Local Experiences

Pertunjukan Magis dan Menegangkan ini Ternyata Dipertunjukkan di Desa Waluran

boles, waluran

Keunikan masyarakat Jawa Barat sangatlah beragam. Selain objek wisata alam, Kabupaten Sukabumi juga punya kesenian yang unik dan menarik. Sebagai salah satu kecamatan di Kabupaten Sukabumi dan masuk dalam kawasan Geopark Ciletuh, Desa Waluran menjadi sentra budaya di bawah naungan Palapah (Paguyuban Lahan Parahyangan). Banyak jenis kesenian yang ada di desa ini, bukan hanya tari-tarian indah, kesenian magis dan mistis juga akan menantang dan membuat bulu kuduk Kawanjo merinding.

Tradisi Seni Maen Bola Leungeun Seuneu (Boles)

Boles berangkat dari seni budaya Nyonyoo Seuneu abad ke XIII-XV Masehi pada masa Kerajaan Pajajaran. Tercatat dalam kitab Suwasit Museum Prabu Siliwangi yang berada di Komplek Pesantren Dzikir Al Fath Kota Sukabumi. Seni Boles ini pada zaman Kerajaan Pajajaran dipertunjukan dalam acara penyambutan kedatangan raja dan upacara kebesaran Kerajaan Pajajaran yang menonjolkan unsur seni dan olahraga.

Dalam permainan Boles ada gerakan pencak silat dalam mengawali dan mengakhiri pertunjukan Seni Main Boles tersebut. Unsur olahraga pada Boles adalah adanya kekuatan fisik dan Kanuragan (ilmu yang berfungsi untuk bela diri secara supranatural). Pada masa Kerajaan Pajajaran, Boles berasal dari Permainan Maung Bodas yang suka memainkan bola api atau Nyonyoo Bola Seuneu. Bola itu terbuat dari kelapa tua yang dikupas kulitnya dan dibentuk seperti bola yang direndam minyak tanah selama satu hari satu malam sampai menyerap ke dalam bola kelapa, sehingga saat dibakar bola itu mengeluarkan api besar.

Pertunjukan Magis dan Menegangkan ini Ternyata Dipertunjukkan di Desa Waluran
Tradisi Seni Maen Bola Leungeun Seuneu (Boles)

Boles dikembangkan oleh Museum Prabu Siliwangi dan Perguruan Silat Maung Bodas pimpinan Prof.Dr.Kh. Rd. Adpt. Muhammad Fajar Laksana bersama dengan IPSI Kota Sukabumi yang selanjutnya dijadikan seni pertunjukan yang dipertandingkan dan menjadi ikon Kota Sukabumi serta dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Kota Sukabumi.

Boles telah ditampilkan pada acara peresmian kantor, syukuran pengangkatan pimpinan, sunatan, perkawinan, helaran, festival budaya, peringatan hari besar, adu lisung dan memberikan prestasi pada bidang olahraga tradisional untuk Kota Sukabumi baik tingkat kota, kabupaten, bahkan nasional.

Tradisi Ngagotong Lisung

Seni ini pada awalnya dipertunjukan oleh masyarakat Pajajaran pada abad ke XIII – XV Masehi yang tercantum dalam kitab Suwasit dari Museum Prabu Siliwangi yang berada di komplek Pesantren Dzikir Al Fath Kota Sukabumi.  Lisung yang digunakan pertama kali adalah Lisung Pusaka yang dimiliki oleh Nyi Centrik dan Ki Tupang dari Kasepuhan Pajajaran dan sekarang Lisung Pusaka tersebut berada di Museum Prabu Siliwangi.

Lisung itu awalnya terbuat dari kayu jati. Secara filosofi, Lisung berarti Anu Maha Agung. Fungsi utama lisung adalah alat penumbuk padi dari pare menjadi beras. Karena beras menjadi makanan utama masyarakat, maka alat penumbuk padi disebut lisung yang artinya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang telah diberikan kepada manusia. 

Pertunjukan Magis dan Menegangkan ini Ternyata Dipertunjukkan di Desa Waluran
Tradisi Ngagotong Lisung

Lisung memiliki 3 lubang yang artinya 3 kekuatan. Lubang Lisung pertama yang paling artinya kekuatan dari Tuhan Yang Maha Esa, lubang kedua yang didepan artinya kekuatan dari penguasa dan lubang ketiga yang ada di belakang artinya kekuatan dari rakyat.

Bentuk Lisung yang seperti perahu memiliki makna kehidupan manusia dengan 3 lubang kekuatan yang artinya Lisung Pajajaran menggambarkan kehidupan masyarakat yang akan berjalan dengan baik, damai dan sejahtera, apabila selaras, seimbang dan bersatunya 3 kekuatan utama yaitu dari Sang Maha Kuasa, Penguasa dan Rakyat (Masyarakat).

Dari sejarah dua atraksi di atas, Kawanjo bisa menyaksikan bagaimana seru dan asyiknya serta menegangkan dan magisnya atraksi-atraksi tersebut bila berkunjung ke Desa Waluran dengan membeli paket wisata di sini nih. Selamat berpetualang ya, Kawanjo!

0 comments on “Pertunjukan Magis dan Menegangkan ini Ternyata Dipertunjukkan di Desa Waluran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.