Gak Cuma Punya Dodol, Garut Juga Punya 5 Leuwi Cantik yang Wajib Dikunjungi, Lho!
Local Experiences

Gak Cuma Punya Dodol, Garut Juga Punya 5 Leuwi Cantik yang Wajib Dikunjungi, Lho!

Garut punya segudang keindahan yang belum banyak orang tahu. Penasaran? Yuk, jalan ke sana! Ada banyak sungai indah buat main air!

Kalau lagi pengen ke curug, tentu kawanjo tahu harus pergi ke mana. Ya, antara ke Bogor atau ke Sentul! Karena memang iya, banyak curug di sana yang tak cuma menyegarkan mata, badan, dan pikiran tapi juga mampu menyegarkan feed media sosial kawanjo saking indahnya! Hehehe! Nah, lain hal nya kalau bicara soal leuwi.

Kalau bosan dengan curug atau sudah datang hampir ke semua curug yang ada di area Bogor dan sekitarnya, maka kini waktunya kawanjo jalan lebih jauh lagi ke arah Garut untuk sambangi leuwi yang tak kalah W.O.W! Selain biru, bening, dan memanjakan visual, kawanjo juga bisa berenang bahkan berarung jeram di arus deras yang mungkin belum pernah kawanjo temukan sebelumnya. Seru!

Lalu, apa beda leuwi dengan curug? Dalam bahasa Sunda, curug artinya air terjun sedangkan leuwi ialah cekungan dalam yang berada di dasar sungai. Jadi, karakter dua tempat ini memang berbeda. Aliran air leuwi relatif tenang dan cenderung tak mengalir. Namun, arusnya juga bisa kuat jika di bagian dasarnya terdapat arus bawah yang deras. Jadi air pun bisa ikut mengalir kencang.

So, daripada berlama-lama, berikut Pigijo spill lima leuwi terbaik di kota dodol yang harus kawanjo datangi. Sssttt, pastikan saat ke sini cuaca sedang bagus, ya. Soalnya kalau musim hujan, jalan menuju leuwi takkan menyenangkan. Tanahnya belog dan airnya juga berubah warna jadi kecokelatan. Padahal harusnya biru jernih. Huuuu, jadi tak bisa lihat keindahan aslinya, deh.

  1. Leuwi korsi
Leuwi Kosi
Airnya biru jernih dan bebatuannya unik seperti kursi

Di daerah Bungbulang, ada leuwi unik yang bentuknya seperti tempat duduk. Yup, Leuwi Korsi namanya. Sesuai dengan judulnya, tempat ini memang dihiasi dengan tembok batuk tinggi yang tersusun rapi seperti kursi (columnar joint) hingga bisa diduduki. Pemandangannya pun indah karena ia punya air sungai yang biru jernih sehingga siapa pun akan terpesona dibuatnya.

Konon, katanya tebing ini merupakan peninggalan masa prasejarah (megalitikum) di mana tiap bidaknya dulu digunakan sebagai batu persembahan. Namun hal tersebut masih berupa anggapan semata yang belum didukung oleh fakta sejarah dari para ahli. Oleh sebab itu, baiknya nikmati saja panoramanya tanpa harus menebak-nebak tebing ini dulunya apa. Hehehe!

Tak cuma itu, kalau kawanjo ke sini, dari sebelum sampai pun kawanjo sudah disuguhkan oleh view yang menyenangkan. Bagaimana tidak, deretan pohon pinus yang indah khas pegunungan sudah menghiasi perjalanan menuju Leuwi Korsi. Udaranya sejuk mendekati dingin! Lalu aroma cemara pun semerbak menyeruak masuk dalam rongga hidung. Segar dan wangi luar biasa!

Gimana? Masih tak kepingin? Tak mungkin! Karena kawanjo pasti bakal menyesal kalau tak main-main ke sini. Apalagi untuk kawanjo yang doyan main air seperti di curug. Di sungai ini tak kalah seru karena airnya segar untuk dipakai menceburkan diri. Apalagi kalau pagi atau menjelang sore. Duh! Mantap sekali. Bonusnya, tempat ini sangat Instagramable! Jadi kawanjo bisa foto-foto.

Baca juga: Desa Wisata dan Pengaruhnya Terhadap Dunia Pariwisata Indonesia

2. Leuwi Jubleg

Leuwi Jubleg
Bentuknya bagus, ya!

Masih di kawasan Bungbulang, ada Leuwi Jubleg yang tak kalah keren dari Leuwi Korsi. Berasal dari bahasa Sunda yang berarti tempat menumbuk padi, jubleg dalam nama Leuwi Jubleg sengaja disematkan karena sungai ini punya kolam berbentuk bulat layaknya lesung yang dalam. Oleh karena itu pengunjung banyak yang suka loncat dari atas untuk berenang.

Untuk urusan kesegaran, jelas tak perlu ditanya. Airnya dingin karena dikelilingi oleh pegunungan! Lalu jernih dan biru pula warnanya. Cantik sekali saat dipandang-pandang dengan mata telanjang. Namun demikian karena terbilang masih baru, fasilitas yang ada belum terlalu memadai. Masuk kawasannya pun masih gratis! Jadi jelas tempat ini masih sangat alami untuk dikunjungi.

3. Leuwi Kanjeng Daleum

Leuwi Kanjeng Dalem
Karena arusnya deras, kamu jadi bisa rafting di sini, lho! Serrruuuuuuu!!

Kalau kawanjo cari tempat wisata alam yang benar-benar tersembunyi, maka Leuwi Kanjeng Daleum adalah jawabannya. Punya sungai berarus deras yang asyik untuk dipakai main arung jeram, Leuwi Kanjeng Daleum ini nyatanya masih belum punya akses jalan yang memadai karena medannya terbilang sulit untuk dilewati oleh kendaraan.

Sudah banyak ide dari Pemda setempat untuk mengembangkan potensi wisata ini. Namun karena sulitnya akses, rencana-rencana yang ada pada akhirnya kembali terpendam. Namun meski demikian, kawanjo tetap bisa datang ke sini dan menikmati keindahannya, kok! Asal mau effort saja ya. Karena memang betul, semakin sulit maka perjalanan akan semakin berarti,dan semakin tertanam di memori! Pokoknya bagus dan seru!

4. Leuwi Tonjong

Leuwi Tonjong
Sering disebut-sebut sebagai kembarannya Phuket, Leuwi Tonjong memang punya panorama sungai dan tebing batu yang ciamik!

Masih tentang destinasi asri yang belum terkelola dengan baik, kawanjo bisa mampir ke Leuwi Tonjong untuk main air. Kalau mau ke sini akses jalannya hanya bisa dilalui oleh motor. Namun tak usah bingung kalau tak punya motor karena di ujung jalan sebelum menuju ke Leuwi Tonjong, kawanjo bisa dengan mudah menemukan ojek yang bisa langsung mengantar ke titik tujuan.

Air di sini jernih sekali. Karena belum dikunjungi banyak orang, jadi kawanjo bisa puas main air. Mau berenang, berendam-rendam saja, atau foto-foto, bebas! Tak ada yang melarang karena masih belum dikelola oleh siapa pun. Namun usahakan ke sini saat musim kemarau, ya. Karena kalau tidak bebatuannya jadi sangat licin untuk dipijak dan airnya juga jadi keruh.

Saking indahnya, Leuwi Tonjong juga sering disebut-sebut mirip Phuket karena punya batu tinggi yang menjulang ke angkasa. Batu-batu itu mengapit perairan yang membuatnya jadi tampak manis dan eksotis, lho. Benar-benar mirip di Phuket. Tak heran spot ini banyak dipakai pengunjung untuk foto-foto. Garut memang luar biasa. Banyak tempat rahasia yang indahnya tiada dua.

Baca juga: Kawanjo, Inilah Cara Download Sertifikat Vaksin COVID-19 Tanpa Aplikasi

5. Leuwi Jurig

Leuwi Jurig
Siapa sih yang gak kepingin ke sini kalau pemandangannya begini?

Terakhir, tak sedalam leuwi yang lain, kedalaman Leuwi Jurig hanya sekitar 1 hingga 2 meter saja. Oleh karenanya di sini kawanjo tak bisa loncat-loncatan seperti di leuwi sebelumnya. Meski demikian, kemolekannya betul-betul bikin ketagihan! Airnya yang jernih serta areanya yang terbilang sepi menjadikan tempat ini bak milik kawanjo sendiri. Bisa puas-puasin main air sampai bosan!

Meski ada beberapa kisah mistis dan misterius di sini, namun hal itu tak menyurutkan minat pengunjung untuk tetap mengunjunginya. Habisnya memang bagus sekali, sih! Ada sederet tebing terjal lengkap dengan panorama air sungai berwarna kehijauan yang membuat pesona Leuwi Jurig jadi semakin menggoda. Indahhh sekali dijadikan background foto atau hanya dipandang saja.

Memang tiap leuwi di Garut ini punya keunikan dan keindahannya masing-masing terutama pada bentuk batuannya. Tak ada yang sama! Ada yang seperti tempat duduk, seperti lorong sempit yang manis, seperti di Phuket, dan lain sebagainya. Hal ini pun didukung dengan warna airnya yang biru kehijauan dan jernih yang menjadikan pamor leuwi harusnya bisa seimbang dengan curug.

Bahkan boleh dibilang, main ke leuwi mungkin lebih menyenangkan karena cenderung masih sepi dan alami. Belum banyak ditambahkan gimmick atau perombakan-perombakan tertentu yang mengubah pemandangan aslinya. Meski fasilitas dan akses memang belum bisa diandalkan, namun siapa peduli? Kalau kawanjo suka adventure, maka ini waktunya untuk eksplorasi alam asli Garut!

Cek paket wisata dan open trip menariknya di sini.

Baca Juga : Tes Adrenalin Di Curug Ekstrem Ini, Dijamin Seru dan Menantang

0 comments on “Gak Cuma Punya Dodol, Garut Juga Punya 5 Leuwi Cantik yang Wajib Dikunjungi, Lho!

Leave a Reply

Your email address will not be published.