi tetap hangat. Jadi kesimpulannya bekali dengan perlengkapan yg memadai baik itu musim hujan atau kemarau.

Tips mengatasi kondisi dingin atau basah :

  1. Pakailah jaket yang bisa menahan dingin & angin (windbreaker), jaket double layer (lapisan dalam untuk penghangat, lapisan luar untuk menahan dingin/air)
  2. Lakukan aklimatisasi (penyesuaian tubuh terhadap suhu & kondisi alam sekitar) sebelum pendakian.
  3. Pakailah raincoat yang bagus yang bisa menahan rembesan air sejak awal hujan, jangan sudah basah kuyup baru pakai raincoat. Atau bisa menggunakan payung lipat bila hujannya tidak deras.
  4. Pakailah baju/celana yg quick dry, jadi jika basah akan cepat kering. Jika pakaian basah segera ganti dengan yang kering.
  5. Meminum minuman hangat seperti wedang jahe (favoritku hehe) adalah pilihan yang sehat saat cuaca dingin, karena jahe memiliki sifat alami meningkatkan suhu tubuh. Saat dingin mungkin kita tidak merasa haus, tapi tetaplah minum agar tidak dehidrasi. Bila dehidrasi bisa berakibat fatal. Kehilangan orientasi berpikir rasional, pingsan. Sebaiknya hindari minuman beralkohol, soda dll. Lebih baik minum air putih.
  6. Makanlah makanan yang banyak mengandung kalori & cepat menghasilkan energi, yang praktis bisa coklat, madu, kismis, kurma dll. Nasi atau oatmeal lebih bagus daripada mie instan, klo saya sering bawa telur, ubi atau singkong, pisang godog. 
  7. Lindungi titik-titik dingin ini seperti daun telinga, pergelangan tangan, kaki. Pastikan bagian-bagian ini tertutup rapat dengan memakai kupluk atau balaclava, sarung tangan, kaos kaki. usahakan bawa dobel, kalau musim hujan kan basah tuh saat jalan, nah pas ngecamp gantilah dengan kaos kaki/sarung tangan yang kering.
  8. Gunakan alas tenda yang memadai seperti matras alumunium, karena tanah di gunung kan dingin & lembab, lebih bagus lagi kalau dikasih daun-daun kering dibawahnya agar tidak langsung bersentuhan dengan tanah. Kalau di penginapan depan mbok yem itu dulu ada jeraminya. bikin hangat dan empuk.
  9. Saat ngecamp hindari daerah yang terkena hempasan angin, cari lokasi yang banyak pepohonan, semak-semak atau dibalik batu besar, kalau pas hujan, jangan lupa bikin saluran air disekitar tenda agar air tidak menggenangi sekitar tenda.
  10. Sleeping bag sebaiknya yang polar atau bulu angsa sehingga akan terasa lebih hangat. Tidurlah dengan berhimpitan agar terasa hangat (awas jangan kebablasan kalau bukan sejenis hehe).
  11. Bagi yang punya bawalah emergency blanket, bentuknya seperti alumunium foil yang tipis dan dipakai untuk menyelimuti tubuh & membuat tubuh tetap hangat.
  12. Jangan memforsir diri, istirahat jika emang dirasa terlalu lelah.
  13. Jangan lupa untuk selalu berdoa agar senantiasa diberi keselamatan. Untuk yang muslim, bacalah ayat kursi sebelum memulai pendakian. Dan minta ijinlah sama orang tua.

Jadi begitu sahabat IM tips mengatasi kondisi dingin atau basah, semoga bisa membantu menambah pengetahuan sahabat IM kalau ngalamin kondisi tersebut. Untuk mendaki terasa aman dan nyaman sahabat IM juga bisa mengakses ke situs Pigijo.com atau download aplikasi Pigijo di Playstore untuk mengetahui ragam produk Indonesian Mountains yang tersedia di pigijo. 

Sumber:

Penulis Medion Suryo Wibowo – Founder Indonesian Mountains

Berbagai Sumber

WordPress spam blocked by CleanTalk.