11 Tips Wreck Diving Anti Merinding
Lifestyle

11 Tips Wreck Diving Anti Merinding

tips wreck diving hanya bisa dilakukan oleh mereka yang bernyali dan bertekad kuat melakukan persiapan matang.

Bayangkanlah. Menjelajahi bangkai kapal atau pesawat yang mengalami kecelakaan saja sudah cukup bergidik. Apalagi bila berada di bawah laut yang jauh dari daratan. Tak semua penyelam mampu melakukannya. Termasuk bila bayangan ini dijadikan kecemasan tanpa ujung. Karena itu, tips wreck diving hanya bisa dilakukan oleh mereka yang bernyali dan bertekad kuat melakukan persiapan matang. Karena mereka percaya, pengalaman baru menjelajahi spot misterius penuh historis bisa jadi hal berharga untuk dikenang.

Pengertian Wreck Diving

Pengertian Wreck Diving
Pengertian Wreck Diving

Sebagaimana penyelaman lainnya, wreck diving menawarkan sensasi menjelajahi keindahan alam bawah laut. Menemukan kehidupan laut yang beragam, dan merasakan sensasi keterapungan dalam kedalaman yang tenang.

Wreck diving adalah jenis penyelaman untuk menjelajahi kapal karam, pesawat terbang, atau struktur lain yang tenggelam di bawah air. Hal ini jadi sangat menarik tetapi juga memerlukan keterampilan dan pengetahuan khusus untuk melakukannya dengan aman.

Salah satu perbedaan wreck diving dengan jenis penyelaman lainnya adalah lingkungan yang unik dan menantang. Berbeda dengan penyelaman di terumbu karang atau di perairan terbuka, wreck diving melibatkan eksplorasi struktur yang tenggelam, seperti kapal karam atau pesawat terbang, yang tentunya memiliki rintangan dan bahaya tersendiri.

Baca juga: Butuh Short Escape Tapi Modal Cuma Seratus Ribuan? One Day Trip Pulau Pari Adalah Jawaban!

Rekomendasi Tempat Wreck Diving

Rekomendasi Tempat Wreck Diving
Rekomendasi Tempat Wreck Diving

Layaknya museum, spot wreck diving memberikan informasi tentang sejarah. Di sinilah peninggalan masa lalu tersimpan dengan baik di balik ombak dan dalam kesunyian lautan. Bagi para penyelam yang telah mengantongi sertifikat, wreck diving sama dengan tantangan yang menakjubkan.

Bangkai kapal atau pesawat yang terbenam di bawah laut seringkali merupakan bekas kendaraan perang, kecelakaan, atau memang sengaja ditenggelamkan untuk habitat baru terumbu karang dan hewan-hewan laut. Nyatanya, tempat wreck diving tidak hanya menyuguhkan struktur yang berbentuk unik tapi juga kehidupan biota laut.

Di Laut Merah, Mesir, bangkai SS Thistlegorm adalah salah satu bukti sejarah yang bisa ditelusuri dalam petualangan bawah laut. Kapal perdagangan bersenjata Inggris yang dibuat pada tahun 1940 ini memiliki panjang 126 meter. Setelah terkena bom pada Perang Dunia II, saat ini bangkai kapal ini terletak di kedalaman hingga 30 meter, sekitar 25 mil dari pantai Sharm El Sheikh. Pada labirin kapal terdapat kumpulan artefak perang seperti sepeda motor, truk, dan bahkan lokomotif uap. Setelah berpuluh-puluh tahun di bawah air, ruang kargo kapal telah menjadi rumah bagi berbagai kehidupan laut. Seperti ikan Napoleon wrasse atau ikan lionfish.

Tak kalah, di Indonesia pun terdapat banyak sekali lokasi wreck diving. Salah satunya adalah MV Boelongan Wreck yang melengkapi destinasi wisata di Mandeh Sumatera Barat. Kapal yang terletak pada kedalaman 20-25 meter ini kini menjadi tempat hidup aneka hewan laut seperti Lion Fish, Rabbitfish, Snapper, Bannerfish,dan lainnya. Jika ingin mengarungi interior kapal, perlu ekstra waspada mengingat kekuatan arus yang tak bisa ditebak.

Masih banyak lagi spot diving dengan pesona kapal atau pesawat atau struktur lain yang tergeletak di dasar laut. Sekali lagi, butuh keahlian khusus dan jam menyelam yang tinggi untuk bisa wreck diving.

Risiko Wreck Diving

Risiko Wreck Diving
Risiko Wreck Diving

Bukan bermaksud menakut-nakuti. Namun inilah beberapa beberapa risiko berbahaya yang bisa menjadi perhatian. Karena sekali lagi, wreck diving ini berbeda dengan jenis penyelaman lainnya. Diharapkan dengan tahu risikonya, Kawanjo bisa mematuhi prasyarat dan menjalankan cara yang benar dalam melakukan wreck diving. Berikut diantaranya:

  1. Terjebak
    Bangkai kapal seringkali memiliki struktur yang kompleks, seperti koridor sempit, tangga, atau ruang yang sempit. Ada risiko terjebak di dalam struktur tersebut, yang dapat menyebabkan situasi darurat dan bahkan bahaya kehilangan.
  2. Runtuh
    Kapal karam atau pesawat terbang yang telah terendam dalam jangka waktu yang lama mungkin mengalami degradasi struktural. Ada risiko bagian-bagian bangkai yang runtuh atau longsor selama penyelaman, yang dapat mengancam keselamatan penyelam.
  3. Ruang Terbatas
    Di dalam bangkai kapal atau pesawat terbang, ruang sering kali sangat terbatas. Ini dapat menyulitkan manuver dan membuat evakuasi dalam keadaan darurat menjadi lebih sulit.
  4. Tersangkut
    Bangkai kapal sering kali memiliki potongan-potongan logam tajam atau benda-benda lain yang bisa menjadi rintangan bagi penyelam. Bahkan, ada potensi untuk tersangkut di struktur bangkai, menyebabkan bahaya serius.
  5. Kekurangan Visibilitas
    Di dalam bangkai kapal atau pesawat terbang, jarak pandang seringkali terbatas karena debu, lumpur, atau material lain yang mengambang di sekitar struktur. Ini dapat membuat navigasi menjadi sulit dan meningkatkan risiko kehilangan arah.
  6. Terseret
    Faktor-faktor seperti kedalaman yang berbeda, struktur bangkai kapal, dan pengaruh arus pasang surut serta perubahan cuaca seperti angin kencang atau badai, menciptakan arus laut yang kuat di sekitar lokasi wreck diving. Perubahan arus menjadi tantangan tambahan bagi penyelam.Hal ini berisiko penyelam terseret dari situs penyelaman. Atau kesulitan dalam menjaga posisi yang stabil di dalam bangkai kapal. Arus yang kuat juga dapat menyebabkan penyelam lebih cepat lelah dan mudah kehilangan arah atau tersesat di dalam struktur bangkai.
  7. Nitrogen Narcosis
    Bangkai kapal yang lebih dalam sering kali membutuhkan penyelam untuk menggunakan campuran gas yang lebih kompleks seperti trimix. Risiko nitrogen narcosis (mabuk nitrogen) juga menjadi perhatian karena tekanan dan kedalaman yang lebih besar.Menghadapi risiko-risiko ini, penyelam yang berpengalaman dalam wreck diving harus memiliki pengetahuan yang baik. Yakni tentang keselamatan dan protokol darurat. Serta keterampilan teknis yang kuat untuk menghadapi tantangan lingkungan wreck diving.

Baca juga: Liburan Ceria! Trip 3D2N ke Banyuwangi Cuma 1,8 Juta

Syarat Wreck Diving

Syarat Wreck Diving
Syarat Wreck Diving

Setelah mengetahui risiko berbahaya melakukan wreck diving, Kawanjo tak perlu gentar. Jadikan itu sebagai tantangan yang harus diselesaikan. Dengan menjalani prasyarat yang ada. Syarat untuk melakukan Wreck diving sebenarnya bervariasi tergantung pada lokasi dan operator penyelaman yang dipilih. Namun, secara umum, ada beberapa persyaratan yang biasanya diperlukan:

  1. Sertifikasi Penyelaman
    Biasanya Kawanjo harus memiliki sertifikasi penyelaman yang sesuai dengan tingkat kesulitan dan kedalaman penyelaman yang akan dilakukan. Misalnya, untuk wreck diving yang lebih dalam atau teknis, Kawanjo perlu memiliki sertifikasi Advanced Open Water Diver atau bahkan sertifikasi penyelaman teknis.
  2. Pengalaman
    Beberapa operator penyelaman mungkin mensyaratkan tingkat pengalaman penyelaman tertentu sebelum Kawanjo diizinkan untuk melakukan wreck diving. Ini untuk memastikan bahwa Kawanjo memiliki keterampilan dan kepercayaan diri yang cukup untuk menghadapi tantangan yang mungkin dihadapi di dalam bangkai kapal.
  3. Kesehatan
    Kesehatan yang baik sangat penting untuk penyelaman, termasuk wreck diving. Kawanjo bisa jadi diminta untuk mengisi formulir kesehatan dan menjalani pemeriksaan medis sebelum diizinkan melakukan penyelaman.
  4. Peralatan
    Kawanjo harus memiliki peralatan penyelaman yang sesuai dan dalam kondisi baik. Ini termasuk tabung udara yang memadai, perangkat BCD (Buoyancy Control Device), regulator, dan peralatan penyelam lainnya yang diperlukan.
  5. Keterampilan dan Pengetahuan Khusus
    Wreck diving memerlukan keterampilan dan pengetahuan khusus. Termasuk teknik navigasi yang baik, kesadaran lingkungan yang tinggi, dan pemahaman tentang keselamatan dan protokol darurat yang relevan.
  6. Persetujuan dan Izin
    Di beberapa lokasi, Kawanjo mungkin perlu mendapatkan izin atau persetujuan khusus sebelum melakukan wreck diving. Terutama jika situs penyelaman berada di dalam taman laut atau kawasan konservasi.

Tips Wreck Diving

Tips Wreck diving
Tips Wreck diving

Berikut adalah beberapa tips lengkap untuk melakukan wreck diving tanpa merinding. Menyelam dengan aman dan menyenangkan:

  1. Dapatkan Pelatihan yang Sesuai
    Pastikan Kawanjo memiliki pelatihan yang memadai dalam wreck diving, termasuk pengetahuan tentang teknik penyelaman khusus, navigasi, dan keselamatan.
  2. Rencanakan Penyelaman
    Sebelum penyelaman, periksa kondisi cuaca, arus laut, dan visibilitas. Buat rencana penyelaman termasuk waktu penyelaman, rute, dan titik masuk/keluar.
  3. Gunakan Peralatan yang Sesuai
    Pastikan peralatan penyelaman  dalam kondisi baik dan sesuai untuk wreck diving. Ini termasuk peralatan navigasi tambahan. Seperti reel atau tali penyelamatan, dan lampu senter untuk membantu visibilitas di dalam kapal karam.
  4. Pahami Struktur Wreck
    Sebelum masuk ke dalam bangkai, pahami strukturnya dengan baik dan identifikasi jalur keluar. Hindari menyelam sendirian dan selalu bersama dengan mitra penyelaman.
  5. Waspadai Potensi Bahaya
    Hindari masuk ke area yang berpotensi berbahaya di dalam kapal karam. Misalnya ruang mesin yang sempit atau area yang rawan runtuh.
  6. Jaga Lingkungan
    Hindari menyentuh atau mengganggu lingkungan wreck, seperti terumbu karang atau kehidupan laut lainnya. Ambil foto atau video sebagai pengingat, bukan  dengan mengambil lalu membawa pulang.
  7. Pantau Tekanan Oksigen dan Waktu Penyelaman
    Gunakan peralatan pemantau tekanan oksigen dan waktu penyelaman untuk memastikan Kawanjo tidak melebihi batas aman penyelaman dan dapat melakukan dekompresi yang diperlukan.
  8. Komunikasi yang Efektif
    Pastikan memiliki sistem komunikasi yang efektif dengan mitra penyelaman. Baik itu menggunakan isyarat tangan atau peralatan komunikasi bawah air.
  9. Lakukan Dekompresi dengan Benar
    Jika diperlukan, lakukan dekompresi dengan benar sesuai dengan tabel dekompresi atau perangkat lunak komputer penyelaman yang digunakan.
  10. Pendamping
    Beberapa lokasi menyediakan layanan pendamping menyelam. Tak perlu ragu untuk menggunakan fasilitas tersebut. Disamping bisa sebagai teman ataupun instruktur, biasanya mereka lebih lihai dalam mengatasi masalah yang mungkin timbul. Juga lebih tahu bagian yang jadi pusatnya keindahan.
  11. Evaluasi dan Belajar
    Setelah penyelaman, evaluasi kembali pengalaman Kawanjo. Identifikasi area di mana Kawanjo dapat meningkatkan keterampilan atau pengetahuan. Terus belajar dari setiap penyelaman yang dilakukan. Sehingga penyelaman selanjutnya bisa lebih menyenangkan.

Dengan mengikuti tips wreck diving, Kawanjo dapat menikmati penyelaman tanpa ketakutan. Yang ada justru mempertebal rasa menghargai keindahan serta sejarah yang disediakan oleh bangkai kapal tenggelam.

0 comments on “11 Tips Wreck Diving Anti Merinding

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.