Cara mencegah penyakit Leptospirosis
Health

8 Cara Mencegah Penyakit Leptospirosis, Antisipasi Saat Musim Penghujan

Seiring berlangsungnya musim penghujan, cara mencegah penyakit leptospirosis semakin jadi perhatian orang

Seiring berlangsungnya musim penghujan, cara mencegah penyakit leptospirosis semakin jadi perhatian orang. Apalagi satu persatu media sosial menampilkan berita tentang bukti bahayanya. Sebagai langkah antisipasi, alangkah lebih baiknya bila Kawanjo memahami dan mempraktekkannya.

Musim penghujan memang membawa efek samping berupa beberapa penyakit yang merebak. Selain influenza, DBD, gatal-gatal, ada satu lagi. Yakni penyakit leptospirosis yang juga membahayakan. Beberapa kasus menyebutkan bahwa penderita yang terjangkit virus ini berakhir harus kehilangan nyawa.

Pengertian Leptospirosis

Pengertian Leptospirosis
Pengertian Leptospirosis

Selain cuaca ekstrem, selama awal tahun 2024 ini beberapa daerah di Indonesia harus menghadapi  bencana alam banjir. Penyakit yang muncul sebagai efek dari air menggenang dan mengganggu ini adalah leptospirosis salah satunya.

Lalu, apa itu leptospirosis? Sebuah  penyakit zoonis, yakni bisa menjangkiti manusia maupun hewan. Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan infeksi bakteri Leptospira interrogans. Bakteri ini dapat menular melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi.

Infeksi ini kemudian dapat terjadi pada manusia melalui kontak dengan air atau tanah yang terkontaminasi oleh urine hewan yang membawa bakteri Leptospira. Maka, ketika banjir terjadi, leptospirosis mengancam masyarakat yang berada di sekitarnya. Penyakit ini memang cenderung lebih sering terjadi di daerah tropis dengan curah hujan yang tinggi.

Baca Juga: 7 Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan Tubuh

Penyebab Leptospirosis

Penyebab Leptospirosis
Penyebab Leptospirosis

Bakteri Leptospira interrogans bisa hinggap ke tubuh manusia dan timbul infeksi. Hal ini terjadi bila  mata, hidung, mulut, ataupun luka terbuka pada kulit bersinggungan dengan urine, darah, maupun jaringan dari binatang yang membawa bakteri.

Sampah yang menumpuk dan kondisi pasca banjir juga merupakan kondisi dengan peluang besar menyebarnya bakteri penyebab Leptospirosis. Sebab bakteri ini juga bisa mengkontaminasi air dan tanah, dimana bila masuk ke tubuh manusia, akan menimbulkan gejala leptospirosis.

Gejala Leptospirosis

Gejala Leptospirosis
Gejala Leptospirosis

Apabila Kawanjo baru saja berada pada kondisi pasca banjir atau sedang sial bersinggungan dengan hewan seperti tikus, maka waspadalah. Tidak semua orang yang terkena leptospirosis akan segera menunjukkan gejalanya. Gejala penyakit ini mungkin baru muncul setelah masa inkubasi sekitar 10 hari.

Gejala yang biasa muncul meliputi demam tinggi disertai menggigil, nyeri kepala, nyeri otot terutama di daerah betis, sakit tenggorokan dengan batuk kering, mata merah dan kulit menguning, serta mual, muntah, dan diare.

Jika tidak diatasi dengan cepat, leptospirosis bisa menimbulkan masalah tambahan yang mempengaruhi organ-organ lain. Penyakit komplikasi akan muncul dan lebih serius seperti meningitis, kebocoran pembuluh darah paru-paru, kerusakan ginjal, kegagalan jantung, kelumpuhan, bahkan risiko kematian. Karena itu, bila ternyata muncul gejala di atas, segeralah menghubungi tenaga medis.

Baca Juga: 3 Manfaat Coklat Almond untuk Ibu Hamil, Salah Satunya Bikin Bahagia 

Cara Mencegah Penyakit Leptospirosis

Cara Mencegah Penyakit Leptospirosis
Cara Mencegah Penyakit Leptospirosis

Bagaimanapun, mencegah lebih baik daripada mengobati. Tak perlu menunggu sakit untuk bisa merasakan kebahagiaan. Sebab itulah, di musim penghujan dengan genangan air yang ada dimana-mana, tak ada salahnya untuk mengupayakan cara mencegah penyakit leptospirosis.

Cara terbaik adalah dengan menghindari penyebaran bakteri penyebab leptospirosis. Karena bakteri Leptospira ini bisa menyerang manusia maupun hewan, pencegahan bisa dilakukan pada keduanya.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah penularan leptospirosis:

  1. Pastikan minum air yang bersih dan sehat. Rebus air sampai matang sebelum dikonsumsi.
  2. Hindari berenang di air tawar, seperti sungai atau aliran air, yang mungkin terkontaminasi oleh urine hewan. Jangan sampai pula berenang setelah hujan deras atau saat banjir.
  3. Gunakan pakaian dan sepatu pelindung saat bersentuhan dengan air atau tanah yang terindikasi mengandung bakteri penyebab leptospirosis. Termasuk bila Kawanjo bekerja dengan hewan, kenakan pakaian dan sepatu pelindung.
  4. Selalu cuci tangan dengan sabun dan air setelah menangani hewan atau produk hewan. Hindari kontak langsung dengan hewan mati.
  5. Usir atau hindari keberadaan tikus di sekitar rumah.
  6. Jika hewan peliharaan Kawanjo terkena leptospirosis, berikan antibiotik sesuai petunjuk dokter hewan. Segera bersihkan jika hewan peliharaan buang air kecil di dalam rumah. Namun jangan lupa untuk tidak  menyentuh urine hewan peliharaan. Pastikan untuk mencuci tangan setelah menyentuh hewan peliharaan.
  7. Jauhkan kontak hewan peliharaan dengan hewan pengerat, hewan liar, dan bangkai hewan. Jauhkan juga hewan peliharaan dari air yang mungkin terkontaminasi, terutama setelah hujan deras atau banjir. Pastikan hewan peliharaan selalu memiliki akses ke air bersih dan aman.

Ada tujuh cara mencegah penyakit leptospirosis yang bisa Kawanjo lakukan sebagaimana telah disebut. Hal ini bisa jadi langkah antisipasi menghadapi ancaman buruk di musim penghujan. Sebab mencegah lebih baik daripada mengobati.

0 comments on “8 Cara Mencegah Penyakit Leptospirosis, Antisipasi Saat Musim Penghujan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.