4 Museum Kereta Api Ini Wajib Kawanjo Kunjungi
Local Experiences

4 Museum Kereta Api Ini Wajib Kawanjo Kunjungi

Ada berbagai koleksi hingga pengalaman seru naik kereta api jadul bertenaga uap.

“Naik kereta api..tut..tut..tut, siapa hendak turut,” itulah sepenggal lirik lagu anak-anak yang pasti pernah kawanjo dengar atau nyanyikan pada masa kecil dulu. Lagu ini menceritakan tentang keseruan perjalanan dengan menggunakan kereta api. Memang tidak dapat dipungkiri, moda transportasi yang satu ini memiliki cerita dan sejarah tersendiri di Indonesia.

Perjalanan moda transportasi kereta api di Indonesia punya kisah yang lumayan panjang. Sejarah perkeretaapian di Indonesia dimulai ketika pencangkulan pertama jalur kereta api Semarang-Vorstenlanden (Solo-Yogyakarta) di Desa Kemijen oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda Mr. L.A.J Baron Sloet van de Beele pada 17 Juni 1864.

Saat ini, sisa-sisa perjalanan panjang perkeretapian tersebut masih tersimpan serta tertata dengan baik di Museum Kereta Api dibeberapa wilayah di Indonesia. Hingga menjadikan destinasi wisata edukasi yang wajib kawanjo kunjungi.

1. Museum Kereta Api Ambarawa

A1
Lokomotif berusia 119 tahun buatan Maschinenfabrik Esslingen (Belanda), menarik gerbong berisi wisatawan.

Museum Kereta Api (Indonesian Railway Museum) Ambarawa dibuka tahun 1978, dahulunya adalah sebuah stasiun kereta api yang memiliki nilai sejarah bagi bangsa Indonesia. Sekaligus menjadi museum kereta api pertama di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara.

Di museum yang terletak di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah ini kawanjo bisa menyaksikan koleksi perekeretaapian dari masa Hindia Belanda hingga pra kemerdekaan RI. Museum ini juga menyimpan beberapa koleksi sarana perkeretaapian heritage seperti 26 lokomotif uap, 4 lokomotif diesel, 5 kereta dan 6 gerbong dari berbagai daerah.

Tak hanya itu, kawanjo juga bisa menikmati perjalanan wisata dengan menaiki Kereta Api Wisata relasi Ambarawa-Tuntang dengan lokomotif penarik jenis lokomotif uap maupun kereta diesel vintage. Selain itu, terdapat rute kereta api wisata Ambarawa-Jambu-Bedono dengan menggunakan lokomotif uap bergigi yang melewati rel bergerigi dan menjadi satu-satunya rel bergerigi yang masih aktif di Indonesia.

Baca juga: Ngetrip Jalur Darat Sekarang Juga Wajib Vaksin dan Antigen

2. Museum Kereta Api Sawahlunto

S2 1
Lokomotif uap E 1060 (Jerman) dibuat tahun 1965 dan beroperasi hingga tahun 1984

Pada tahun 2005 Indonesia memiliki museum kereta api yang kedua yaitu Museum Kereta Api Sawahlunto. Museum ini, berada di Jalan Kampung Teleng, Kelurahan Pasar, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Sejak tahun 1918 museum ini berfungsi sebagai Stasiun Kereta Api.

Pada masa Pemerintah Kolonial Belanda keberadaan stasiun Sawahlunto berkaitan erat dengan aktivitas penambangan batubara. Sementara pada masa Pemerintahan Republik Indonesia, stasiun ini masih difungsikan untuk mengangkut batu bara hingga tahun 2003.

Di Museum Kereta Api Sawahlunto, kawanjo bisa menyaksikan video sejarah perkeretaapian di Sawahlunto, termasuk beragam koleksi mulai dari gerbong kereta, lokomotif uap, alat-alat sinyal atau komunikasi, foto dokumentasi, hingga lonceng penjaga.

3. Museum Kereta Api Bondowoso

GM
“Gerbong Maut”, puluhan pejuang Indonesia gugur dalam gerbong ini

Museum ini merupakan museum kereta api pertama di Jawa Timur, diresmikan tahun 2016. Awalnya adalah Stasiun Bondowoso (Bo) yang dibangun tahun 1893 dan diresmikan penggunaannya pada 1897 oleh Staatssporwegen (SS) bersamaan dengan pembukaan jalur kereta api Jember-Kalisat-Bondowoso-Panarukan.

Di museum ini kawanjo bisa bertemu “Gerbong Maut”, yaitu tiga gerbong yang ditumpangi oleh sekitar 100 pejuang Indonesia yang menjadi tawanan Belanda di tahun 1947. Mereka disekap dalam perjalanan 16 jam dari Bondowoso ke Surabaya dengan kondisi menahan lapar, panasnya gerbong tanpa ventilasi dan udara yang tipis hingga akhirnya 46 pejuang gugur di dalam gerbong tersebut.

4. Museum Kereta Api TMII

keretajakarta
Lokomotif C 2710 buatan Swedia (1916), pernah beroperasi di jalur Jakarta-Rangkasbitung tahun 1916-1969

Buat kawanjo yang tinggal di wilayah Jabodetabek, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur juga ada Museum Kereta Api. Di museum ini kawanjo bisa menemukan koleksi kereta api yang cukup beragam, mulai dari lokomotif klasik hingga koleksi lokomotif dan kereta api di era tahun 70-80an.

Ada 24 koleksi lokomotif uap hingga diesel yang dipajang. Ada pula Kereta Api Luar Biasa (KLB) yang sempat menjadi kereta api operasional Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta, pada saat pemerintahan RI berpindah untuk sementara dari Jakarta ke Yogyakarta di tahun 1946.

Museum kereta api memiliki daya tarik tersendiri dengan cerita dan benda-benda kuno bersejarahnya hingga memberikan pengalaman dan pengetahuan yang tak ternilai. Biar perjalanan kawanjo tambah seru, cek paket wisata menarik lainnya di sini

Baca juga: Pemerintah Ubah Ketentuan Tes PCR Untuk Syarat Penerbangan Domestik

0 comments on “4 Museum Kereta Api Ini Wajib Kawanjo Kunjungi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.