jatuh cinta saat traveling,
Lifestyle

Jatuh Cinta Saat Traveling, Pakai Hati atau Hati-hati?

Yang pernah ataupun belum pernah merasakan jatuh cinta saat traveling, wajib baca artikel ini! Supaya ketika mengalami nanti, Kawanjo nggak bingung.

Hah? Jatuh cinta saat traveling? Emangnya bisa, ya? Kamu pernah ngerasain nggak, Kawanjo?

Traveling adalah saat-saat yang sangat membahagiakan, karena biasanya, kita perlu menunggu waktu yang tidak sebentar untuk bisa traveling. Menunggu hingga datang waktu libur dan menunggu hingga tabungan cukup. Jadi, saat bisa berangkat traveling, rasanya happy banget. Meskipun perlu banyak menunggu, traveling akan selalu masuk ke dalam wishlist kegiatan tiap tahunmu, kan?

Dikarenakan hati yang bahagia, traveling bikin kamu jadi lebih mudah jatuh cinta, lho. Percaya, nggak? Penelitiannya beneran ada, Kawanjo. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Intrepid Travel pada tahun 2014, ditemukan bahwa 10 persen travelers menemukan cintanya saat traveling. Ini bukan hanya kebetulan lho, Kawanjo. Ketika kita berada di lingkungan yang baru, kita sering mengalami hal yang bernama “positive stress”, hal ini meningkatkan level adrenalin. Menurut penelitian yang dilakukan McKendree University, ditemukan bahwa orang dengan level adrenalin yang lebih tinggi, lebih mungkin melihat orang lain lebih attractive.

jatuh cinta saat traveling, traveling,
Saat traveling, kesempatan untuk berkenalan dengan stranger sangat besar. Mungkin saja kamu menemukan yang ‘menarik’ ketika sedang di transportasi umum.

Seorang Psikolog Klinis dan Terapis Keluarga, Dr Anna-Marie Taylor mengatakan bahwa seseorang menjadi versi yang lebih baik dari diri mereka sendiri saat traveling. Hal ini dikarenakan ketika seseorang berada di luar lingkungan normalnya, ada semacam kebebasan luar biasa yang menyertainya. Ketika traveling, seseorang memiliki lebih banyak energi daripada biasanya, dan itu attractive.

Penjelasan lain juga diberikan oleh Dr. Holly Parker, seorang peneliti terkemuka tentang cinta yang saat ini mengajar mata kuliah di Harvard University berjudul The Psychology of Close Relationships, mengatakan bahwa ia percaya traveling dapat membuat orang lebih mudah jatuh cinta karena traveling menawarkan pengalaman tertentu yang dapat meningkatkan kemungkinan ketertarikan dan koneksi. Menurutnya, traveling membuka pintu bagi cinta untuk mengakar di antara dua insan yang baru saja bertemu. Dr. Parker juga mengatakan, jatuh cinta pada suatu tempat dapat memengaruhi bagaimana kita jatuh cinta pada seseorang. 

Baca juga: Jatuh Cinta Saat Traveling? Ini Hal yang Wajib Kamu Ketahui

jatuh cinta saat traveling,
Jatuh cinta saat traveling kayaknya seru, ya?

Penjelasannya banyak banget lho Kawanjo, soal jatuh cinta saat traveling ini. Michael Bennett, salah satu pendiri Transformational Travel Collaborative, juga menemukan bahwa saat traveling, seseorang berada pada titik terdekat keselarasan dengan diri mereka yang sebenarnya, jauh lebih banyak daripada saat berada di rumah. Bennett mengatakan bahwa ketika kita lebih selaras, lebih terintegrasi dengan nilai-nilai, hasrat, dan tujuan hidup kita, kita akan merasa bahwa mereka yang mirip dengan kita (yang berbagi nilai, perspektif, dan impian yang sama) menjadi sangat menarik dan mungkin untuk membuat kita jatuh cinta.

Selain itu, penelitian Bennett juga mencerminkan law of attraction Abraham-Hicks: Jika kita mencari cinta, tetapi tidak nyaman dengan siapa diri kita, kita akan kesulitan menemukannya. Dengan traveling, kita diberi kesempatan untuk menyelaraskan diri dengan value diri kita dan kembali ke integritas diri kita. Itulah mengapa, ketika traveling, kita secara signifikan lebih mungkin menemukan cinta.

Baca juga: 8 Lagu Romantis yang Buat Hati Berbunga-bunga di Hari Valentine

jatuh cinta saat traveling, jatuh cinta, traveling,
Jatuh cinta saat traveling bukanlah hal yang buruk, tapi, Kawanjo tetap harus berhati-hati, ya.

Penjelasan-penjelasan di atas mengatakan bahwa saat traveling, kita jadi lebih mudah untuk jatuh cinta. Tetapi, apakah itu membuat perasaan cinta yang kita rasakan saat traveling menjadi kurang valid? Memang, sesuatu yang sekilas bisa menjadi sesuatu yang terasa sangat nyata, tetapi tingkat ketertarikan yang tinggi juga bisa membuat kita rentan. Pada faktanya, kamu nggak perlu traveling dulu untuk bisa jatuh cinta. Jadi, kamu tetap disarankan agar berhati-hati dalam urusan percintaan saat traveling, ya. Karena, hal itu sedikit seperti mabuk, yang berarti kamu tidak berpikiran jernih.

So, kalau kata Minjo sih, jangan takut untuk mencoba sesuatu yang baru, seperti jatuh cinta saat traveling. Namun, meskipun kegembiraan yang datang dengan hal yang baru itu penting, jangan terlalu jauh keluar dari zona nyamanmu ya, Kawanjo. 

Baca juga: 5 Wisata Romantis Untuk Rayakan Valentine

jatuh cinta saat traveling, jatuh cinta, traveling,
Mungkin saja, stranger yang kamu temui saat traveling, akan menjadi partner traveling kamu seterusnya!

Kalau kamu berencana mau traveling, entah itu untuk mencari cinta dan merasakan jatuh cinta saat traveling, atau hanya sekedar mau refreshing, jangan lupa cek Pigijo.com ya. Soalnya Minjo punya banyak banget paket open trip yang bikin kamu bisa ketemu & traveling bareng strangers yang seru-seru.

Kalau beneran kamu jatuh cinta saat traveling, cerita-cerita ke Minjo, ya! Hehehe.

Penulis: Pristina Putri Kamaludin

0 comments on “Jatuh Cinta Saat Traveling, Pakai Hati atau Hati-hati?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.