Pawai Ogoh-Ogoh Ditiadakan Karena Angka COVID-19 di Bali Tinggi
PigiNews

Pawai Ogoh-Ogoh Ditiadakan Karena Angka COVID-19 di Bali Tinggi

Perayaan Hari Raya Nyepi biasa disambut dengan pawai ogoh-ogoh. Namun kali ini pawai tersebut ditiadakan

Hari Raya Nyepi yang jatuh setiap tanggal 3 Maret adalah sebuah tahun baru Saka bagi masyarakat Bali. Namun kali ini perayaan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada hari Kamis 3 Maret 2022 ini terpaksa tidak mengadakan pawai ogoh-ogoh. Majelis Desa Adat (MDA) Bali memutuskan hal ini karena kasus COVID-19 di Bali masih terbilang sangat tinggi. 

Baca Juga : Keren, Bali Masuk Top 4 Travelers’ Choice Awards 2022 Most Popular Destination by Tripadvisor

“Karena saat ini kondisi COVID-19 di Bali belum bisa melandai dan malah meningkat, serta bersamaan itu juga ada kebijakan baru dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah seperti status PPKM Level 2 menjadi Level 3, dan kembali diberlakukan pembatasan kerumunan,” Jelas Bendesa Agung mDA Bali, Ida Pangelingsir Agung Putra Suhaket kepada okezone. 

Maka dari itu termasuk berhentinya pawah ogoh-ogoh. “ Dengan keadaan ini maka pawai ogoh-ogoh saat Pangrupukan yang berkaitan dengan rangkaian Hari Suci Nyepi, Tahun Baru Saka 1944 nanti juga tidak akan dilaksanakan,” tambahnya. 

Tidak hanya itu saja, bahkan dirinya juga meminta kepada seluruh pihak desa untuk memperhatikan protokol kesehatan terutama saat melaksanakan rangkaian Melasti dan Tawur Kesanga dalam Hari Nyepi. Beberapa rangkaian upacara pun bisa dilakukan di Pura tetapi dengan jumlah umat maksimal 50 orang.

Sedangkan bagi orang yang masih sakit diimbau agar tetap berada di rumah. Sekedar informasi, ini adalah ketiga kalinya pawai ogoh-ogoh tidak digelar di Bali sejak tahun 2020 terutama sejak pandemi COVID-19 mulai menyerang Indonesia

Baca Juga : Keren, Desa Wisata Baru, Bali Menuju Desa Ekowisata!

0 comments on “Pawai Ogoh-Ogoh Ditiadakan Karena Angka COVID-19 di Bali Tinggi

Leave a Reply

Your email address will not be published.