wisata sungai musi palembang sumatera selatan
Local Experiences

Wisata Sungai Musi, Cara Asyik Traveling di Palembang

Rekomendasi Wisata sungai Musi Palembang Terbaru 2022

Wisata Palembang terkenal di mana saja. Keindahan alamnya menawarkan berbagai sensasi liburan yang menyenangkan. Salah satu potensi wisata di Palembang adalah sungai Musi. Harapannya wisata ke Sungai Musi, adalah cara asyik traveling di Palembang.

Wisata air Sungai Musi

Sungai Musi merupakan sungai terpanjang di Pulau Sumatera. Dengan panjang sekitar 750 km, sungai ini membelah Kota Palembang menjadi dua bagian, yaitu Seberang Ulu dan Seberang Ilir. Bersumber di Kepahiang, Kota Bengkulu, Sungai Musi merupakan muara dari sembilan sungai besar lainnya. Sehingga disebut juga dengan sungai Batanghari.

Baca juga : Sandiaga Uno Ingin Buat Wisata Sungai Banjarmasin Seperti Thailand?

Sungai Musi menjadi urat nadi perekonomian di Kota Palembang dan Provinsi Sumatra Selatan sejak dulu kala. Banyak perahu atau kapal mesin yang hilir mudik di atasnya. Banyak pula obyek wisata Palembang di sekitar sungai Musi. 

Menikmati obyek wisata menarik di sepanjang sungai Musi bisa jadi pilihan saat berkunjung di Palembang. Kawanjo bisa menggunakan perahu tradisional yang dinamakan ketek ataupun kapal pesiar yang lebih modern untuk menyisir sepanjang sungai ini.  Berikut adalah tempat wisata di Palembang sekitar sungai Musi:

  1. Jembatan Ampera Palembang
Jembatan ampera Palembang

Tempat wisata di Palembang ini menghubungkan daerah Seberang Ulu dengan Seberang Ilir. Dengan panjang 1.117 meter, jembatan Ampera berdiri megah melintas di atas sungai Musi.

Jembatan yang dibangun oleh tentara Jepang sejak tahun 1962 ini memiliki daya tarik tersendiri. Wisata di Palembang gratis ini akan nampak elok di malam hari. Nyala lampu warna-warni nampak pula di air sungai. Sekilas mirip dengan Golden Gate di San Fransisco. Pun saat siang hari, Kawanjo bisa duduk santai di salah satunya taman yang ada di setiap ujungnya. Sambil menikmati indahnya matahari tenggelam.

  1. Benteng Kuto Besak
Benteng Kuto Besak

Wisata di Palembang bernilai historis salah satunya ada di bagian tenggara sungai Musi. Namanya Benteng Kuto Besak. Pada abad XVIII, area tersebut merupakan pusat Kesultanan Palembang. 

Kemudian dibangunlah benteng tersebut sebagai pertahanan dari  penjajah sekaligus untuk tempat tinggal sultan sekeluarga keluarga. Bentuk benteng ini persegi panjang dengan ukuran 288,75 meter × 183,75 meter. Di setiap sudut benteng, ada bangunan menjorok keluar pada dinding, yang disebut selekoh. Di sana dilengkapi dengan persenjataan artileri. Sedangkan ada beberapa meriam di depan gerbang utama.

Baca juga : Wisata ke pulau Sumatera

Di benteng ini juga terdapat dermaga sebagai jalan sultan menuju sungai Musi. Di ujungnya ada gerbang beratap limasan.

Selain menikmati keindahan arsitektur benteng, di sini Kawanjo juga bisa melihat koleksi benda-benda kuno. Plusnya lagi, Kawanjo bisa menikmati keindahan Sungai Musi dan Jembatan Ampera. 

Bila Kawanjo ingin mengambil foto, berpose di dekat tugu Iwak Belido pastilah menarik. Tugu ini menunjukkan ikan raksasa, yaitu Belido yang keberadaannya sudah langka.

Terakhir, bila lapar, Kawanjo bisa berburu kuliner di resto yang terapung di atas sungai Musi. Tersedia berbagai makanan khas Palembang yang terkenal dengan kelezatannya.

  1. Pulau Kemaro
Pulau Kemaro Palembang

Pulau Kemaro sebenarnya merupakan sebuah delta kecil di Sungai Musi. Berjarak sekitar 6 kilometer dari Jembatan Ampera, Kawanjo butuh waktu sekitar 30 menit untuk sampai di sana. Tentunya dengan naik perahu ketek. Asyik, bukan?

Dengan luas ±79 Ha dan ketinggian 5 mdpl, Pulau Kemaro tidak pernah tenggelam meski debit air sungai Musi naik di musim penghujan. Karena alasan itulah, nama Kemaro disematkan pada pulau yang kental dengan budaya Tionghoa dan adat istiadat asli penduduk Palembang. Kemaro berarti kemarau. 

Baca juga : Paket berwisata ke pulau – pulau wisata di Sumatera

Sebagai bukti kentalnya budaya Tionghoa di sana, terdapat beberapa ikon yang juga menjadi daya tarik wisatawan. Dari kejauhan saja sudah nampak pagoda berlantai 9, tempat ibadat pemeluk agama Buddha dan Konghucu. Kemudian ada jua Klenteng Hok Tjing Rio yang telah berdiri sejak tahun 1962. Selanjutnya  adapula makam sepasang tokoh legendaris di pulau ini yaitu Siti Fatimah, putri keraaan Sriwijaya dan Tan Bun An, pangeran dari Tiongkok. Pada saat-saat tertentu Kawanjo juga bisa menyaksikan upacara adat serta perayaan dan pagelaran seni budaya di pulau Kemaro ini.

  1. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II
Rekomendasi wisata di sekitar sungai Musi Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II adalah museum di kota Palembang, Sumatra Selatan, Indonesia. Museum ini didirikan di bekas bangunan rumah residen kolonial Sumatra Selatan abad ke-19. Bangunan ini juga menjadi gedung dinas pariwisata Palembang.

Masih di sekitar sungai Musi Palembang, wisata sejarah selanjutnya adalah sebuah museumbyang didirikan di bekas rumah residen kolonial Sumatra Selatan pada abad XIX. 

Di sini Kawanjo bisa melihat koleksi senjata, tekstil dan pakaian tradisional, kerajinan, serta koin Sumatra Selatan. Uniknya, ada banyak artefak dari zaman Sriwijaya di taman museum. Contohnya adalah patung Ganesha dan Buddha.

  1. Pasar 16 Ilir
Rekomendasi wisata di sekitar sungai Musi Pasar 16 Ilir

Melanjutkan perjalanan wisata di sekitar sungai Musi Palembang, Kawanjo bisa mampir ke pasar serba ada ini. Namanya Pasar 16 Ilir, menjual segala kebutuhan masyarakat. Mulai dari barang eceran hingga grosiran. Mulai dari sayuran hingga baju. Mulai dari sepatu hingga perkakas mesin. Cinderamata dan oleh-oleh khas Palembang pun ada dan siap dibawa pulang untuk membungkus kenangan.

Baca juga : Oleh-oleh Bandung sebagai Obat Rindu Tak Terbendung

Jadi, untuk memuaskan hasrat shopping saat wisata di Palembang, pasar 16 Ilir adalah pilihan tepat. Apalagi lokasinya yang terjangkau yaitu bibir sungai Musi dan dekat dengan jembatan Ampera.

Sebenarnya Kawanjo bisa mencapai pasar ini melalui jalur darat. Namun akan lebih asyik bila melewati sungai Musi menggunakan transportasi air yang tersedia. Datanglah pada jam operasional, yaitu pukul 07.00 sampai dengan 16.00. Hebatnya, pasar empat lantai ini tak pernah sepi! 

  1. Kampung Arab Al Munawar
Kampung Arab Al Munawar

Satu lagi wisata sejarah di Palembang sekaligus wisata religi di sekitar sungai Musi. Sebuah kampung sebagai pusat peradaban masyarakat keturunan Arab yang telah ada sejak dua abad lebih yang lalu. Konon, Abdul Rahman Bin Muhammad Al-Munawar lah yang mendirikan kampung ini. Beliau datang ke Palembang pada masa Kesultanan Palembang Darussalam. Hingga akhirnya keturunan Al Munawar menetap sampai sekarang di sebuah kampung di Jalan KH Azhari Kelurahan 13 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang.

Kini, di kampung yang mempertahankan arsitektur lawas bangunan perumahan khas Palembang ini, juga memiliki madrasah,Taman Pendidikan Al-Quran (TPA), dermaga, musala, poliklinik dan lainnya. Bangunannya bergaya Palembang dengan campuran khas Yaman. 

Baca juga : Masjid Unik di Kota Malang, Benarkah Ada yang Dibangun Jin?

Setiap tahun, penduduk selalu merayakan haul wafatnya Abdul Rahman Bin Muhammad Al-Munawar pada saat Isra mi’raj. Saat itulah akan diramaikan dengan penampilan kesenian khas daerahnya, seperti gambus, ?marawis,  dan tarian lainnya.

Itu tadi wisata di sekitar sungai Musi Palembang. Cara asyik menyusuri sungai Musi baik dari darat maupun air, yaitu dengan mengunjungi satu persatu tujuan wisata yang dijelaskan di atas. Untuk referensi wisata seru lainnya, kamu bisa cek di sini ya. Selamat mencoba!

0 comments on “Wisata Sungai Musi, Cara Asyik Traveling di Palembang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.