Travelling Naik Gunung? Yuk, Siapa Takut

1
554

Haii KawanJo, bulan ini udah travelling kemana aja nih? Atau mungkin belum kemana – mana? Untuk yang udah travelling yuk share cerita kalian disini. Dan buat yang belum ga usah sedih, mungkin bulan depan. Sekarang kan udah ada Pigijo yang bisa bantu KawanJo semua buat bikin itinerary sendiri. Gampang kok, tinggal buka www.Pigijo.com travelling jadi lebihmudah dan menyenangkan.

Oh iya, ngomong – ngomong soal travelling beberapa hari lalu saya sempet pergi loh ke suatu tempat. Mungkin dari beberapa KawanJo juga pernah ke tempat ini, bahkan ada yang pengen banget ke tempat ini gara gara nonton film yang dulu sempet booming karena danau nya yang keren banget.

Danau Ranu Kumbolo, Gunung Semeru

Doc. Pribadi Willi Lusiana.

Untuk KawanJo yang pengen banget ke Ranu Kumbolo atau pun ke Puncak Mahameru, saya akan coba bagiin beberapa cerita dan tips yang akan sangat berguna buat kalian. Apalagi untuk para pemula seperti saya. Karena apa yang terlihat di film tersebut sama sekali berbeda dari kenyataannya. Jadi KawanJo harus berfikir ulang kalo mau mendaki Semeru.

Pertama kalian harus bener bener pastiin kalau jadwal yang kalian inginkan itu masih kosong. Karena mulai 1 Oktober 2017 pihak Bromo Tengger Semeru mulai memberlakukan sistem booking online untuk meminimalisir membludaknya jumlah pendaki yang datang ke gunung Semeru. Setelah jadwal kalian cocok, dan sudah melakukan booking online jangan lupa kalian harus membayar uang registrasi sebesar Rp 15000-,/hari untuk weekdays dan Rp 20000-,/hari untuk weekend ke teller BNI terdekat kemudian jangan lupa juga untuk melakukan konfirmasi ulang melalui email dengan menyertakan bukti pembayaran kalian.

Setelah jadwal sudah siap, selanjutnya kalian harus membuat list barang bawaan dan sewaan. Jangan sampai melupakan barang barang penting. Apalagi ketika kalian ingin mendaki ke Puncak Mahameru. Bawalah baju secukupnya, dan usahakan tidak menggunakan jeans ketika mendaki. Setelah semua barang sudah tercatat, sebaiknya kalian juga membuat rundown yang akan membantu kalian dalam mengatur waktu pendakian.

Tips kedua saat sampai di Ranu Pani sebelum melakukan pendakian, kalian harus terlebih dahulu menukarkan tanda bukti registrasi dengan tiket masuk. Setelah itu kalian harus melakukan briefing untuk mengetahui hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat kalian berada di kawasan Gunung Semeru. Salah satunya kalian tidak boleh membawa tissue basah. Kalian juga harus menghormati semesta yang ada disana, dengan tidak melanggar peraturan yang telah berlaku sejak lama.

Gapura masuk pendakian Semeru

Doc. Pribadi Willi Lusiana

Gapura awal masuk pendakian merupakan salah satu spot foto yang harus kalian abadikan. Untuk track awal dari gapura menuju pos 1 akan memakan waktu sekitar 2 jam. Disetiap pos kalian akan disuguhi hidangan semangka dan gorengan yang sangat nikmat serta beberapa cemilan lainnya dengan harga Rp 2500-, perbuah (kalo belum naik ya).

                                                                                                                                                   

Penampakan pos di pendakian Semeru

Doc. Pribadi Willi Lusiana

Untuk perjalanan selanjutnya dari pos 1 ke pos 2 mungkin hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit bagi pemula. Dikarenakan tracknya yang tidak sulit dan juga landai. Lalu dari pos 2 ke pos 3 cukup memakan waktu sekitar 1 jam. Pos 3 ke pos 4 memakan waktu yang lama dikarenakan tracknya yang cukup sulit sekitar 1,5 jam. Dan yang terakhir adalah track dari pos 4 ke Ranu Kumbolo yang cukup memakan waktu sekitar 45 menit.

Karena saya mulai mendaki jam 10.00 pagi, maka saya sampai di Ranu Kumbolo sekitar jam 3 sore, memakan waktu sekitar 5 jam pendakian. Setelah sampai di Ranu Kumbolo, kami segera mendirikan tenda, mengambil air dan memasak. Area untuk mendirikan tenda di Ranu Kumbolo memiliki aturan. Ada batasan tertentu yang telah ditentukan oleh warga local untuk menghargai alam semesta disana. Jangan lupa untuk menyiapkan baju tidur dengan ketebalan yang dapat menjaga suhu tubuh tetap hangat. Dikarenakan musim kemarau, suhu di Semeru bisa mencapai minus 5 derajat, lebih dingin dibandingkan musim hujan. Kemudian untuk air, kami mengambil langsung dari Ranu Kumbolo. Air di Ranu Kumbolo dapat diminum, meskipun rasanya agak pahit tapi tetap bisa dikonsumsi. Di Ranu Kumbolo saat ini sudah tersedia 4 kamar mandi basah yang dapat digunakan untuk bersih bersih. Sebelumnya hanya ada bilik kamar mandi kering yang hanya digunakan untuk buang air saja. 

                                                                            Monument yang membatasi pendirian tenda dari pinggir Danau Ranu Kumbolo (Doc. Pribadi Willi Lusiana)

   Penampakan WC basah yang dapat digunakan untuk bersih bersih

Keesokan harinya setelah  kami bangun, kami segera bersiap siap dan sarapan  untuk kembali mendaki ke Kalimati. Track yang dilalui yaitu tanjakan cinta, Oro – oro Ombo, Cemoro Kandang, Jambangan, dan baru sampailah kami di Kalimati. Perjalanan tersebut membutuhkan waktu sekitar 4 jam. Terdapat 2 pos lagi untuk sampai di kalimati yaitu pos cemoro kandang dan pos jambangan. Dimana terdapat penjual makanan juga minuman untuk para pendaki. 

        Tanjakan Cinta    

 

Oro oro Ombo

                          Pos istirahat Cemoro Kandang      

              Jambangan       

Kalimati

Doc. Pribadi Willi Lusiana

Setelah sampai di Kalimati, kamipun segera mendirikan tenda. Dikarenakan kami akan mendaki puncak nanti jam 11 malam, kami harus segera beristirahat untuk memulihkan tenaga kami. Sebelum beristirahat kami harus mengambil air kembali. Hanya saja kali ini berbeda, untuk sampai ditempat pengambilan air membutuhkan waktu 1 jam bolak balik. Tracknya juga begitu sulit. Jadi saya sarankan untuk perempuan jangan pernah mau untuk di ajak mengambil air ke Sumber Mani. Saat mengambil air kalian juga akan menemukan banyak sekali plastic merek botol yang diikat disepanjang jalan sebagai petunjuk arah ke mata air Sumber Mani.

Salah satu track menuju Sumber Mani 


      plastik merek botol sbg petunjuk jalan       

       
Mata air Sumber Mani

        Doc. Pribadi Willi Lusiana

Karena tracknya yang begitu sulit saya sarankan untuk tetap menggunakan sepatu saat mengambil air. Saya sempat tergelincir dikarenakan licinnya batu yang ada di sumber air tersebut. Setelah kembali dari Sumber Mani kami pun memasak nasi untuk persiapan pendakian nanti malam. Oh iya, di Kalimati ini tidak terdapat WC ya KawanJo. WC kering disini juga sudah rusak dan tidak terurus jadi kalau KawanJo pengen buang air ya terpaksa harus ngumpet di rerumputan hehehe.

Sampailah pada malam pendakian. Suhu udara di Kalimati tidak sedingin di Ranu Kumbolo. Tapi untuk persiapan pendakian kalian harus menggunakan pakaian yang benar benar tebal dan hangat. Pakailah sarung tangan, baf, kupluk, gaiter, headlamp, trackingpol dan kacamata. Untuk mendaki ke puncak bagi pemula, saya sangat sarankan untuk membawa tas kecil berisi oksigen, P3K, selimut, snack dan termos berisi air minum. Jika terlalu berat mungkin KawanJo bisa berbagi barang bawaan kepada teman mendaki anda. Saat mendaki malam hari tentu kalian harus selalu ingat untuk berdoa meminta perlindungan dari yang Maha Kuasa. Setelah itu kalian akan mendaki ke hutan dan sampai akhirnya kalian hanya menemukan pasir batu dan kerikil di jalur pendakian Puncak Mahameru. Suhu diatas bisa mencapai minus lima derajat. Jadi pastikan badan kalian tetap hangat jika tidak ingin terkena gejala hipotermia seperti saya. Ketika saya mendaki saya tidak membawa banyak perlengkapan. Untung saja ada kakak kakak baik hati yang membantu saya selama di pendakian sehingga saya dapat sampai di Puncak Mahameru. Terimakasih Kakak tenda sebelah.

  Jalur Pendakian Mahameru

  Saya dan puncak Mahameru

 

Pemandangan dari puncak Mahameru

Doc. Pribadi Willi Lusiana

Tips terakhir yang perlu KawanJo tau. Saat turun dari puncak Mahameru kalian harus tetap berhati – hati. Mungkin memang lebih mudah dari saat mendaki, tapi bahaya saat turun tetap sama. Dikarenakan kerikil dan pasir, jalur pendakian saat turun sangatlah licin. Sehingga dapat membuat para pendaki mudah terjatuh dan tersandung. Seperti salah satu teman saya, akibat tidak berhati hati ia terjatuh dan membuat wajahnya terluka terbentur bebatuan yang ada di sekitar jalur pendakian. Maka dari itu jangan pernah menyepelekan hal apa pun selama kita masih berada di jalur pendakian. Karena dapat membahayakan nyawa kita sendiri.

Nah demikian sedikit sharing pengalaman saya untuk sampai ke puncak Mahameru. Buat KawanJo yang masih pemula dan tertarik untuk jadi pendaki, jangan takut. Semua butuh proses dan kesabaran. Jadi mulai aja dari pendakian dengan track mudah dan landai. Nikmati proses untuk eksplore semua keindahan alam nusantara Indonesia. #beranitravelling

1 COMMENT

WordPress spam blocked by CleanTalk.